<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724</id><updated>2012-01-05T02:12:16.967-08:00</updated><title type='text'>bbmwatch online</title><subtitle type='html'>MEDIA ONLINE INDEPENDEN UNTUK INFORMASI KEBIJAKAN &amp; NIAGA HILIR MINYAK &amp; GAS</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>103</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1689858948431391618</id><published>2008-06-08T10:16:00.002-07:00</published><updated>2008-06-08T10:32:43.896-07:00</updated><title type='text'>KUTUKAN MINYAK</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SEwXbWJs18I/AAAAAAAAADU/92XO3JiiwpU/s1600-h/sample-east%20sea%204.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5209564627530995650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SEwXbWJs18I/AAAAAAAAADU/92XO3JiiwpU/s320/sample-east%2520sea%25204.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di dalam textbook mikroekonomi, terdapat suatu paradoks ekonomi yang disebut Dutch Disease. Istilah ini muncul pada tahun 1970-an, setelah pada awal tahun 1960-an ditemukan cadangan gas bumi yang besar di lepas pantai Belanda. Ternyata, produksi gas bumi tersebut justru menurunkan pertumbuhan ekonomi Belanda beberapa tahun setelah penemuan cadangannya, karena telah menimbulkan kelesuan di sektor industri manufaktur. Dutch Disease kemudian menjadi suatu contoh bahwa kekayaan alam yang dimiliki oleh suatu bangsa tidak akan membawa kemakmuran bagi bangsa tersebut apabila tidak dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Indonesia, sepertinya kita mengalami Dutch Disease dalam bentuk yang lain. Kekayaan alam yang kita miliki seringkali justru menjadi bahan sengketa dan menyengsarakan masyarakat di sekitarnya. Kekayaan alam yang menurut Undang Undang Dasar harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, ternyata dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh kalangan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya dalam hal minyak bumi, Dutch Disease muncul di Indonesia dalam bentuk politisasi harga BBM. Rasionalitas terhadap harga BBM selalu menjadi korban elit politik yang ingin menarik simpati massa. Sehingga, masyarakat seolah dininabobokkan dengan janji harga BBM yang rendah (baca: harga BBM tidak naik) dengan dalih kepedulian elit politik kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harga BBM yang terjangkau adalah salah satu kebutuhan penting rakyat. Tetapi konsekuensi dan dampak dari harga BBM yang rendah juga sangat besar. Betapa besar subsidi yang harus disediakan Negara untuk menjaga agar BBM tetap “murah”. Seperti tercantum dalam APBN-P tahun 2008, dana yang dialokasikan untuk subsidi BBM sebesar 126,8 trilyun rupiah, jika ditambah dengan subsidi listrik maka subsidi energi menjadi 187,1 trilyun rupiah. Jadi jika penduduk Indonesia berjumlah 220 juta jiwa, maka setiap penduduk Indonesia secara rata-rata menerima subsidi energi sebesar Rp 850 ribu per tahun, tidak peduli bayi atau dewasa, miskin atau kaya, di desa atau pun di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, sampai kapan kebijakan subsidi energi terus dijalankan? Harga minyak dunia cenderung terus meningkat dalam sepuluh tahun terakhir, dan ke depan sepertinya akan terus berlanjut. Upaya untuk menaikkan produksi minyak bumi domestik ternyata jauh dari harapan. Di sisi lain, permintaan BBM terus meningkat dan volumenya semakin jauh dari kemampuan produksi minyak bumi dan BBM di dalam negeri. Yang berarti ketergantungan Indonesia terhadap luar negeri semakin besar, dengan semakin meningkatnya impor minyak bumi dan BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan subsidi harga BBM juga menjadi akar permasalahan dari berbagai persoalan, dari tidak berkembangnya pemakaian energi alternatif (karena tidak dapat bersaing dengan BBM yang disubsidi), pengembangan infrastruktur yang terhambat (karena dananya tersedot untuk subsidi BBM), semakin banyaknya kendaraan bermotor di jalan raya (karena harga BBM relatif murah), dan tentu saja tingkat polusi udara semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga presiden Indonesia pasca reformasi, masing-masing telah “menaikkan” harga BBM satu atau dua kali, yang kesemuanya terjadi pada tahun pertama pemerintahannya. Hal di atas barangkali didasari pertimbangan popularitas presiden pada tahun pertama masih cukup tinggi. Apabila kenaikan harga BBM dilakukan pada tahun-tahun terakhir, dikhawatirkan akan mengurangi popularitas presiden untuk dipilih pada periode selanjutnya, atau pun bahkan langsung habis saat itu juga. Ingat, presiden Soeharto turun setelah kenaikan harga BBM Mei 1998, dan juga presiden Gus Dur turun setelah penyesuaian harga BBM Maret 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dua tahun terakhir pemerintahannya, dalam berbagai kesempatan pemerintahan presiden SBY menjanjikan tidak ada kenaikan harga BBM sampai tahun 2009. Padahal, pada saat kenaikan harga BBM bulan Oktober 2005, tidak pernah dikatakan bahwa kenaikan harga BBM tersebut adalah yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, masyarakat sudah semakin mengerti bahwa harga BBM jauh lebih mahal dibanding harga yang ditetapkan pemerintah. Apalagi pada saat ini untuk beberapa sektor telah diterapkan harga pasar BBM, seperti untuk sektor industri, pertambangan, dan pelayaran. Sehingga harga pasar BBM sedikit banyak telah tersosialisasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja untuk sektor yang masih disubsidi saat ini, yaitu sektor rumah tangga (minyak tanah) dan sektor transportasi darat (bensin dan minyak solar), barangkali tidak akan mampu jika secara tiba-tiba harus mengikuti harga pasar BBM. Tetapi, janji pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM tetap akan menyengsarakan masyarakat karena dibarengi dengan kebijakan pembatasan penyediaan BBM di pasar, sehingga menimbulkan antrian minyak tanah di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah ironi bagi suatu Negara yang dulu di era 70-an dan 80-an pernah jaya karena kekayaan minyak buminya. Kenapa kita harus terjebak dalam Dutch Desease, dan tidak segera mencari jalan keluar untuk mengakhiri hal ini? Jawabannya terletak pada keberanian pemerintah yang berkuasa, apakah harga BBM akan dinaikkan atau mengalihkan tanggung jawab tersebut kepada pemerintahan berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Oetomo Tri Winarno, &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;pengamat kebijakan energi, tinggal di Bandung.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1689858948431391618?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1689858948431391618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1689858948431391618' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1689858948431391618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1689858948431391618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/06/kutukan-minyak.html' title='KUTUKAN MINYAK'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SEwXbWJs18I/AAAAAAAAADU/92XO3JiiwpU/s72-c/sample-east%2520sea%25204.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7372415319927343746</id><published>2008-05-28T20:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T20:31:18.847-07:00</updated><title type='text'>Untuk Apa Punya Minyak?</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SD4jGjB2AkI/AAAAAAAAADM/nMTppm5t-jA/s1600-h/cap_0712ogfjcoverstory03.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205636814676034114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SD4jGjB2AkI/AAAAAAAAADM/nMTppm5t-jA/s320/cap_0712ogfjcoverstory03.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Oleh: MT. ZEN &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;(dimuat di Kompas 29 Mei 2008)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Dahulu, di zaman Orde Baru, saya masih ingat sekali bahwa setiap kali ada berita tentang turunnya harga minyak di pasaran dunia, Pemerintah Indonesia sudah berkeluh kesah. Pada waktu itu cadangan terbukti Indonesia tercatat 12 miliar barrel.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kini, pada masa Reformasi ini, lebih khusus lagi selama kekuasaan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, pemerintah juga berteriak, berkeluh kesah, dan panik apabila harga minyak meningkat di pasaran dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harga minyak turun berteriak, harga minyak naik lebih berteriak lagi dan panik. Jadi, apa gunanya kita punya minyak, sedangkan Indonesia sejak awal sudah menjadi anggota OPEC? Alangkah tidak masuk akalnya keadaan ini? Sangat kontroversial. Minyak itu tak lain adalah kutukan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Cadangan tak tersentuh&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hingga kini Indonesia secara resmi disebut masih mempunyai cadangan minyak sebesar 9 miliar barrel. Memang betul, jika dibandingkan dengan cadangan minyak negara-negara Timur Tengah, 9 miliar barrel itu tidak ada artinya. Namun, jelas-jelas Indonesia masih punya minyak. Selain cadangan lama, cadangan blok Cepu belum juga dapat dimanfaatkan. Belum lagi cadangan minyak yang luar biasa besar di lepas pantai barat Aceh.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perlu diketahui bahwa pada pertengahan tahun 1970-an Indonesia memproduksi 1,5 juta barrel per hari. Yang sangat mencolok dalam industri minyak Indonesia adalah tik ada kemajuan dalam pengembangan teknologi perminyakan Indonesia sama sekali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Norwegia pada awal-awal tahun 1980-an mempunyai cadangan minyak yang hampir sama dengan Indonesia. Perbedaannya adalah mereka tidak punya sejarah pengembangan industri minyak seperti Indonesia yang sudah mengembangkan industri perminyakan sejak zaman Hindia Belanda, jadi jauh sebelum Perang Dunia ke-2. Lagi pula semua ladang minyak Norwegia terdapat di lepas pantai di Laut Atlantik Utara. Lingkungannya sangat ganas; angin kencang, arus sangat deras, dan suhu sangat rendah; ombak selalu tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Teknologi lepas pantai, khusus mengenai perminyakan, mereka ambil alih dari Amerika Serikat hanya dalam waktu 10 tahun. Sesudah 10 tahun tidak ada lagi ahli-ahli Amerika yang bekerja di Norwegia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Saya berkesempatan bekerja di anjungan lepas pantai Norwegia dan mengunjungi semua anjungan lepas pantai Norwegia itu. Tak seorang ahli Amerika pun yang saya jumpai di sana sekalipun modalnya adalah modal Amerika, terkecuali satu; seorang Indonesia keturunan Tionghoa dari Semarang yang merupakan orang pertama yang menyambut saya begitu terjun dari helikopter dan berpegang pada jala pengaman di landasan. Dia berkata sambil tiarap berpegangan tali jala, ”Saya dari Semarang, Pak.” Dia seorang insinyur di Mobil yang sengaja diterbangkan dari kantor besarnya di daratan Amerika untuk menyambut saya di dek anjungan lepas pantai bernama Stadfyord A di Atlantik Utara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di sanalah, dan di anjungan- anjungan lain, saya diceritakan bahwa mereka tidak membutuhkan teknologi dari Amerika lagi. Mereka sudah dapat mandiri dan dalam beberapa hal sudah dapat mengembangkan teknologi baru, terutama dalam pemasangan pipa-pipa gas dan pipa-pipa minyak di dasar lautan. Teknologi kelautan dan teknologi bawah air mereka kuasai betul dan sejak dulu orang-orang Norwegia terkenal sebagai bangsa yang sangat ulet dan pemberani. Mereka keturunan orang Viking.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada satu hal yang sangat menarik. Menteri perminyakan Norwegia secara pribadi pernah mengatakan kepada saya bahwa Norwegia dengan menerapkan teknologi enhanced recovery dari Amerika berhasil memperbesar cadangan minyak Norwegia dengan tiga kali lipat tanpa menyentuh kawasan-kawasan baru. Ini sesuatu yang sangat menakjubkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Norwegia pernah menawarkan teknologi tersebut kepada Indonesia, tetapi mereka minta konsesi minyak tersendiri dengan persyaratan umum yang sama dengan perusahaan lain. Ini terjadi pada akhir tahun 1980-an. Namun, kita masih terlalu terlena dengan ”kemudahan-kemudahan” yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan Amerika. Pejabat Pertamina tidak mau mendengarkannya. Gro Halem Brundtland, mantan perdana menteri, menceritakan hal yang sama kepada saya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Contoh lain, lihat Petronas. Lomba Formula 1 di Sirkuit Sepang disponsori oleh Petronas. Petronas itu belajar perminyakan dari Pertamina, tetapi kini jauh lebih kaya dibanding Pertamina. Gedung kembarnya menjulang di Kuala Lumpur. Ironisnya, banyak sekali pemuda/insinyur Indonesia yang bekerja di Petronas.Kenapa banyak sekali warga Indonesia dapat bekerja dengan baik dan berprestasi di luar negeri, tetapi begitu masuk kembali ke sistem Indonesia tidak dapat berbuat banyak?Jika kita boleh ”mengutip” Hamlet, dia bekata, ”There is something rotten, not in the Kingdom of Denmark, but here, in the Republic of Indonesia.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Lengah-terlena&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salah satu kelemahan Indonesia dan kesalahan bangsa kita adalah mempunyai sifat complacency (perkataan ini tidak ada dalam Bahasa Indonesia, cari saja di kamus Indonesia mana pun), sikap semacam lengah-terlena, lupa meningkatkan terus kewaspadaan dan pencapaian sehingga mudah disusul dan dilampaui orang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lihat perbulutangkisan (contoh Taufik Hidayat). Lihat persepakbolaan Indonesia dan PSSI sekarang. Ketuanya saja meringkuk di bui tetap ngotot tak mau diganti sekalipun sudah ditegur oleh FIFA.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa artinya itu semua? Kita, orang Indonesia tidak lagi tahu etika, tidak lagi punya harga diri, dan tidak lagi tahu malu. Titik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketidakmampuan Pertamina mengembangkan teknologi perminyakan merupakan salah satu contoh yang sangat baik tentang bagaimana salah urus suatu industri. Minyak dan gas di Blok Cepu dan Natuna disedot perusahaan-perusahaan asing, sementara negara nyaris tak memperoleh apa pun. Dalam hal ini, Pertamina bukan satu-satunya. Perhatikan benar-benar semua perusahaan BUMN Indonesia yang lain. Komentar lain tidak ada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;MT Zen adalah Guru Besar Emeritus ITB&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7372415319927343746?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7372415319927343746/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7372415319927343746' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7372415319927343746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7372415319927343746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/untuk-apa-punya-minyak.html' title='Untuk Apa Punya Minyak?'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SD4jGjB2AkI/AAAAAAAAADM/nMTppm5t-jA/s72-c/cap_0712ogfjcoverstory03.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-6904600985332701097</id><published>2008-05-24T23:06:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T23:18:53.333-07:00</updated><title type='text'>Harga BBM, Buah Si Malakama?</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDkErzB2AgI/AAAAAAAAACs/xeRVlcW8d6E/s1600-h/Ivan_Al_Hadr_115_f_65.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204195994882146818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDkErzB2AgI/AAAAAAAAACs/xeRVlcW8d6E/s200/Ivan_Al_Hadr_115_f_65.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Ivan A Hadar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seakan buah si malakama, bila harga BBM dinaikkan, dampaknya memicu harga-harga bahan pokok yang menyengsarakan masyarakat miskin. Sebaliknya, bila memilih tidak menaikkan harga BBM, dipastikan akibat melonjaknya harga BBM di pasar internasional, defisit anggaran bisa mencapai angka ratusan triliun. Pemerintah akhirnya memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi di bawah 30 persen. Pada saat yang sama, dana dari penghematan subsidi rencananya akan disalurkan lewat bantuan langsung tunai kepada orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wapres Jusuf Kalla berargumen, ”Akan jauh lebih banyak orang miskin jika negara tak mampu menanggung beban subsidi karena defisit anggaran bisa mencapai 4 atau 5 persen.” Selain itu, semakin besar subsidi BBM, semakin besar ketidakadilan dibiarkan terus dilakukan. Berdasarkan hitungannya, 80 persen subsidi dinikmati orang mampu yang memakai premium dan solar untuk kendaraan pribadinya (Kompas, 11/5/2008). Cukup masuk di akal, meski sebenarnya telah banyak waktu terbuang tanpa ada upaya serius pemerintah untuk keluar dari jebakan buah simalakama. Suara kontra menilai kenaikan harga BBM hanya merupakan jalan pintas pemerintah untuk melepaskan diri dari beban keuangan negara. Kebijakan tersebut dipastikan menuai dampak buruk yang melemahkan daya beli masyarakat, meningkatkan kemiskinan, dan memukul sektor usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat kemiskinan, misalnya, diperkirakan akan melonjak tajam menjadi sekitar 52 juta jiwa (25,4 persen) dari 36,6 juta jiwa (16,85 persen). Padahal, ada sejumlah kebijakan alternatif yang dapat ditempuh, seperti melakukan negosiasi dengan para kreditor untuk refinancing atau reprofiling utang, menaikkan sektor perpajakan dan pemangkasan biaya pengadaan BBM. Selain itu, makin seriusnya krisis BBM merupakan saat yang tepat untuk menoleh kepada sumber energi nonkonvensional, baik dalam lingkup perorangan, industri, maupun nasional. Karena, sebenarnya, negeri ini amat diberkati oleh sinar matahari, angin, geotermal, dan ombak pantai berlimpah (Kompas, 8-9/5/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi sinar matahari yang dipancarkan ke planet Bumi, misalnya, 15.000 kali lebih besar dibandingkan penggunaan energi global dan 100 kali dibandingkan cadangan batu bara, gas, dan minyak bumi. Sementara teknologi mutakhir telah mampu mengubah 10-20 persen pancaran sinar matahari tersebut menjadi energi. Secara teoretis, untuk mencukupi kebutuhan energi global, penempatan peralatan tersebut hanya memerlukan kurang dari 1 persen permukaan bumi. Sebuah besaran yang jauh lebih kecil dibandingkan lahan yang dibutuhkan bendungan pembangkit tenaga listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya sumber energi ini dikembangkan penggunaannya bagi satelit ruang angkasa. Kini, pemanfaatannya mulai menyebar ke kawasan industri, rumah pribadi, dan bahkan ke pelosok desa. Tak lama lagi ia diramal akan menjadi sumber energi pada pembangkit tenaga listrik kapasitas besar. Sejak harga minyak pasar internasional mencapai 60 dollar AS per barrel, minat industri pembangkit tenaga listrik pada sumber energi terperbarui semakin membesar. Pertimbangan ekonomi menjadi alasan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, kini, persaingan ini telah terjadi di negara-negara industri, khususnya di sektor industri kecil dan menengah. Menurut Report on World Development (UN, 1992), kebutuhan energi global dalam 30 tahun ke depan meningkat dua kali lipat per tahun. Dan, 40 tahun mendatang, kebutuhan tersebut menjadi tiga kali lipat atau sepadan dengan energi 20 miliar ton minyak bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ini ditaksir bakal mahal karena eksploitasi dan eksplorasinya lebih sulit. Ada baiknya kita bayangkan bahwa penggunaan 20 miliar ton energi per tahun itu memerlukan biaya sebesar 4,5 triliun dollar AS. Separuhnya adalah pengeluaran negara-negara berkembang. Indonesia yang setiap tahun disinari energi matahari sebesar 2.500 kw per hrs berpotensi besar untuk keluar dari ketergantungan pada energi fosil, seperti BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kelebihan energi matahari yang sering diungkapkan adalah pembakarannya tidak menghasilkan CO2, SO2, dan gas racun lainnya. Uraian singkat tentang dua pembangkit energi dari sinar matahari, yaitu solar thermal dan photogalvanic, berikut ini menggambarkan hal tersebut. Keduanya tak membutuhkan areal yang luas bagi peralatannya. Ide awal tentang pembangkit tenaga listrik solar thermal sudah sangat tua. Pembangkit listrik pertama dibangun di Mesir tahun 1912, tetapi ditutup saat usai Perang Dunia I karena rendahnya harga minyak. Prinsipnya, sederhana. Sinar matahari diperkuat oleh cermin yang mengalihkannya ke alat penyerap berisi cairan. Cairan ini memanas dan menghasilkan uap yang membangkitkan generator turbo pembangkit tenaga listrik. Di California, AS, alat ini telah mampu menghasilkan 354 megawatt listrik. Saat ini, di Indonesia, harga satuan energi matahari 4-5 dollar AS per W, cukup ekonomis untuk penggunaan secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pengembangan pembangkit listrik photogalvanic berkembang cepat sejak dua dasawarsa terakhir. Harga peralatannya merosot tajam berkat keberhasilan teknologi, padahal kebijakan energi nasional maupun internasional sama sekali tidak mendukung. Subsidi besar-besaran hanyalah untuk pembangkit tenaga listrik dengan sumber energi fosil dan nuklir. Energi photo electric pertama kali diungkapkan Edmond Bacquerel, tahun 1839. Penggunaannya yang terbaru menggunakan sel-sel photogalvanic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat sengatan sinar matahari, sel-sel tersebut melepaskan elektron yang dipaksa berputar dengan dampak terjadinya aliran listrik. Sel-sel tersebut dikemas dan dijual dalam bentuk modul yang dapat digunakan pada teknologi tegangan tinggi. Saat ini, harga pembangkit listrik sel surya adalah Rp 1.900-Rp 3.000 per kWh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilik berbagai kelebihan energi terperbarui, pertanyaan yang kemudian timbul, apakah cara menunjang pengembangan dan perluasan penggunaan energi ini sehingga sinkron dengan kebijakan energi nasional dan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, harus ada diversifikasi penelitian dan pengembangan. Dana penelitian energi ramah lingkungan ini, sayangnya, dari tahun ke tahun menyusut. Di negara-negara industri, hanya sekitar 5 persen dana penelitian yang diperuntukkan bagi sektor energi. Darinya, sebagian besar untuk jenis energi fosil. Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, hal tersebut lebih memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dengan perkembangan teknologi saat ini, biaya produksi energi tererbarui ini bisa bersaing dengan harga energi fosil. Namun, tentu saja, untuk memproduksi energi surya secara massal, diperlukan kemauan politik. Ketika Indonesia masih menjadi produsen dan eksportir minyak dan di dalam negeri harga jualnya masih disubsidi, mungkin terkesan tidak realistis untuk mendudukkan energi terperbarui pada posisi penting. Namun, kini keadaan sudah sangat mendesak untuk berpikir dan bertindak mengantisipasinya. Jadi, dalam waktu dekat, harga BBM diharapkan tidak lagi menjadi buah si malakama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IVAN A HADAR Koordinator Nasional Target MDGs (Bappenas/UNDP); Pendapat Pribadi.&lt;br /&gt;(Artikel asli bisa diunduh pada &lt;a href="http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/24/00303638/harga.bbm.buah.si.malakama"&gt;http://www.kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/24/00303638/harga.bbm.buah.si.malakama&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-6904600985332701097?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/6904600985332701097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=6904600985332701097' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6904600985332701097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6904600985332701097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/harga-bbm-buah-si-malakama.html' title='Harga BBM, Buah Si Malakama?'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDkErzB2AgI/AAAAAAAAACs/xeRVlcW8d6E/s72-c/Ivan_Al_Hadr_115_f_65.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-4225007779204418150</id><published>2008-05-24T22:24:00.000-07:00</published><updated>2008-05-24T23:37:10.158-07:00</updated><title type='text'>SIARAN PERS</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDkIAzB2AiI/AAAAAAAAAC8/_GF0-i-8N7c/s1600-h/purnomo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204199654194283042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDkIAzB2AiI/AAAAAAAAAC8/_GF0-i-8N7c/s200/purnomo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;SABTU, 24 MEI 2008 00:00 WIB &lt;/div&gt;&lt;div&gt;(sumber: ESDM.go.id)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jalan Lapangan Banteng Timur Nomor 2-4 Jakarta 10710 Telp. 3521835&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;PENJELASAN PEMERINTAH TENTANG KEPUTUSAN PEMERINTAH RI DALAM HAL PENGURANGAN SUBSIDI BBM DAN KEBIJAKAN LAIN YANG MENYERTAINYA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jakarta, 23 Mei 2008&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sejak setahun terakhir harga minyak mentah dunia terus melambung. Kalau pada tahun lalu harga minyak berkisar pada angka USD 80/barrel, pada saat ini kisaran harganya berada pada tingkat di atas USD 130/barrel. Hal ini menggelembungkan angka subsidi BBM ketingkat yang tidak mungkin lagi dipertahankan. Jika harga minyak mencapai rata-rata USD 120/barel sepanjang tahun 2008 maka subsidi BBM mencapai lebih dari Rp 200 triliun. Padahal menurut UU No 16/2008 tentang APBN(P) 2008 yang disetujui DPR, ditetapkan batas maksimal anggaran subsidi BBM hanya sebesar Rp 135,1 triliun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan semakin besarnya subsidi BBM, kemampuan pemerintah untuk membiayai berbagai program yang berorientasi pada perbaikan kesejahteraan masyarakat miskin seperti pendidikan, kesehatan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan penyediaan infrastruktur menjadi terancam dikurangi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sementara itu subsidi BBM sesungguhnya salah sasaran. 40 persen kelompok pendapatan rumah tangga terkaya justru menikmati 70 persen subsidi tersebut, sedangkan 40 persen kelompok pendapatan terendah hanya menikmati sekitar 15 persen.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Kenaikan Harga BBM adalah upaya terakhir&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemerintah telah berusaha agar tekanan yang berasal dari kenaikan harga minyak dunia dapat dikelola dan diminimalkan dampaknya bagi masyarakat. Langkah-Iangkah seperti penghematan belanja pemerintah, kenaikan penerimaan pajak, usaha efisiensi PLN dan Pertamina, konversi dan penghematan BBM bersubsidi telah dan akan terus dilakukan.Meskipun demikian langkah-Iangkah tersebut belum mencukupi untuk mengatasi dampak kenaikan harga minyak dunia. Oleh karena itu pemerintah terpaksa melakukan opsi kebijakan menaikkan harga BBM.Harga BBM di Indonesia saat ini sebenarnya sudah termasuk salah satu yang terendah di kawasan Asia (bahkan lebih rendah dari negara-negara miskin seperti Timor Leste, Kamboja dan Bangladesh).Setelah kenaikan harga BBM sebesar 28,7% sekalipun, harga BBM kita masih cukup jauh berada di bawah tingkat harga di Timor Leste, Filipina, Thailand dan Singapura.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Program Kompensasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemerintah sepenuhnya sadar, kebijakan pengurangan subsidi BBM akan menaikkan biaya hidup dan akan menambah beban bagi orang banyak. Oleh karena itu, sebelum memutuskan kenaikan harga BBM, Pemerintah telah menyiapkan berbagai program untuk meringankan beban masyarakat berpendapatan rendah, antara lain dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 19,1 juta rumah tangga, dengan jumlah dana Rp 14,1 triliun pada tahun ini. Di samping itu pemerintah memberikan kompensasi dalam bentuk lain yaitu :&lt;br /&gt;1. Program Ketahanan Pangan :&lt;br /&gt;Harga Raskin yang semula direncanakan dinaikkan menjadi Rp 1900/kg, tetap dipertahankan sebesar Rp 1600/kg.&lt;br /&gt;Jangka waktu pembagian Raskin kepada 19,1 juta rumah tangga diperpanjang dari semula 10 bulan menjadi 12 bulan.&lt;br /&gt;2. Dukungan Biaya Pendidikan Anak bagi PNS Gol I/II, Tamtama TNI/Polri.&lt;br /&gt;3. Tambahan Subsidi Bunga Kredit Usaha Rakyat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Harga BBM Per 24 Mei 2008&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah melalui pertimbangan yang seksama dan persiapan penyaluran BLT yang memadai, Pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No.16/2008 menaikkan harga bensin premium, solar dan minyak tanah bersubsidi, yang mulai berlaku pada 24 Mei 2008 pukul 00.00 WIB (lihat lampiran).Selain itu Pemerintah tetap akan melaksanakan program penghematan konsumsi BBM bersubsidi melalui program kartu kendali yang sudah dicanangkan di Semarang, Jawa Tengah dan program smart card yang akan dilakukan ujicobanya pada bulan September tahun ini.Semua kebijakan ini pada akhirnya diharapkan akan semakin memperkuat dan menggairahkan perekonomian nasional serta memperbaiki keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-4225007779204418150?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/4225007779204418150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=4225007779204418150' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4225007779204418150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4225007779204418150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/siaran-pers.html' title='SIARAN PERS'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDkIAzB2AiI/AAAAAAAAAC8/_GF0-i-8N7c/s72-c/purnomo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1085427973976235323</id><published>2008-05-21T19:53:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T20:01:35.543-07:00</updated><title type='text'>Belajar (Lagi) dari Krisis BBM di Filipina</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Arulan Hatta &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Direktur Eksekutif BBMwatch Research Media&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini pernah saya tulis beberapa tahun lalu dan dimuat Koran Tempo. Tulisan ini dibuat bertepatan saat Pemerintah menaikkan harga BBM tanggal 1 Oktober 2005. Lonjakan harga minyak dunia ketika itu memang belum sedahsyat sekarang, namun telah memberikan implikasi yang sangat luas terhadap stabilitas ekonomi, politik dan keamanan masyarakat dunia, termasuk Indonesia dan Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja saya mengambil Filipina sebagai pembanding karena secara ekonomi antara Filipina dan Indonesia relatif bisa diperbandingkan secara “Apple to Apple”. Semoga tulisan ini masih relevan dan dapat diperoleh benang merah yang bisa jadikan pelajaran bagi kita dalam upaya keluar dari krisis BBM berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum Indonesia, pemerintah Filipina telah mengeluarkan berbagai kebijakaan strategis, upaya dan langkah nyata sebagai solusi jangka pendek, menengah dan panjang, termasuk di dalamnya pembenahan instrumen regulasi terkait keamanan pasokan BBM serta penghematan dan diversifikasi energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Filipina Negara Pengimpor Migas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Filipina sebagai salah satu negara di kawasan ASEAN dengan jumlah penduduk sekitar 80 juta jiwa, perekonomian negaranya sangat rentan terhadap adanya kenaikan harga minyak mentah yang tinggi di pasar global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dipahami karena Filipina sudah sangat tergantung pada impor minyak mentah (net importer oil), yang saat ini mencapai sekitar 373.000 barel per hari (bph). Jumlah ini kira-kira mendekati impor untuk minyak Indonesia tahun 2005 yaitu 400.000 bph dan ditambah dengan BBM sebesar 330.000 bph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sektor Migas di Filipina telah diregulasi melalui Oil Deregulation Law Republic Act No. 8479 yang diberlakukan sejak tahun 1998 pada Pemerintahan Fidel V. Ramos. Di bawah Oil Deregulation Law pemerintah Filipina tidak boleh mengintervensi pasar baik melalui harga, maupun ekspor dan impor produk minyak, atau mengembangkan retail outlets (SPBU), depot penyimpan, fasilitas penerimaan-laut dan pengilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undang-undang ini dirancang untuk menekan fluktuasi atau volatilitas dari harga minyak dan sekaligus menghapuskan subsidi harga BBM .Dalam kaitan ini UU Deregulasi Hilir Migas Filipina dipersepsikan telah menghilangkan kontrol pemerintah terhadap harga yang ditentukan pada industri minyak. Berdasarkan UU tersebut harga minyak dapat naik dan turun pada tingkat pasar (market level) atau harga ditentukan oleh kekuatan pasar (market forces).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ketentuan tersebut berlaku maka di bawah suatu Deregulasi Lingkungan (Environment Deregulation) pemerintah Filipina membentuk suatu mekanisme Dana untuk Menstabilkan Harga Minyak (oil price stabilizing fund OPSF), yang digunakan sebagai instrumen untuk mensubsidi harga BBM. Di samping itu perusahaan minyak harus memiliki persetujuan Pemerintah bila akan menaikkan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Memarundum No. 2001 perusahaan minyak diwajibkan untuk melaporkan kepada Pemerintah melalui Departemen Energi sedikitnya sehari sebelum diberlakukannya rencana penyesuaian tarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implikasi Kenaikan Harga MinyakMerespon kenaikan harga minyak mentah tersebut, industri minyak utama (major oil industry) di Filipina telah menaikkan harga BBM jenis premium, minyak diesel, dan LPG. (Lihat data)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harga Produk Mgas di FILIPINA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;+ Premium Unleaded : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+ Bio Premium E-10 : Rp 9.350/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+ Bio Diesel : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+ Minyak Tanah : Rp 9.100/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+ LPG : Rp 12.800/kg (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai informasi seperti halnya Indonesia, dalam perhitungan harga BBM di Filipina mengacu dengan rata-rata Mean of Platts Singapore (MOPS), namun diterapkan secara menyeluruh tidak terbatas hanya sektor Industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM di Filipina pada bulan April tersebut selanjutnya telah menimbulkan dampak berganda (multiplier effect). Terjadi pemogokan nasional sektor transporsi umum yaitu jeepney dan bis di Filipina dengan kekuatan sekitar 250.000 pengemudi dan operator. Untuk memprotes kenaikan harga BBM (gasoline, LPG, Kerosene, Diesel), sekaligus menuntut kenaikan tarif angkutan. Pemogokan telah mengakibatkan kelumpuhan 70-90% transportasi umum di beberapa kota besar, seperti Metro Manila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenaikan harga BBM tersebut diikuti dengan kenaikan harga barang-barang dan jasa dalam jumlah yang cukup signifikan, yang pada akhirnya meningkatkan inflasi sekitar 0,03-0,01% dan menghambat perkembangan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum kenaikan harga BBM di Filipina ini juga digunakan sebagai alat politik oleh kelompok oposisi terhadap kebijakan sektor migas yang telah diregulasi melalui Oil Deregulation Law Republic Act No. 8479, sejak tahun 1998. UU tersebut dipersepsikan sebagai penyebab, kenaikan harga BBM yang sangat signifikan, dan Pemerintah terkesan tidak mempunyai kekuatan untuk mengendalikan harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok oposisi selanjutnya telah mengumpulkan sejuta tanda tangan untuk diserahkan ke Mahkamah Agung Filipina dengan tuntutan agar Oil Deregulation Law Republic Act No. 8479 tersebut dibatalkan atau diamandemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya deregulasi sektor migas diharapkan di satu sisi akan menciptakan iklim kompetisi yang adil bagi para pemain sektor perminyakan, selanjutnya dapat menekan harga BBM agar lebih efisien. Namun, di sisi lain ternyata pemerintah kurang cukup kuat dalam mengelola dan mengendalikan harga BBM.Sementara itu upaya untuk mensubsidi kembali harga BBM pada konsumen dinilai kontraproduktif, dan akan semakin memperburuk keadaan. Karena pemberian subsidi harga BBM akan menyebabkan jumlah pasokan kembali meningkat seperti sebelum terjadinya krisis. Kenaikan harga BBM ini juga telah menimbulkan iklim usaha yang kurang kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perusahaan minyak dituduh telah melakukan praktek kartel, kolusi dan menaikkan harga secara berlebihan. Akhirnya diusulkan agar Departemen Energi dan Departemen Kehakiman Filipina segera melakukan audit keuangan pada perusahaan minyak utama, melalui Commission of Audit (COU).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya Filipina Keluar dari Krisis BBMSecara umum solusi nyata untuk mengatasi krisis energi-BBM di Filipina jangka pendek, menengah dan panjang antara lain: (1) diterapkan empat hari kerja (four-week days) yang merupakan penghematan energi (energy-saving) jangka pendek ; (2) Mengharuskan perusahaan minyak untuk memproduksi BBM dengan 10% kandungan etanol; (3) Merubah pembangkit listrik berbahan bakar minyak dengan energi alternatif antara lain panas bumi, batubara, dan energi terbarukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi dampak kenaikan harga minyak dunia pemerintah Filipina melalui program kemandirian energi (energy independence program) akan mengembangkan dan mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan seperti solar dan angin, serta mempromosikan energi alternatif seperti ethanol diesel , coco diesel , dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Presiden menyiapkan suatu rencana kontijensi (contingency plan), untuk menjajaki opsi yang harus diambil Pemerintah Filipina terhadap kemungkinan terjadinya kembali kenaikan harga minyak yang berkelanjutan di pasar internasional. Rencana kontijensi ini bertujuan untuk menyelaraskan resiko ketergantungan Filipina terhadap beberapa tingkat harga minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bagian penting dari rencana kontijensi tersebut adalah untuk memastikan apakah tiga perusahaan minyak terbesar di Filipina telah atau tidak mempraktekkan kartel, dalam menentukan kenaikan harga BBM yang terjadi pada waktu dan besarannya relatif bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak kalah pentingnya adalah upaya untuk menciptakan suatu transparansi pasar (market transparency) agar mekanisme harga dapat divalidasikan oleh stakeholders.Untuk itu diperlukan tersedianya suatu data dasar yang akurat dan aktual, untuk digunakan dalam menghitung kenaikan harga yang wajar. Dalam kaitan ini kondisi yang diharapkan adalah terjadinya kenaikan harga BBM yang relatif lambat atau gradual. Karena kenaikan harga minyak yang tinggi, pada akhirnya akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat miskin di Filipina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden juga menghimbau agar negara-negara Anggota OPEC dan Non-OPEC di kawasan Asia dan Afrika bekerja sama dalam upaya menghentikan kenaikan harga minyak secara berkelanjutan, yang pada akhirnya berpotensi menciptakan dampak terburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap tekanan publik yang menyorot kebijakan sektor migas, Pemerintah mempelajari dengan seksama Oil Deregulation Law untuk melihat apakah Undang-undang tersebut masih dapat mendukung tujuan serta kepentingan Negara Filipina. Atau sebaliknya perlu diamandemen sebagaimana yang saat ini digelorakan oleh kelompok oposisi. Deregulasi industri migas ke depan tergantung dari hasil kajian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Proses Belajar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yang dapat dipetik dari fenomena Filipina adalah bahwa suatu kebijakan deregulasi sektor Migas dengan pilar untuk menciptakan iklim kompetisi bagi para pelaku industri minyak dan menghapuskan subsidi harga BBM yang telah berjalan secara mulus pada kondisi harga minyak yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada kondisi bervolatilitasnya harga minyak yang tinggi, menjadi kurang mempunyai alat pengaman. Pada saat itulah publik mulai menyalahkan deregulasi, walaupun sebelumnya telah berjalan, di samping itu mereka mendambakan kembali ke era kebijakan harga regulasi (regulated price) melalui mekanisme subsidi harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi dan pengendali mekanisme (driving force mechanism) dan solusi jangka pendek dan panjang terhadap krisis energi-BBM yang terjadi di Filipina, walaupun berbeda dalam skala dan kompleksitasnya dengan kondisi Indonesia. Namun dapat digunakan sebagai salah satu referensi dan proses belajar dalam mengantisipasi krisis BBM yang terjadi saat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1085427973976235323?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1085427973976235323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1085427973976235323' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1085427973976235323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1085427973976235323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/belajar-lagi-dari-krisis-bbm-di.html' title='Belajar (Lagi) dari Krisis BBM di Filipina'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-6364913067504454716</id><published>2008-05-20T05:14:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T05:25:01.582-07:00</updated><title type='text'>Teka Teki dan Misteri Harga BBM</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDLCtu14r7I/AAAAAAAAACU/YRs0b0bLwhw/s1600-h/toni.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202434610490290098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDLCtu14r7I/AAAAAAAAACU/YRs0b0bLwhw/s320/toni.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;Oleh: A Tony Prasetiantono&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;artikel ini bisa diunduh di: &lt;a href="http://kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/07/00442351/teka-teki.dan.misteri.harga.bbm" rel="nofollow"&gt;&lt;strong&gt;http://kompas.com/kompascetak.php/read/xml/2008/05/07/00442351/teka-teki.dan.misteri.harga.bbm&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harga minyak kian menjadi teka-teki bahkan menyerupai misteri yang sulit dipecahkan. Bahkan, faktor penyebab kenaikan harga yang dominanpun menimbulkan perdebatan. Apakah lebih banyak disebabkan oleh faktorfundamental (tarik-menarik penawaran dan permintaan) atau oleh faktorlain, seperti spekulasi? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukti kesulitan ini terlihat dari kerepotan IMF yang harus seringmerevisi asumsi. Akhir 2007, IMF memperkirakan harga minyak duniatahun 2008 "hanya" 80 dollar AS per barrel. Namun, akhir Maret 2008,proyeksi berubah menjadi 100 dollar AS per barrel. Tampaknya, angkaini belum final karena harga minyak pernah menyentuh 120 dollar AS perbarrel. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Fundamental, geopolitik, spekulasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Produksi dan konsumsi minyak dunia kini bertemu pada ekuilibrium 84juta barrel per hari. Namun, harus diakui, permintaan tumbuh pesat,terutama karena faktor perekonomian China yang melaju. Bahkan, ketikaharga minyak sudah di atas 110 dollar AS per barrel seperti sekarang,perekonomian China masih tumbuh 10,5 persen pada triwulan pertama 2008. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari sisi penawaran, atmosfer eksplorasi sempat lesu karena hargaminyak dunia pernah amat rendah (9 dollar AS per barrel) pada 1986.Akibatnya, kenaikan produksi tidak secepat konsumsi. Khusus Indonesia, kini produksinya 900.000 barrel per hari, padahal konsumsi kita 1,3 juta barrel per hari. Situasi ini kontras dengantahun 1980-an, kita pernah memproduksi 1,6 juta barrel/hari, padahal konsumsinya 600.000 barrel per hari. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Analisis bahwa faktor fundamental bisa menjelaskan kenaikan hargaminyak, antara lain, dilakukan Leonardo Maugeri (The Age of Oil: TheMythology, History, and Future of the World's Most ControversialResource, The Lyons Press, 2008). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, bagi para produsen minyak, faktor fundamental bukan alasanpenjelas yang tepat. Produsen mengklaim bisa memenuhi kebutuhankonsumen. Faktor geopolitik dan spekulasi dituding sebagai biangkeladi. Argumentasi ini pun logis, saat akhir-akhir ini duniamengalami kelebihan likuiditas (overliquid) sehingga sebagian dana itudialokasikan oleh hedge fund (perusahaan investasi yang mengelola danainvestor kaya) untuk membeli minyak. Minyak tidak lagi berfungsisebagai faktor produksi, tetapi sudah masuk wilayah instrumeninvestasi sehingga harganya berfluktuasi seperti harga saham. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jika tesis terakhir ini benar, solusinya bukan terletak pada supplydan demand, tetapi lebih pada upaya mengurangi ruang gerak spekulan.Hedge fund, berbeda dengan mutual fund, selama ini kurang disentuhregulasi. Mungkin sudah waktunya Securities Exchange Commission (SEC,regulator pasar modal Amerika Serikat) untuk lebih menatanya denganregulasi. Bila perlu, berlakukanlah aneka restriksi agar minyak tidakdimainkan spekulan. Fungsi minyak dikembalikan sebagai faktor produksiyang esensial. Ide ini mungkin tidak populer bagi marketfundamentalists dan penganut liberalisme, tetapi segala upaya perluditempuh. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Dilema pemerintah&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Krisis harga minyak menciptakan dilema bagi Pemerintah Indonesia.Dengan harga minyak dunia rata-rata 110 dollar AS per barrel, subsidiBBM, listrik, dan pangan akan mencapai Rp 250 triliun. Dibandingkanvolume belanja APBN 2008 sebesar Rp 978 triliun, angka subsidi ituterlalu besar (25 persen). Karena itu, pilihannya adalah menaikkanharga BBM bersubsidi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masalahnya, secara politis kenaikan harga BBM tidak menguntungkan,apalagi menjelang Pemilu 2009. Belum lagi faktor inflasi, di manainflasi year on year kini mencapai 8,96 persen. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan plus-minusnya, harga BBM bersubsidi harus dinaikkan, denganbesaran yang dapat diterima. Beban subsidi BBM akan meningkat seiringpergeseran pola konsumsi energi dari BBM nonsubsidi (pertamax) ke BBMbersubsidi. Data Pertamina menunjukkan, pada Maret 2008 volumepenjualan pertamax turun 15 persen dan pertamax plus turun 13 persen. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagian konsumen pertamax beralih ke premium bersubsidi, itu terlihatdari meningkatnya volume penjualan dari 1,44 miliar kiloliter(Februari) menjadi 1,58 miliar kiloliter (Maret 2008) atau naik 8,0persen. Akibatnya, penjualan BBM bersubsidi triwulan I-2008 melampauikuota 35,5 juta kiloliter. Persisnya, terjadi pelampauan dari yangsemestinya 25 persen untuk setiap triwulan menjadi 27 persen. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kesimpulannya, sulit mengharap masyarakat secara sadar dan sukarelamelakukan penghematan. Upaya berhemat harus dilakukan dengan "agakmemaksa". Langkah yang efektif adalah melalui kenaikan harga. Denganharga lebih tinggi akan menyebabkan konsumen mau tidak mau segeraberhemat. Memang hal ini bukan langkah populer, tetapi pemerintahtidak memiliki banyak alternatif. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Alternatif lain, misalnya, menaikkan anggaran subsidi BBM melaluipeningkatan defisit APBN 2008, sekitar 2,0 hingga 2,1 persen. Namun,level ini tergolong riskan. Umum diketahui para ekonom dunia dandirumuskan dalam Washington Consensus bahwa defisit anggaran negaraberkembang maksimal yang ditoleransi adalah 2 persen [John Williamson(ed.), The Political Economy of Policy Reform, Institute forInternational Economics, Washington DC, 1994]. Bila melampaui 2persen, di kemudian hari bakal rawan terjadi bencana fiskal. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masalahnya kini, berapa besaran kenaikan harga yang tepat? DepartemenKeuangan mengusulkan skema kenaikan rata-rata 28,7 persen sehinggaharga premium bersubsidi naik dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000per liter. Menurut saya, angka ini perlu "diperhalus". Saya menduga, angka kenaikan Rp 1.000 per liter masih bisa diakomodasi sehinggatidak menimbulkan efek psikologis negatif. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Upaya Presiden Yudhoyono melakukan persuasi melalui pidato televisipekan lalu sudah benar. Ini merupakan bagian conditioning setelahpemerintah berpengalaman pahit menaikkan harga BBM 100 persen pada 1Oktober 2005, yang menimbulkan kegusaran masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seyogianya, pemerintah membeberkan data harga BBM di berbagai negaradi kawasan. Harga BBM di Kamboja, misalnya, ekuivalen Rp 12.000 perliter. Artinya, seluruh dunia kini sedang prihatin menghadapi masalahyang sama, sedangkan risiko inflasi, juga dialami banyak negara.Inflasi year on year Singapura, misalnya, negara berkarakteristiksmall open economy, sudah 6,6 persen, China mencapai 8,7 persen, danpuncaknya adalah Vietnam dengan 19 persen! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Efektivitas kampanye penghematan energi amat diragukan bila tidakdisertai enforcement berupa kenaikan harga BBM bersubsidi. Namun, inihendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan efek psikologismasyarakat. Karena itu, faktor psikologis seyogianya menjadi penentubesaran kenaikan harga BBM bersubsidi. Kenaikan maksimal Rp 1.000 bagiBBM premium merupakan kompromi yang tampaknya bisa mempertautkankepentingan ekonomi sekaligus psikologis itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;A Tony Prasetiantono &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;(Peneliti Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan PublikUGM; Chief Economist BNI)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-6364913067504454716?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/6364913067504454716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=6364913067504454716' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6364913067504454716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6364913067504454716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/teka-teki-dan-misteri-harga-bbm.html' title='Teka Teki dan Misteri Harga BBM'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDLCtu14r7I/AAAAAAAAACU/YRs0b0bLwhw/s72-c/toni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-2352903385938971293</id><published>2008-05-19T06:27:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T05:27:52.885-07:00</updated><title type='text'>TERBELENGGU MITOS BBM</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDFzi-14ryI/AAAAAAAAABM/A2b26DLzLDs/s1600-h/Faisal_Basri_96_s_.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202066089411391266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDFzi-14ryI/AAAAAAAAABM/A2b26DLzLDs/s200/Faisal_Basri_96_s_.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Artikel berjudul 'Terbelenggu Mitos Bahan Bakar Minyak" dimuat di Kompas, 16 Mei 2008, hal.21. namun versi asli yang belum diedit di dapat diakses di: &lt;/strong&gt;&lt;a href="http://faisalbasri.blogs.friendster.com/"&gt;&lt;strong&gt;http://faisalbasri.blogs.friendster.com/&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Akhir minggu lalu harga minyak mentah di pasar berjangka New York untuk penyerahan Juni sudah mencapai 126 dollar AS. Itu adalah harga nominal. Hasil kajian yang dimuat majalah Economist, edisi 17 April 2008, memaparkan bahwa dengan menggunakan ukuran lain, tampaknya harga minyak dewasa ini belum tergolong mahal. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dengan menggunakan acuan perkembangan pendapatan konsumen tahunan negara-negara kaya yang tergabung di dalam G-7 sejak 1981, harga minyak seharusnya naik menjadi 134 dollar AS. Apabila dipadankan dengan perkembangan pendapatan siap belanja (disposable income) penduduk AS, harga minyak bisa bertengger setinggi 145 dollar AS. Dan seandainya diselaraskan dengan pangsa belanja minyak terhadap output global, harga minyak berpotensi mencapai 150 dollar AS. Jadi, sebetulnya harga minyak dewasa ini belum tergolong tinggi. Harga di masa lalu itu, sebetulnya, yang relatif terlalu murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal Mei Goldman Sachs mengeluarkan prediksi terbaru bahwa harga minyak dapat mencapai 200 dollar AS sebelum akhir tahun ini. Sebetulnya, Goldman Sachs bukan yang pertama keluar dengan angka itu. Jauh hari sebelumnya, Stephen Leeb dan Glen Strathy telah lebih dulu mengingatkan kemungkinan ini di dalam bukunya yang diterbitkan tahun 2006. Judul bukunya saja, di masa itu, dipandang sangat provokatif dan mungkin mengada-ada: The Coming Economic Collapse: How You can Thrive when Oil Cost $200 a Barrel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi harga minyak yang tercantum di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan yang baru saja ditetapkan April lalu adalah 95 dollar AS. Dengan harga sekarang, acuan tersebut sudah meleset lebih dari 30 dollar AS. Tanpa kenaikan harga BBM, subsidi energi melonjak dari Rp 187 triliun menjadi hampir Rp 250 triliun. Kalau harga merangkak naik hingga 150 dollar AS, subsidi bisa menggelembung ke sekitar Rp 300 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan harga BBM bersubsidi dibiarkan “anteng” pada tingkat sekarang ini? Tentu ada batasnya. Jadi, tinggal tunggu waktu saja. Sejatinya, persoalan utama bukanlah subsidi yang menggelembung. Karena, ada 1001 cara untuk menekan subsidi agar APBN tak terseret ke dalam zona bahaya: penjadwalan hingga kemplang utang luar negeri maupun dalam negeri, penghematan departemen dan lembaga negara secara besar-besaran, penerapatan pajak progresif atas komoditas yang sedang booming, jual BUMN, pemotongan gaji, peningkatan produksi minyak, dan sebagainya. Tentu saja efektivitas dari pilihan-pilihan tersebut masih perlu dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah langkah-langkah spektakuler tersebut berhasil secara maksimal. Apakah lantas inti masalah terpecahkan? Tidak sama sekali. Karena, persoalan akan azali sepanjang terjadi disparitas harga, yakni antara harga yang ditetapkan pemerintah dengan harga keekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun bisa melawan hukum pasar. Piuh (distortions) akan kian merajalela kalau harga yang ditetapkan pemerintah semakin jauh (lebih rendah) dari harga keekonomian. Pertama, peningkatan konsumsi akan tak terkendali karena harga relatif BBM di mata kunsumen sangat rendah. Peningkatan konsumsi ini sudah terjadi. Konsumen Indonesia tak peduli sekalipun harga minyak dunia meroket, karena harga yang mereka bayar di Indonesia bergeming. Maka, jadilah Indonesia sebagai negara yang tergolong paling boros di dunia dalam hal penggunaan energi. Begitukah cara kita mengelola sumber daya alam yang langka dan tak terbarukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tak bertanggung jawab kalau generasi sekarang menghamburkan minyak yang diproduksi dengan teknologi tinggi dan padat modal, yang disedot dari perut bumi berkilometer dalamnya, tetapi dihargai lebih murah dari air mineral yang sekedar “ditampung” dari mata air. Cadangan minyak akan makin cepat susut sehingga generasi mendatang tak bisa lagi menyicipi rezeki emas hitam. Selain itu, kita pun secara sadar menambah intensitas produksi racun ke udara, sehingga memperburuk pemanasan global dan menurunkan kualitas hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan mitos bahwa kita merupakan negara produsen dan pengekspor minyak? Ternyata, dalam satu dasawarsa terakhir produksi minyak kita melorot terus, dari sekitar 1,5 juta barrel/hari pada tahun 1997 menjadi hanya 910 ribu barrel/hari pada tahun 2007. Karena tingkat konsumsi selalu naik, maka kita mengalami defisit yang bertambah besar. Keadaan semakin memprihatinkan karena kapasitas pengilangan minyak tak kunjung bertambah, sehingga defisit perdagangan BBM membubung. Pada tahun 2002 defisit perdagangan BBM baru 2 miliar dollar AS, lalu naik lebih dua kali lipat menjadi 4,2 miliar dollar AS, dan melonjak lebih tajam lagi menjadi 9,8 miliar dollar AS pada tahun 2007. Sekedar gambaran, ekspor dan impor BBM tahun 2007 masing-masing adalah adalah 2,9 miliar dollar AS dan 12,7 miliar dollar AS. Dengan demikian, sebetulnya BBM yang kita “hambur-hamburkan” itu makin banyak yang kita beli dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pola konsumsi yang boros itu bisa ditoleransikan apabila kita dapat mukjizat mampu meningkatkan produksi, katakanlah, menjadi dua kali lipat, sehingga kembali menikmati surplus produksi dan menjadi mengekspor neto? Tentu saja, tidak. Karena, lebih baik sebagian besar peningkatan produksi kita jual pada harga internasional atau harga keekonomian, lantas dana yang kita peroleh puluhan triliun rupiah dialokasikan bagi pengentasan penduduk miskin dan belanja modal sehngga kita juga bisa mewariskannya kepada anak-cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalokasian dana untuk kegiatan-kegiatan produktif dan peningkatan akumulasi modal jauh lebih bermakna ketimbang untuk mempertahankan subsidi yang kian menggelebung. Apatah lagi mengingat bahwa sebagian besar subsidi dinikmati oleh kelompok berpendapatan menengah ke atas. Data versi pemerintah menunjukkan bahwa 20 persen penduduk terkaya menikmati 43 persen subsidi, sedangkan kelompok 20 persen penduduk termiskin hanya memperoleh 7 persen saja. Data yang tertera di dalam publikasi Bank Dunia terakhir lebih parah lagi: 10 persen terkaya menikmati sekitar 45 persen, sedangkan 10 persen termiskin hanya dapat sekitar satu persen saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah menaikkan harga BBM hanya akan menambah derita penduduk yang sudah miskin? Betul, jika pemerintah tak berbuat apa-apa terhadap mereka. Dilema yang muskil ini tak cuma dialami Indonesia. Di Kamboja, yang rata-rata penduduknya jauh lebih miskin dari Indonesia, harga premium 2,5 kali lebih mahal dari Indonesia. Di Timor Leste, yang ketika masih bergabung dengan Indonesia adalah propinsi termiskin, harga premium 1,8 kali dari Indonesia. Di kedua negara ini, kenaikan harga minyak dunia tak memicu demonstrasi, apalagi chaos. Kenapa kita harus berbeda sendiri dan terbelenggu oleh BBM? Pasti ada yang salah pada diri kita dan pasti telah terjadi salah urus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus keluar dari pusaran masalah. Selama 30 tahun kita jadikan persoalan harga BBM sebagai “ritual tahunan”, yang ditandai dengan: sikap ragu pemerintah, demontrasi, pembahasan alot di DPR, kelangkaan pasokan, oplosan, penyelundupan, penimbunan, dan ekses-ekses lain yang kita buat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penguasa berusaha menghindari risiko menaikkan harga BBM, dan sedapat mungkin mengalihkan risiko tersebut kepada penguasa berikutnya, kecuali kalau tak ada pilihan lain atau merupakan pilihan terakhir. Penundaan demi penundaan menyebabkan kos (cost) bagi perekonomian bertambah mahal dan kontraproduktif. Karena, ketika sudah terjepit, penyesuaian harga harus dilakukan secara drastik, sehingga perekonomian tak pernah sepi dari goncangan yang sebenarnya tak perlu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah ada rencana yang dilaksanakan dengan konsisten untuk mengakhiri rezim subsidi BBM, sehingga persoalan ini menjadi langgeng dan membelenggu diri kita sendiri. Apakah kita akan biarkan terus persoalan BBM menjadi duri di dalam daging perekonomian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sungguh sangat mendambakan kehadiran sosok negarawan yang mumpuni dalam memacu negeri ini untuk maju, bukan yang justru kerap menghambat kemajuan. Pemimpin yang mampu mengelola dan memobilisasikan seluruh sumber daya yang kita miliki secara efektif bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pemerintahan yang senantiasa peka terhadap setiap ancaman yang menghadang rakyatnya serta menyiapkan dan mengoperasikan sekoci penyelamat apabila terjadi marabahaya yang tak lagi bisa terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah inti persoalan yang tak kunjung disentuh pemerintah. Sangat kuat kesan bahwa daya dengus pemerintah tumpul dalam mengantisipasi persoalan. Segala upaya yang dilakukan untuk mengamankan kebijakan menaikkan harga BBM terkesan serba dadakan, seakan baru sekali ini terjadi. Dulu BLT, sekarang BLT. Sementara, Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang sudah diundangkan tak kunjung dihidangkan untuk disantap oleh warga miskin yang terhempas oleh mekanisme pasar bebas. Mengapa harus menunggu sampai batas akhir pemberlakuan efektif SJSN? Mengapa tak ada upaya mempercepat kehadirannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pengelolaan negara dengan cara seperti itu terus berlanjut, sebaik apa pun niatan dan segala tindakan pemerintah akan dipandang sebelah mata oleh rakyatnya. Kalau sudah begitu, sumber masalah terletak pada pemerintah sendiri. Jangan berharap pemerintah mampu menolong rakyat jikalau menolong diri sendiri saja tak mampu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-2352903385938971293?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/2352903385938971293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=2352903385938971293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2352903385938971293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2352903385938971293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/terbelenggu-mitos-bbm.html' title='TERBELENGGU MITOS BBM'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDFzi-14ryI/AAAAAAAAABM/A2b26DLzLDs/s72-c/Faisal_Basri_96_s_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-4161749428120167123</id><published>2008-05-19T06:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-19T06:35:28.917-07:00</updated><title type='text'>Jangan Tunda Pencabutan Subsidi BBM</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDGBC-14r0I/AAAAAAAAABc/9NAkO9Jmwos/s1600-h/frans.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202080932818366274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDGBC-14r0I/AAAAAAAAABc/9NAkO9Jmwos/s200/frans.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Franz Magnis-Suseno &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;(Sebuah tulisan 3 tahun yang lalu yang pernah dimuat harian Kompas. Tulisan yang masih relevan untuk kondisi saat ini, untuk kita renungkan bersama) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;MENAIKKAN harga BBM termasuk tindakan paling kritis di banyak negara, termasuk di negara ini. Bukan hanya BBM sendiri yang oleh sebagian masyarakat dibutuhkan setiap hari akan menjadi amat lebih mahal, melainkan biaya angkutan umum dan harga sembako akan ikut naik. Masyarakat akan menjerit. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Akan ada unjuk rasa. Bahkan mungkin akan pecah kerusuhan. Karena itu, pemerintah suka menunda-nunda tindakan yang sebenarnya diketahui tidak dapat dihindari. Dalam situasi ini, perbedaan antara populisme murahan dan tanggung jawab moral, antara suara-suara kebapakan dan kepemimpinan yang sebenarnya, akan kentara. Keberanian untuk mengambil tindakan tidak populer merupakan bukti kualitas seorang pemimpin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam tulisan ini, saya ingin mengajukan pendapat bahwa justru sesudah malapetaka tsunami, subsidi bahan bakar minyak (BBM) perlu dicabut dengan berani. TETAPI, beberapa waktu lalu Kwik Kian Gie menyangkal bahwa subsidi BBM perlu dinaikkan. Argumen utama Kwik adalah bahwa tidak benar negara sekarang menyubsidi harga BBM. Menurut Kwik-dan saya percaya bahwa ia mengetahuinya-biaya memproduksi BBM hingga sampai ke tempat penjualan akhir sekarang pun masih tetap di bawah harga penjualan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, Pertamina tidak rugi dan tidak perlu disubsidi untuk menawarkan harga-harga yang sekarang. Kita baru boleh bicara tentang subsidi apabila bagi Pertamina lebih menguntungkan tidak menjual bensin di pompa-pompanya. Istilah "subsidi" memang sebuah "penipuan politik halus". Yang sebenarnya dimaksudkannya adalah bahwa negara tidak menarik keuntungan maksimal dari produksi minyak dalam negeri yang mungkin dipengaruhi kondisi-kondisi pasar global. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, inilah argumentasi inti Kwik mengingat kekayaan Bumi harus demi sebesar-besarnya kemaslahatan masyarakat, seharusnya negara jangan mendahulukan maksimalisasi keuntungan finansial terhadap penyediaan BBM dengan harga terjangkau. BENARKAH argumentasi itu? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Satu pertanyaan pendahuluan: Bukankah kita sejak beberapa waktu sudah menjadi net-importer produk minyak bumi dan produksi kita malah terus menurun? Berapa persen dari BBM yang dijual di Indonesia masih tidak terpengaruh harga di pasar internasional? Bahwa produksi minyak bumi kita terus menurun-dari pernah 1,5 juta barrel menjadi 900.000 barrel per hari sekarang-amat mengkhawatirkan. Sebab, bukan pertama-tama bahwa minyak kita sudah pasti tidak ada, melainkan bahwa penanaman modal di bidang perminyakan dan, lebih gawat lagi, dalam eksplorasi sejak lama dilalaikan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai orang awam di bidang ekonomi maupun perminyakan, saya hanya dapat bertanya: Apakah kecenderungan ini dapat dibalik selama produk minyak bumi dijual dengan harga yang, menurut ukuran internasional, murah secara menggelikan? NAMUN, andaikata pun kita tidak perlu mengimpor minyak sama sekali: Harga minyak murah merangsang sikap boros yang tidak bertanggung jawab sama sekali. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengapa minyak bumi tidak boleh diboroskan? Pertama karena minyak bumi terlalu bernilai (karena diperlukan sebagai bahan dasar pelbagai produk industrial) daripada untuk dibakar! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua, karena kalau bensin dan sebagainya murah, industri tidak akan mengembangkan produk hemat energi maupun energi bukan fosil ("mobil tiga liter" [per 100 km] yang sudah mungkin hanya tidak diproduksi karena bensin begitu murah!). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketiga, karena dengan menghemat penghabisan minyak bumi, minyak bumi akan tahan beberapa puluh tahun lebih lama yang perlu untuk mengembangkan alternatif- alternatif. Pendek kata, tanggung jawab atas masa depan umat manusia, termasuk bangsa Indonesia, menuntut agar bensin segala macam dijual dengan semahal mungkin. Masak manusia membakar habis dalam waktu 200 tahun apa yang pembentukannya memerlukan ratusan juta tahun! AKAN tetapi, bagaimana halnya masyarakat ekonomi lemah yang jelas akan merasakan dampak kenaikan harga BBM? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bulan lalu saya bertanya langsung kepada sekelompok masyarakat yang berkumpul berkat jasa Urban Poor Consortium, Mbak Wardah Hafidz, apa yang akan mereka pilih: Mempertahankan harga BBM tanpa perubahan lain atau harga BBM dinaikkan tajam, tetapi anak-anak mereka bisa ke sekolah dasar tanpa dipungut biaya apa pun? Mereka menyatakan akan memilih yang kedua. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Masyarakat akan mengatasi kenaikan harga BBM jika Rp 70 triliun yang sekarang diboroskan dipakai secara terarah untuk memperbaiki struktur-struktur sosialnya. Pertama, untuk menjamin bahwa segenap anak Indonesia dapat mengikuti pendidikan dasar selama sembilan tahun tanpa dipungut biaya apa pun. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kedua, untuk membiayai sebagian besar fundamental asuransi kesehatan dasar wajib yang memungkinkan setiap warga negara mengakses pelayanan kesehatan biasa dengan biaya terjangkau. Belum adanya asuransi kesehatan dasar wajib bagi sebagian besar masyarakat merupakan kebrutalan sosial paling gawat yang diderita masyarakat ekonomi lemah di negara kita. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Katanya pembangunan kembali Aceh/Nias dan lain-lain akan membutuhkan biaya Rp 30 triliun. Ini kurang dari setengah dari Rp 70 triliun yang diboroskan sekarang! Namun, kiranya lebih baik biaya pembangunan kembali daerah-daerah tsunami diambil dari dana-dana khusus yang akan dimobilisasikan. Pilihan harga BBM mahal bersifat struktural, maka manfaatnya harus struktural juga. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Presiden dan DPR menunjukkan keberanian moral mengambil tanpa ragu keputusan yang jelas tidak populer, tetapi mereka ketahui tak bisa ditunda selamanya karena akan memungkinkan kita mengatasi beberapa kekerasan sosial paling gawat yang sampai sekarang dialami masyarakat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Franz Magnis-Suseno SJ Rohaniwan, &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Direktur Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara di Jakarta&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-4161749428120167123?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/4161749428120167123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=4161749428120167123' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4161749428120167123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4161749428120167123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/oleh-franz-magnis-suseno-sebuah-tulisan.html' title='Jangan Tunda Pencabutan Subsidi BBM'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDGBC-14r0I/AAAAAAAAABc/9NAkO9Jmwos/s72-c/frans.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-640686326253850543</id><published>2008-05-19T06:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-19T16:16:08.953-07:00</updated><title type='text'>Apakah Harga BBM Subsidi Harus Naik?</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDGI9-14r3I/AAAAAAAAAB0/nAZ3VLMHWHw/s1600-h/purbaya.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202089643012042610" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDGI9-14r3I/AAAAAAAAAB0/nAZ3VLMHWHw/s200/purbaya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Purbaya Yudhi Sadewa&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;(Analisis Danareksa tentang Subsidi BBM pernah dimuat Kompas.)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Harga minyak dunia yang tinggi telah menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2008 kita. Untuk menghilangkan tekanan terhadap APBN 2008 itu pemerintah berencana akan menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi. Apakah ini keputusan yang terbaik?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kekhawatiran terhadap keadaan APBN kita cukup beralasan. APBN 2008 memiliki asumsi harga minyak 95 dollar AS per barrel, sedangkan harga minyak dunia saat ini di atas 110 dollar AS per barrel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebenarnya, keadaan APBN kita tidaklah terlalu buruk. Perlu dikemukakan di sini bahwa harga minyak acuan APBN kita adalah harga minyak Indonesian Crude Price (ICP), yang cenderung berada di bawah harga minyak WTI (West Texas Intermediate), yaitu rata-rata lebih rendah sekitar 5 dollar AS per barrel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pada 21 April 2008, misalnya, ketika harga minyak WTI berada pada level 117,5 dollar AS per barrel, harga ICP berada pada leve1 107,0 dollar AS per barrel. Harga minyak OPEC pun tidak terlalu jauh dari level harga minyak ICP ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Selain itu, harga rata-rata minyak ICP pada 2008 sampai 21 April baru 95,7 dollar AS per barrel, tidak terlalu banyak berbeda dengan asumsi APBN yang sebesar 95 dollar AS per barrel.&lt;br /&gt;Harga rata-rata minyak OPEC bahkan baru mencapai 93,8 dollar AS per barrel. Jadi, walaupun agak tertekan, sebenarnya keadaan APBN kita jika dilihat dari sisi asumsi harga minyak bumi tidaklah terlalu buruk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Namun, banyak kalangan yang kurang menyadari keadaan di atas. Akibatnya, media, ekonom, analis pasar modal, pengusaha, dan investor beramai-ramai menyimpulkan, APBN kita tidak akan berkesinambungan karena subsidi membengkak bila tanpa kenaikan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;IHSG sulit naik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berkurangnya kepercayaan terhadap APBN kita menyebabkan indeks harga saham gabungan (IHSG) sulit untuk mengalami kenaikan. Memang, pada Maret 2008 kekhawatiran terjadi resesi di AS telah menekan pasar saham dunia. Namun, pada April tekanan faktor global sudah hilang sepenuhnya. Hal ini terlihat pada pergerakan indeks harga saham SET (Thailand) dan KOSPI (Korea). Namun, IHSG masih belum mengalami kenaikan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dampak negatif juga terlihat pada pasar obligasi. Harga obligasi pemerintah terus mengalami tekanan. Artinya, imbal hasilnya mengalami kenaikan karena pergerakan imbal hasil berbanding terbalik dengan pergerakan harga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Imbal hasil rata-rata obligasi pemerintah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari sekitar 9,7 persen pada Januari menjadi sekitar 11,3 persen pada Maret, dan bahkan sempat naik ke level yang lebih tinggi lagi pada bulan April. Dalam keadaan yang demikian, ongkos penerbitan surat utang baru menjadi lebih mahal daripada sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jatuhnya kepercayaan terhadap kesinambungan APBN perlu dipulihkan secepatnya. Bila tidak, sentimen di pasar akan semakin negatif. Hal ini bila dibiarkan terus dapat memicu terjadinya pembalikan arus modal ke luar negeri secara besar-besaran. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Bila ini terjadi, pasar saham dan pasar obligasi akan terkoreksi dengan amat tajam. Rupiah pun akan tertekan secara amat signifikan. Dan, BI mungkin terpaksa harus menaikkan suku bunga dengan tajam untuk mencegah pelemahan rupiah yang berlebihan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan demikian, sulit bagi pemerintah untuk menerbitkan surat utang. Akibatnya, pembiayaan defisit APBN dari penerbitan surat utang menjadi tidak dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Artinya, kegagalan memulihkan kepercayaan terhadap APBN dapat mengganggu kestabilan sistem finansial secara keseluruhan. Prospek perekonomian pun menjadi suram mengingat kenaikan suku bunga yang tajam dapat mengganggu kesinambungan ekspansi ekonomi yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Simulasi kenaikan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Untuk memulihkan kepercayaan terhadap kesinambungan APBN, rasanya pemerintah memang terpaksa harus menaikkan harga BBM. Lalu, berapa dan kapan kenaikan tersebut harus diimplementasikan?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Danareksa Research Institute melakukan simulasi dengan tiga skenario.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam skenario pertama diasumsikan harga minyak ICP pada periode Mei sampai Desember 2008 bertahan pada level 105 dollar AS per barrel. Skenario kedua mengasumsikan harga minyak ICP pada level 115 dollar AS per barrel, sedangkan WTI pada kisaran 120 dollar AS per barrel. Dan pada skenario yang ketiga ICP diasumsikan berada pada level 125 dollar AS per barrel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Misalnya, untuk skenario kedua, pemerintah harus menyediakan subsidi tambahan sebesar Rp 29,8 triliun. Tabel 2 memperlihatkan kenaikan harga BBM yang harus dikenakan agar subsidi BBM di APBN tidak naik (kelebihan harga di atas 100 dollar AS per barrel dibebankan ke masyarakat).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Untuk skenario dua, bila kenaikan dilakukan pada Mei, harga BBM rata-rata (premium, solar, dan minyak tanah) harus dinaikkan sebesar 38,8 persen. Bila kenaikan dilakukan pada Juni, rata-rata kenaikan harga BBM sekitar 44,2 persen dan 51,5 persen untuk kenaikan pada bulan Juli.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hasil simulasi ini juga menunjukkan bahwa besarnya kenaikan harga juga tergantung dari waktu kenaikan. Penundaan kenaikan dari bulan Mei ke Juli, misalnya, akan menyebabkan kenaikan tambahan sebesar 12,7 persen (untuk skenario dua). Jadi, semakin cepat harga BBM dinaikkan, semakin kecil tingkat kenaikannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Tepat waktu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Lalu, apakah rencana kenaikan BBM yang telah diberitakan (kenaikan pada bulan Juni dengan rata-rata kenaikan sebesar 28,5 persen) sudah tepat?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dari sisi waktu tampaknya memang demikian walaupun sebenarnya kenaikan pada bulan Mei akan lebih baik. Mungkin, pemerintah perlu waktu untuk sosialisasi kenaikan ini, termasuk sosialisasi dengan DPR. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, diperlukan juga waktu untuk mempersiapkan program bantuan untuk masyarakat bawah yang paling terpukul oleh kenaikan harga BBM. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi besaran pun rasanya cukup sesuai. Tampaknya pemerintah mengambil asumsi harga minyak ICP bertahan pada level 110 dollar AS per barrel dan WTI sekitar 115 dollar AS per barrel sampai akhir tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Melihat perkembangan harga minyak dunia saat ini, angka ini rasanya cukup dapat diterima. Asumsi yang diambil pemerintah berada antara skenario satu dan skenario dua dalam simulasi yang telah disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Nilai rata-rata sederhana kenaikan harga BBM dari kedua skenario itu untuk kenaikan bulan Juni tidaklah terlalu jauh dengan besarnya kenaikan yang direncanakan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;Kenaikan yang hampir mendekati 30 persen ini rasanya tidak akan mengurangi daya beli secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kenaikan ini diperkirakan akan memberikan inflasi tambahan sebesar 2 persen. Jadi, dengan laju inflasi saat ini yang berada pada level sekitar 9 persen, laju inflasi pada Juni akan meningkat ke sekitar 11 persen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Suku bunga mungkin akan naik. Namun, rasanya kenaikan BI Rate yang dibutuhkan tidaklah terlalu besar. Diperkirakan BI Rate dapat naik 50-100 basis poin sepanjang tahun ini.&lt;br /&gt;Dengan demikian, BI Rate dapat naik ke sekitar 9 persen. Level ini diperkirakan tidak akan terlalu mengganggu pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Pengalaman selama ini menunjukkan, selama BI Rate berada di bawah 9,5 persen, ekonomi masih dapat berekspansi dengan baik. Hal yang perlu diwaspadai justru adalah dampak negatif terhadap masyarakat bawah. Mereka sudah terpukul oleh kenaikan harga pangan akhir-akhir ini. Karena itu, pemerintah harus mengimplementasikan program bantuan langsung tunai atau jaring pengaman sosial lainnya dengan sungguh-sungguh. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan menyiapkan dan merealisasikan jaring pengaman sosial akan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Jadi, walaupun berat, untuk memulihkan kepercayaan terhadap APBN tampaknya pemerintah terpaksa harus menaikkan harga BBM.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;Purbaya Yudhi Sadewa &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;(Chief Economist Danareksa Research Institute) &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-640686326253850543?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/640686326253850543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=640686326253850543' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/640686326253850543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/640686326253850543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/apakah-harga-bbm-subsidi-harus-naik.html' title='Apakah Harga BBM Subsidi Harus Naik?'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDGI9-14r3I/AAAAAAAAAB0/nAZ3VLMHWHw/s72-c/purbaya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-8260471379556026373</id><published>2008-05-19T05:42:00.001-07:00</published><updated>2008-05-19T05:54:35.853-07:00</updated><title type='text'>Antara Kebijakan Energi Indonesia Dengan Beban Subsidi BBM</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDF3tu14rzI/AAAAAAAAABU/37xJNSIFf-w/s1600-h/widjajono.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202070672141496114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDF3tu14rzI/AAAAAAAAABU/37xJNSIFf-w/s200/widjajono.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Petikan Wawancara dengan Kontributor Khusus BBMwatch Research Media Prof. Dr. Widjajono Partowidagdo (Guru Besar Perminyakan ITB).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disela-sela kesibukannya, pria yang lahir di Magelang 16 September 1951 ini masih menyempatkan hobinya mendaki gunung. Ketika ditemui BBMwatch beberapa waktu lalu di Bandung, beliau dengan semangat bercerita mengenai ”ekspedisi”nya baru-baru ini di salah satu Pegunungan di Himalaya, Nepal. Pun, ketika beliau diajak berbicara mengenai tingginya harga minyak dunia, beban subsidi BBM yang masih memberatkan, serta berbagai kebijakan terkait pengelolaan energi di Indonesia. BBMwatch melakukan wawancara khusus dengan Prof Widjajono Partowidagdo, berikut petikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;RESUME WAWANCARA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Dalam konteks ekonomi energi apa yang sebenarnya dan sebaiknya menjadi dasar dalam penetapan harga BBM, khususnya bagi sektor rumah tangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Untuk menjamin pemasokannya harganya harus menutupi biaya yang sudah dikeluarkan ditambah keuntungan yang wajar. Karena biaya BBM terdiri dari biaya minyak mentah ditambah biaya kilang, transportasi dan distribusi maka biayanya dihitung dari komponen-komponen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Jika kemudian konteks ini kita bawa dalam perspektif kemampuan daya beli masyarakat, bagaimana menjelaskan harga BBM yang wajar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Apabila karena kemampuan daya beli masyarakat dibawah harga ekonomi diatas, maka pemerintah seyogyanya mensubsidi selebihnya. Walaupun demikian seyogyanya subsidi tersebut tidak salah sasaran dan diusahakan menggantikan BBM dengan energi lain yang lebih murah, sehingga subsidinya menjadi lebih rendah. Misalnya untuk memasak menggantikannya dengan LPG, gas kota, briket batubara dan biofuel . Untuk transportasi terutama transportasi umum dengan CNG dan biofuel. Untuk listrik dengan batubara, panas bumi, microhydro, biomass, biogas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Bagaimana sebenarnya menjelaskan kepada publik bahwa harga BBM di Indonesia sangat dipengaruhi oleh harga minyak di pasaran dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Indonesia bukan termasuk penghasil minyak yang besar, bahkan impor minyak dan BBM lebih besar dari ekspornya. Perlu dicatat bahwa cadangan minyak Indonesia hanya 0,5 % cadangan minyak dunia, cadangan gas 1,4 % cadangan gas dunia, cadangan batubara 3,1 % cadangan batubara dunia sedangkan potensi panas bumi Indonesia diperkirakan 40 % potensi panas bumi dunia. Apalagi Indonesia adalah negara miskin karena utangya besar. Untuk negara-negara yang produksinya berlipat-lipat dibandingkan pemakaiannya seperti Arab Saudi, Irak, Iran, Venezuela tidak apa-apa menjual BBM untuk kebutuhan domestik dengan harga murah. Apabila Indonesia melakukan hal yang sama maka Indonesia akan bangkrut . Impor minyak dan BBM diperkirakan akan meningkat dimasa depan, maka mau tidak mau Indonesia harus menjual BBM pada harga keekonomiannya yang merupakan fungsi dari harga minyak mentah ditambah biaya kilang, transportasi dan distribusi serta keuntungan yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Subsidi terhadap harga BBM masih sangat besar (dalam perhitungan BBMwatch untuk tahun ini diatas 50 Triliun), bagaimana anda memandang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Indonesia harus berusaha sesegera mungkin menjadikan program diversifikasi kenyataan, misal dengan meningkatkan penggunaan batubara , panas bumi dan microhydro dan biomass ( limbah dan sampah ) untuk listrik , penggunaan CNG dan biofuel untuk transportasi, LPG, briket batubara , gas kota dan biodiesel untuk memasak . Dengan diversifikasi tersebut subsidinya akan berkurang, apalagi apabila penduduk pedesaan dapat memenuhi sendiri kebutuhan energinya ( misalnya dengan memberikan pinjaman berbunga rendah pada LSM yang mau mengembangkan energi setempat, seperti di Amerika Serikat ) . Diperlukan peningkatan kualitas transportasi publik di kota-kota besar ( busway, monorail ) karena hal ini akan mengurangi pemakaian energi, polusi dan kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Upaya menaikkan harga BBM masih dianggap sebagai suatu langkah yang tidak populer dan sangat politis. Jika demikian langkah lain apa lagi yang bisa ditempuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :Perlu dibuat kebijakan-kebijakan supaya program-program di atas menjadi kenyataan, yang justru akan berhasil apabila harga BBM dinaikan mendekati harga pasar, tetapi pada saat yang sama energi yang lebih murah tersedia. Seyogyanya subsidi tidak diberikan dalam bentuk subsidi harga, tetapi diberikan langsung ( pendidikan, kesehatan, perumahan, pelatihan, modal usaha ) . Disamping itu Indonesia perlu meminimalkan korupsi, menertibkan pajak dan meningkatkan kemampuan ekonominya supaya subsidi langsung lebih besar dan daya beli masyarakat meningkat. Insentif untuk energi-energi baru tersebut dapat diberikan misalnya dengan menjual kompor dan tabung 3 kg untuk LPG dengan harga lebih murah, memberikan pinjaman berbunga rendah untuk listrik pedesaan , menetapkan harga keekonomian listrik panas bumi ( yang jauh lebih murah dari harga listrik BBM ) dan mensubsidi selisih harga panas bumi tersebut dengan harga jual listrik PLN. Untuk 1 KWH listrik dibutuhkan 0,28 liter BBM, bila harga BBM Rp. 5000 /liter maka biayanya RP. 1.400,-. Biaya panas bumi adalah $ 0,05 / KWH, bila 1 $ adalah Rp. 9100,- maka biayanya Rp. 445,-. Apabila kita dapat mencapai target tahun 2100 dengan meningkatkan penggunaan panas bumi 1000 MW maka kita dapat menghemat 1000 MW= 1786 x 109 GWH / tahun = 11.786 x 10 / KWH / tahun x ( RP. 1400- RP. 455) = Rp. 11,15 triliyun / tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Langkah konversi minyak tanah dengan LPG diyakini sebagai salah satu upaya menekan subsidi BBM-minyak tanah, melalui pembagian kompor dan tabung 3 kg secara gratis. Tanggapan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Seyogyanya tidak gratis, tetapi harga murah. Seyogyanya untuk memasak digunakan tidak hanya LPG, tetapi juga briket batubara serta gas pipa untuk kota-kota besar dan biodiesel untuk perdesaan. Perlu disadari bahwa tidak semua gas bisa dijadikan LPG ( hnya C3 dan C4 ). Kalau kita hanya menggantungkan pada LPG maka kemungkinan kita harus mengimpornya. Perlu direalisasikan penggunaan gas dalam pipa untuk dikota-kota besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Pemanfaatan energi alternatif kelihatan masih sebatas wacana, apa saja kendalanya, bukankah harga BBM sudah relatif ekonomis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Perlu kebijakan-kebijakan pada no. 5 , disamping itu perlu informasi pada masyarakat , dan pemberdayaan masyarakat. Disamping itu hal-hal yang menghambat investasi di Indonesia perlu dibenahi seperti lamanya perijinan, ketidakpastian hukum, KKN, tumpang tindih lahan, pembebasan tanah, desentralisasi yang kebablasan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Pemanfaatan biofuel (biosolar dan biopremium) juga kelihatan masih sebatas wacana, apa saja kendalanya?Jawab : Harga minyak kelapa sawit yang tinggi, ketidakpastian harga beli buah jarak, kurangnya informasi mengenai pengolahan jarak dan kompor jarak serta belum disubsidinya kompor jarak. Saat ini pemerintah lebih sibuk dalam pengolahan jarak dalam skala besar dan sepertinya lupa mengembangkan pemakaian jarak di perdesaan supaya penduduknya mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Salah satu jenis BBM yang hingga kini masih dituding subsidinya sangat besar adalah bensin dan solar sektor transportasi yang dijual melalui SPBU. Upaya apa yang bisa ditempuh agar subsidi bisa ditekan dan lebih tepat sasaran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Hilangkan subsidi bensin dan solar, perbaiki transportasi umum di kota-kota besar (bis AC, busway dan monorail ) serta gunakan CNG untuk transportasi umum dan mobil-mobil pemerintah serta perbanyak SPBG dan subsidi tabung CNG sehingga harganya murah. Alihkan subsidi harga ke subsidi langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Dalam konteks pembangunan ekonomi kerakyatan, bagaimana semestinya negara mengelola energi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Jual BBM dengan harga pasar, subsidi transportasi umum, subsidi energi perdesaan dan penggunaan energi terbarukan serta yang lebih utama subsidi langsung kepada yang membutuhkan ( pendidikan, kesehatan, perumahan, pelatihan dan modal usaha ). Hal ini akan meningkatkan kemandirian, seperti yang dilakukan Cina, India, Bangladesh dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Sektor migas dan energi hingga kini masih memegang kontribusi utama dalam pembangunan nasional. Bagaimana upaya-upaya yang bisa ditempuh agar terjadi peningkatan kemampuan Nasional dari sektor ini?Jawab : Perlu keberpihakan pemerintah dalam peningkatan kemampuan Nasional. Kontrak migas yang sudah habis seyogyanya dialihkan kepada perusahaan Nasional (BUMN, BUMD, Swasta) atau paling tidak 60 % sahamnya dimiliki pengusaha nasional. Seyogyanya Indonesia tidak mengekspor minyak mentah ( migas paling menguntungkan jika dijadikan bahan petrokimia ), paling tidak untuk bagian pemerintahnya.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang Prof. Dr. Widjajono Partowidagdo&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Riwayat Pendidikan : (S1, S2, S3) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sarjana Teknik Perminyakan ITB, 1975;MSc. (Petroleum Engineering), USC (U. of Southern California), Los Angeles, USA, 1980;MSc. (Operations Research), USC, 1982;M.A. (Economics), USC, 1986;Ph.D. (Engineering), USC, 1987, dengan disertasi : An Oil and Gas Supply and Economics Model for Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Riwayat Pekerjaan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;· Guru Besar dalam ilmu Ekonomi dan Pengelolaan Lapangan Migas pada Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral, Institut Teknologi Bandung (ITB), sejak 2004;&lt;br /&gt;· Ketua Kelompok Keahlian Pemboran, Produksi dan Manajemen Migas, FIKTM, ITB, sejak 2005;&lt;br /&gt;· Pengajar pada Jurusan Teknik Perminyakan ITB (Institut Teknologi Bandung), sejak tahun 1976;&lt;br /&gt;· Pengajar pada Program Pascasarjana Studi Pembangunan ITB (Institut Teknologi Bandung), sejak tahun 1993;&lt;br /&gt;· Pengajar pada Program Pascasarjana Sumber Daya Mineral, ITB sejak tahun 1989;&lt;br /&gt;· Koordinator Penelitian Model Pembangunan yang Berkelanjutan pada Pusat Antar Universitas (PAU) - Ekonomi - Universitas Indonesia (UI) 1989 - 1992;&lt;br /&gt;· Pembantu Dekan Urusan Akademis, Fakultas Teknologi Mineral (FTM), ITB, 1994-1997;· Ketua Program Pasca Sarjana Studi Pembangunan ITB, 1993 – 2004;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-8260471379556026373?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/8260471379556026373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=8260471379556026373' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8260471379556026373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8260471379556026373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/tentang-kebijakan-energi-indonesia-dan.html' title='Antara Kebijakan Energi Indonesia Dengan Beban Subsidi BBM'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDF3tu14rzI/AAAAAAAAABU/37xJNSIFf-w/s72-c/widjajono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-5663059655472662096</id><published>2008-05-19T04:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-19T16:24:23.335-07:00</updated><title type='text'>Jika Tidak Setuju BBM Naik, Mengapa Harus Menyegel SPBU Dan Sandera Mobil Tangki BBM?</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDIL7e14r5I/AAAAAAAAACE/2GDuHNB7xVw/s1600-h/demo.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202233636085608338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDIL7e14r5I/AAAAAAAAACE/2GDuHNB7xVw/s320/demo.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDILo-14r4I/AAAAAAAAAB8/sbJci-898vU/s1600-h/demo.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Oleh: BBMwatch Research Media &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;(Hasil pantauan dari berbagai media daerah) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penolakan terhadap rencana kebijakan kenaikan BBM saat ini ditandai dengan upaya Massa untuk menyegel SPBU dan menyandera mobil tangki transportir BBM. Sebuah aksi teatrikal yang sebenarnya sangat menggangu keberadaan fasilitas pelayanan publik (baca: rakyat).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di TANGERANG -&lt;/strong&gt; Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Jaringan Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah seperti PMII dan HMI melakukan aksi di depan SPBU 34.15419 di Jalan Ciputat Raya, Tangerang, Banten.Rencananya dalam aksi menolak kenaikan harga BBM itu para mahasiswa ingin melakukaan penyegelan di SPBU itu namun aksi itu batal lantaran dijaga ketat aparat kepolisian dari wilayah Ciputat.Kesal aksinya dihadang mahasiswa kemudian melakukan aksi memantati aparat kepolisian. Beberapa Petugas yang melihat aksi tersebut sebagian hanya tersenyum sinis dan sebagian memalingkan wajahnya dengan mukam masam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di MAKASAR&lt;/strong&gt;, massa mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin yang menggelar aksi demo di depan kantor Bank Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan. Demo yang diikuti Pembantu Rektor III UIN Alauddin diwarnai pembakaran ban, serta menyandera sebuah mobil tangki.&lt;br /&gt;Bentrok massa dan aparat tidak terhindar saat aparat berupaya membubarkan massa. Terjadi aksi saling dorong dan pukul antara massa dengan polisi terjadi. Tiga mahasiswa ditangkap. Unjuk rasa di Makassar berlangsung setidaknya di sejumlah titik, antara lain di kantor DPRD Sulsel, kantor BI, kantor Pertamina, Monumen Mandala, kediaman Jusuf Kalla, kampus UIN Alauddin, SPBU Pettarani, dan Pantai Losari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di CIREBON, &lt;/strong&gt;Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Penyelamat Reformasi (GMPR), Jumat (9/5) kemarin menggelar demo terkait rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) awal Juni mendatang. Aksi mahasiswa tersebut dilakukan di depan Kantor Hiswanamigas di Jl Diponogoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa menilai kebijakan pemerintah tersebut tidak tepat dan tidak berpihak kepada rakyat, mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang terpuruk dan masih banyak rakyat yang menderita karena kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unjuk rasa mahasiswa ini diawali dengan mendatangi kantor Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Cirebon sebagai pihak yang berperan mendistribusikan BBM agar turut serta menolak kenaikan harga BBM. Usai berorasi di depan Kantor Hiswanamigas, mahasiswa mendatangi SPBU 34-45149 di Jl Diponegoro yang letaknya berseberangan dengan kantor Hiswanamigas dan mahasiswa pun melakukan penyegelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Famplet dan poster-poster yang bertuliskan "Disegel oleh rRakyat" di tempel di beberapa sudut SPBU 34-45149. Aksi mahasiswa tersebut kontan menyebabkan antrean kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar. Bahkan, beberapa kendaraan memutuskan untuk memutar arah karena aksi unjuk rasa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Di MOJOKERTO,&lt;/strong&gt; gelombang aksi unjuk rasa menolak kenaikkan BBM (bahan bakar minyak) oleh pemerintah, akhirnya digelar kalangan aktivis mahasiswa di Mojokerto. Dalam aksi yang dilakukan puluhan peserta mengatasnamakan Comando Barisan Rakyat (Cobra), diwarnai "penyegelan" sebuah SPBU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memasang poster segel, tepat di saat beberapa karyawan SPBU di Jl Bhayangkara Kota Mojokerto sedang melayani kepadatan pembeli. Tak pelak, baik pengelola maupun konsumen yang sedang berada di SPBU dibuat ketar-ketir. " SPBU ini adalah milik rakyat. Sudah seharusnya dikembalikan pada rakyat!," teriak Sirro salah satu peserta yang memasang poster segel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang salah dengan SPBU dan Mobil tangki? Bukankah mereka adalah para ujung tombak penyaluran BBM untuk rakyat? Tanpa keberadaan SPBU dan Mobil tangki yang dikelolah pihak swasta maka Pertamina akan kesulitan menyalurkan BBM yang kita nikmati sehari-hari. &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-5663059655472662096?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/5663059655472662096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=5663059655472662096' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/5663059655472662096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/5663059655472662096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/05/jika-tidak-setuju-bbm-naik-mengapa.html' title='Jika Tidak Setuju BBM Naik, Mengapa Harus Menyegel SPBU Dan Sandera Mobil Tangki BBM?'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_Cg7iFSep8R0/SDIL7e14r5I/AAAAAAAAACE/2GDuHNB7xVw/s72-c/demo.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1967766234056357484</id><published>2008-02-15T17:39:00.000-08:00</published><updated>2008-05-24T23:38:32.151-07:00</updated><title type='text'>OIL MARKET REPORT Edisi FEB 2008</title><content type='html'>Sumber : Badan Energi Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Harga minyak mentah sedikit berubah sejak pertengahan Januari lalu hingga sedikit diatas US$ 90/barel. Proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang menurun tercover oleh rendahnya persediaan, perkiraan cuaca dingin yang melanda AS dan sebagian Asia, gangguan pasokan dari Nigeria dan Laut Utara, serta kekhawatiran pasokan minyak dari Venezuela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Permintaan produk minyak global diperkirakan mengalami penurunan sebesar 200 ribu bph menjadi 87,6 juta bph pada tahun 2008 ini setelah adanya laporan melemahnya angka pertumbuhan PDB yang dikeluarkan oleh IMF. Melemahnya pertumbuhan PDB di negara-negara OECD berbanding terbalik dengan yang terjadi di China dan Timur Tengah dimana permintaan minyak menjadi sumber utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Pasokan minyak dunia bulan Januari naik 745 ribu bph menjadi 87,2 juta bph dikarenakan tambahan output baru dari Brasil dan membaiknya produksi Non OPEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Pasokan minyak mentah OPEC bulan Januari mencapai 32 juta bph dimana terjadi peningkatan dari Angola, UEA, Arab Saudi, dan Kuwait namun terdapat penurunan produksi dari Irak, Nigeria, dan Qatar. Kapasitas cadangan efektif OPEC bulan Januari mencapai 2,4 juta bph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Persediaan minyak industri negara-negara OECD turun sebesar 39,5 juta barel pada Desember 2007 akibat terhambatnya pasokan dan operasi kilang pada saat puncak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1967766234056357484?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1967766234056357484/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1967766234056357484' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1967766234056357484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1967766234056357484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/02/oil-market-report-edisi-feb-2008.html' title='OIL MARKET REPORT Edisi FEB 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-3277036970202278219</id><published>2008-02-14T23:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-14T23:14:03.824-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Awal Februari 2008</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THAILAND&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-10                     : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 1 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-20                     : Rp 7.500/liter (tgl efektif : 1 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 E-10                     : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 1 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 9.200/liter (tgl efektif : 1 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.900/liter (tgl efektif : 1 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05%S     : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 1 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 1 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.200/kg (tgl efektif : 30 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 300/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 360/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINGAPURA&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 13.500/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 13.000/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.800/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.900/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAYSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Petrol RON 97            : Rp 5.172/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          Petrol RON 92            : Rp 5.064/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          Diesel                          : Rp 4.260/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          LPG                            : Rp 4.715/kg (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILIPINA&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 10.600/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          E-10                                        : Rp 9.350/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          BioDiesel                                : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 9.100/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 12.800/kg (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AUSTRALIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 11.300/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.900/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 12.100/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.700/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 12.200/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 11.750/liter (tgl efektif : 13 Feb 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGGRIS&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 18.700/liter (tgl efektif : 12 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 19.600/liter (tgl efektif : 12 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 19.300/liter (tgl efektif : 12 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 19.900/liter (tgl efektif : 12 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.700/liter (tgl efektif : 12 Feb 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMERIKA SERIKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.200/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.300/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.300/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.100/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.150/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 6.900/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.100/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 7.400/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 8.600/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.300/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 11 Feb 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFRIKA SELATAN&lt;br /&gt;(tanggal efektif : 6 Feb 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petrol 95 ULP&lt;br /&gt;+          Zona Gauteng : Rp 9.900/liter&lt;br /&gt;+          Zona Pesisir : Rp 9.600&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          Zona Gauteng : Rp 9.500/liter&lt;br /&gt;+          Zona Pesisir : Rp 9.340/liter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illuminating Paraffin&lt;br /&gt;+          Zona Gauteng : Rp 7.500/liter&lt;br /&gt;+          Zona Pesisir : Rp 7.200/liter&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-3277036970202278219?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/3277036970202278219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=3277036970202278219' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3277036970202278219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3277036970202278219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/02/bbmwatch-price-general-edisi-awal.html' title='BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Awal Februari 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-5910702041011848836</id><published>2008-02-02T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-02-02T00:57:59.834-08:00</updated><title type='text'>PERUSAHAAN ENERGI TERBAIK 2007 VERSI PLATTS</title><content type='html'>Sumber : Platts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERDASARKAN PERTUMBUHAN TERCEPAT TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : ExxonMobil Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : BP plc (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Royal Dutch Shell plc (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Chevron Corp (California)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Total SA (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : PetroChina Co Ltd (China)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Statoil ASA (Norwegia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : ENI SpA (Italia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Petrobras (Brasil)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : ConocoPhillips (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 11 : Valero Energy Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 12 : LUKOIL Oil Company (Federasi Rusia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 13 : Marathon Oil Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 14 : EDF SA (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 15 : China Petroleum &amp;amp; Chemical Corp (China)&lt;br /&gt;+          Peringkat 16 : Rosneft Oil Company (Federasi Rusia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 17 : Gazprom OAO (Federasi Rusia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 18 : Occidental Petroleum Corp (California)&lt;br /&gt;+          Peringkat 19 : EnCana Corp (Kanada)&lt;br /&gt;+          Peringkat 20 : Suez (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 21 : Norsk Hydro ASA (Norwegia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 22 : Repsol YPF SA (Spanyol)&lt;br /&gt;+          Peringkat 23 : Oil &amp;amp; Natural Gas Corp Ltd (India)&lt;br /&gt;+          Peringkat 24 : E.ON AG (Jerman)&lt;br /&gt;+          Peringkat 25 : ENEL SpA (Italia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 26 : Gaz de France (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 27 : PTT plc (Thailand)&lt;br /&gt;+          Peringkat 28 : Electrabel SA (Belgia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 29 : Surgutneftegas OAO (Federasi Rusia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 30 : BG Group plc (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 31 : Imperial Oil Ltd (Kanada)&lt;br /&gt;+          Peringkat 32 : RWE AG (Jerman)&lt;br /&gt;+          Peringkat 33 : Vattenfall AB (Swedia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 34 : Hess Corp (New York)&lt;br /&gt;+          Peringkat 35 : CNOOC Ltd (HongKong)&lt;br /&gt;+          Peringkat 36 : Endesa SA (Spanyol)&lt;br /&gt;+          Peringkat 37 : OMV AG (Austria)&lt;br /&gt;+          Peringkat 38 : TXU Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 39 : Reliance Industries Ltd (India)&lt;br /&gt;+          Peringkat 40 : Gazprom Neft (Federasi Rusia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 41 : Suncor Energy Inc (Kanada)&lt;br /&gt;+          Peringkat 42 : EnBW (Jerman)&lt;br /&gt;+          Peringkat 43 : National Grid plc (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 44 : Devon Energy Corp (Oklahoma)&lt;br /&gt;+          Peringkat 45 : Anadarko Petroleum Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 46 : Apache Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 47 : Scottish &amp;amp; Southern Energy (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 48 : Sunoco Inc (Pennsylvania)&lt;br /&gt;+          Peringkat 49 : CEPSA (Spanyol)&lt;br /&gt;+          Peringkat 50 : Husky Energy Inc (Kanada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN ENERGI TERBAIK DI KAWASAN AMERIKA TAHUN 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;+          Asal negara/negara bagian&lt;br /&gt;+          Segmen industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Platts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : Exxon Mobil Corp (Texas – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Chevron Corp (California – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Petrobras (Brasil – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : ConocoPhillips (Texas – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Valero Energy Corp (Texas – Pengilangan dan Pemasaran)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Marathon Oil Corp (Texas – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Occidental Petroleum Corp (California – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : EnCana Corp (Kanada – Eksplorasi dan Produksi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Imperial Oil Ltd (Kanada – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Hess Corp (New York – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN ANEKA ENERGI TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : Suez (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : RWE AG (Jerman)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : National Grid plc (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Dominion Resources Inc (Virginia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Sempra Energy (California)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Veolia Environment (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : PG &amp;amp; E Corp (California)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Midamerican Energy Holdings (Iowa)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Public Service Enterprise Group Inc (New Jersey)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Consolidated Edison Inc (New York)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN ENERGI TERBAIK DI KAWASAN ASIA PASIFIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;+          Asal negara&lt;br /&gt;+          Segmen industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Platts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : PetroChina Co Ltd (China – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 :China Petroleum &amp;amp; Chemical (China – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 :Oil &amp;amp; Natural Gas Corp Ltd (India – Eksplorasi dan Produksi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 :PTT plc (Thailand – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 :CNOOC Ltd (Hong Kong – Eksplorasi dan Produksi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 :Reliance Industries Ltd (India – Pengilangan dan Pemasaran)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 :SK Corp (Korea – Pengilangan dan Pemasaran)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 :Indian Oil Corp Ltd (India – Pengilangan dan Pemasaran)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 :Nippon Mining Holdings Inc (Jepang – Pengilangan dan Pemasaran)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 :China Shenhua Energy Co Ltd (China – Batubara dan Bahan Bakar Industri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRODUSEN BATUBARA DAN BAHAN BAKAR INDUSTRI TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : China Shenhua Energy Co Ltd (China)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Hwange Colliery Co (Zimbabwe)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Peabody Energy Corp (Missouri)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Consol Energy Inc (Pennsylvania)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Cameco Corp (Kanada)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Arch Coal Inc (Missouri)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Yanzhou Coal Mining Co Ltd (China)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : PT BUMI Resources Tbk (Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN EKSPLORASI DAN PRODUKSI MIGAS TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : EnCana Corp (Kanada)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Norsk Hydro ASA (Norwegia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Oil &amp;amp; Natural Gas Corp Ltd (India)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Surgutneftegas OAO (Federasi Rusia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : CNOOC Ltd (Hong Kong)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Devon Energy Corp (Oklahoma)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Anadarko Petroleum Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Apache Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Canadian Natural Resources (AS)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Chesapeake Energy Corp (Oklahoma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN ENERGI TERBAIK DI KAWASAN EROPA, TIMUR TENGAH, AFRIKA TAHUN 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;+          Asal negara&lt;br /&gt;+          Segmen industri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Platts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : BP plc (Inggris – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Royal Dutch Shell plc (Inggris – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Total SA (Perancis – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Statoil ASA (Norwegia – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : ENI SpA (Italia – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : LUKOIL (Federasi Rusia – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : EDF SA (Perancis – Prasarana listrik)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Rosneft Oil Company (Federasi Rusia – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Gazprom OAO (Federasi Rusia – Perusahaan minyak dan gas terintegrasi)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Suez (Perancis – Aneka energi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN GAS TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : Gaz de France (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Gas Natural Sdg SA (Spanyol)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Tokyo Gas Co Ltd (Jepang)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Gail (India) Ltd (India)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Osaka Gas Co Ltd (Jepang)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Hong Kong &amp;amp; China Gas Co Ltd (Hong Kong)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Distrigas SA (Belgia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Questar Corp (Utah)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Oneok Inc (Oklahoma)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Snam Rete Gas SpA (Italia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERDASARKAN INDIKATOR FINANSIAL TAHUN 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NILAI ASSET (DALAM US$ JUTA)&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : EDF SA (240.991)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Royal Dutch Shell plc (235.276)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Exxon Mobil Corp (219.015)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : BP plc (217.601)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Gazprom OAO (187.558)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : E.ON AG (171.212)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : ConocoPhillips (164.781)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Total SA (141.595)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Chevron Corp (132.628)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : RWE AG (125.760)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMLAH PENERIMAAN/REVENUE (DALAM US$ JUTA)&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : Exxon Mobil Corp (335.086)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Royal Dutch Shell plc (318.845)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : BP plc (265.906)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Chevron Corp (204.892)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Total SA (172.422)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : ConocoPhillips (167.578)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : China Petroleum &amp;amp; Chemical Corp (133.092)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : ENI SpA (111.888)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Valero Energy Corp (91.051)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : PetroChina Co Ltd (87.778)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINGKAT KEUNTUNGAN/PROFIT (DALAM US$ JUTA)&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : Exxon Mobil Corp (39.500)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Royal Dutch Shell plc (25.442)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : BP plc (22.025)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : PetroChina Co Ltd (18.120)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Chevron Corp (17.138)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Gazprom OAO (15.887)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : ConocoPhillips (15.550)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Total SA (15.298)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Petrobras (12.179)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : ENI SpA (11.997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINGKAT IMBALAN ATAS MODAL/RETURN ON INVESTED CAPITAL (ROIC) – DALAM PERSEN&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : EBN BV (159,21)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Hwange Colliery Co (68,06)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Hafslund ASA (46,58)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Plains Exploration &amp;amp; Production Co (43,90)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Drax Group (39,72)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Gazprom Neft (31,84)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Exxon Mobil Corp (31,78)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Imperial Oil Ltd (31,45)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : PTT Exploration &amp;amp; Production (28,60)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : GALP Energia SGPS SA (28,55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS TERINTEGRASI TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : Exxon Mobil Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : BP plc (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Royal Dutch Shell plc (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Chevron Corp (California)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Total SA (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : PetroChina Co Ltd (China)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Statoil ASA (Norwegia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : ENI SpA (Italia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Petrobras (Brasil)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : ConocoPhillips (Texas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRODUSEN LISTRIK SWASTA TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : TXU Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Constellation Energy Group Inc (Maryland)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Mirant Corp (Georgia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Atel (Swiss)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : NTPC Ltd (India)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Edison SpA (Italia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Huaneng Power International Inc (China)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : International Power plc (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Calpine Corp (California)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Drax Group (Inggris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN JASA PENYIMPANAN DAN PENGIRIMAN ENERGI TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : Transneft OJSC (Federasi Rusia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Kinder Morgan Energy LP (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Spectra Energy Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Enterprise Products Partners LP (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : TransCanada Corp (Kanada)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Energy Transfer Partners LP (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Enbridge Inc (Kanada)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Plains All American Pipeline LP (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Williams Companies Inc (Oklahoma)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Oneok Partners LP (Nebraska)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN PENGILANGAN DAN PEMASARAN MIGAS TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : Valero Energy Corp (Texas)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : Reliance Industries Ltd (India)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : Sunoco Inc (Pennsylvania)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : SK Corp (Korea)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Indian Oil Corp Ltd (India)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : PKN ORLEN (Polandia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : Nippon Mining Holdings Inc (Jepang)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Formosa Petrochemical (Taiwan)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : S-Oil Corp (Korea Selatan)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Tesoro Corp (Texas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERUSAHAAN PRASARANA LISTRIK TERBAIK TAHUN 2007&lt;br /&gt;+          Peringkat 1 : EDF SA (Perancis)&lt;br /&gt;+          Peringkat 2 : E.ON AG (Jerman)&lt;br /&gt;+          Peringkat 3 : ENEL SpA (Italia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 4 : Electrabel SA (Belgia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 5 : Vattenfall AB (Swedia)&lt;br /&gt;+          Peringkat 6 : Endesa SA (Spanyol)&lt;br /&gt;+          Peringkat 7 : EnBW (Jerman)&lt;br /&gt;+          Peringkat 8 : Scottish &amp;amp; Southern Energy (Inggris)&lt;br /&gt;+          Peringkat 9 : Iberdrola SA (Spanyol)&lt;br /&gt;+          Peringkat 10 : Exelon Corp (Illinois)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-5910702041011848836?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/5910702041011848836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=5910702041011848836' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/5910702041011848836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/5910702041011848836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/02/perusahaan-energi-terbaik-2007-versi.html' title='PERUSAHAAN ENERGI TERBAIK 2007 VERSI PLATTS'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-3513680744473098584</id><published>2008-01-26T20:17:00.000-08:00</published><updated>2008-01-26T20:19:06.345-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 14 JAN – 25 JAN 2008</title><content type='html'>OGJ – 14 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga energi terus turun pada level terendah sepanjang 3 minggu terakhir di pasar New York pada tanggal 11 Januari saat para trader mendengar kekhawatiran para ekonom atas kemungkinan terjadinya resesi yang bisa mengurangi permintaan energi, ditambah pula dengan meningkatnya aksi kekerasan di Nigeria dan Irak yang dapat mengganggu pasokan.&lt;br /&gt;+          Pasukan Turki pekan lalu mengarahkan tembakan artilerinya kearah pemberontak Kurdi di utara Irak yang sebelumnya telah menyerbu masuk wilayah Turki. Tanggal 11 Januari, militan Nigeria mengklaim telah meledakan kapal tanker di Port Harcourt dengan kendali jarak jauh, selain itu para militan pun mengklaim telah dibantu oleh pekerja industri energi dan dinas intelijen Nigeria dalam memasang bom tersebut.&lt;br /&gt;+          Pemberontak Nigeria secara sepihak memerintahkan gencatan senjata setelah pelantikan Presiden Umaru Yar’adua pada bulan Mei untuk memberikannya waktu menyelesaikan kasus korupsi dan keterbelakangan ekonomi di daerah kaya minyak Niger Delta. Namun serangan atas fasilitas perminyakan milik asing terus dilakukan setelah tertangkapnya pimpinan tertinggi Gerakan Emansipasi Niger Delta. Selama akhir pekan, kelompok tersebut menawarkan upaya penghentian serangan jika pemimpin mereka dibebaskan.&lt;br /&gt;+            Analis di Raymond James, Houston mengatakan bahwa berita aksi kekerasan di Nigeria dan ketegangan antara AS dan Iran telah mendorong harga minyak terus naik pada perdagangan awal tanggal 14 Januari di New York. Setelah kunjungannya ke Timur Tengah pekan lalu, Presiden George W Bush menuduh Iran sebagai ancaman keamanan global.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 11 Januari, kontrak Februari minyak US light sweet turun US$ 1.02 menjadi US$ 92.69/barel. Sedangkan kontrak Maret turun US$ 1.05 menjadi US$ 92.16/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing, Oklahoma turun US$ 1.02 menjadi US$ 92.70/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil pengiriman Februari turun 2.14 sen menjadi US$ 2.54/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari turun 4.9 sen menjadi US$ 8.21/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley naik 22.5 sen menjadi US$ 8.16/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Analis Raymond James memperkirakan trend kenaikan harga gas alam akan berbalik setelah memasuki musim semi mendatang.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Februari minyak Brent Laut Utara turun US$ 1.15 menjadi US$ 91.07/barel. Sedangkan gas oil kontrak Februari turun US$ 7 menjadi US$ 797.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun US$ 1.36 menjadi US$ 88.50/barel pada tanggal 11 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 15 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Setelah mengalami penurunan selama 3 sesi perdagangan, harga minyak mengalami rebound diatas US$ 94/barel pada tanggal 14 Januari di New York akibat permintaan saat musim dingin serta menurunnya nilai US dollar.&lt;br /&gt;+          Analis di Raymond James, Houston melaporkan bahwa melemahnya Dollar atas Euro adalah akibat spekulasi jika Federal Reserve akan menurunkan tingkat suku bunganya bulan ini.&lt;br /&gt;+          Analis Raymond James pun mengatakan bahwa harga minyak juga menurun pada perdagangan awal 15 Januari karena adanya ekspektasi Departemen Energi AS akan mengumumkan adanya peningkatan persediaan minyak AS. &lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 14 Januari, minyak US light sweet kontrak Februari naik US$ 1.51 menjadi US$ 94.20/barel. Sedangkan kontrak Maret naik US$ 1.71 menjadi US$ 93.87/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing, Oklahoma naik US$ 1.51 menjadi US$ 94.21/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil pengiriman Februari naik 5.33 sen menjadi US$ 2.59/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari naik 14.3 sen menjadi US$ 8.35/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley naik 29.3 sen menjadi US$ 8.45/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Februari minyak Brent Laut Utara naik US$ 1.85 menjadi US$ 92.92/barel. Sedangkan gas oil Februari naik US$ 11 menjadi US$ 808.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik 12 sen menjadi US$ 88.62/barel pada tanggal 14 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 16 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga minyak kembali mengalami penurunan pada tanggal 15 Januari di pasar New York setelah Badan Energi Internasional di Paris mengurangi outlook permintaan minyak dunia sebesar 130.000 bph menjadi 88,2 juta bph selama triwulan pertama 2008.&lt;br /&gt;+          Lembaga Informasi Energi AS mengatakan pada tanggal 16 Januari bahwa persediaan minyak komersial AS naik 4,3 juta barel menjadi 287,1 juta barel selama pekan yang berakhir tanggal 11 Januari. Persediaan gasolin AS naik 2,2 juta barel menjadi 215,3 juta barel sedangkan persediaan bahan bakar distilasi naik 1,1 juta barel menjadi 129,8 juta barel. Persediaan propana dan propylene turun sebesar 2,5 juta barel menjadi 48,7 juta barel pada pekan lalu.&lt;br /&gt;+          Impor minyak mentah AS naik sebesar 583.000 bph menjadi 10,4 juta bph pada periode yang sama. Meski demikian, input minyak untuk kilang AS turun sebesar 760.000 bph menjadi 15 juta bph dengan kapasitas operasi kilang mencapai 87,1%. Produksi gasolin AS turun menjadi 9 juta bph dan produksi bahan bakar distilasi turun menjadi 4,3 juta bph.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 15 Januari, kontrak Februari untuk minyak US light sweet turun US$ 2.30 menjadi US$ 91.90/barel. Sedangkan kontrak Maret turun US$ 2.14 menjadi US$ 91.73/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing, Oklahoma turun US$ 2.30 menjadi US$ 91.91/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil pengiriman Februari turun 4.2 sen menjadi US$ 2.55/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari turun 15.7 sen menjadi US$ 8.20/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley turun 20 sen menjadi US$ 8.25/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, kontrak Februari minyak Brent Laut Utara turun US$ 1.94 menjadi US$ 90.98/barel. Sedangkan kontrak Februari untuk gas oil turun US$ 10 menjadi US$ 798.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun 13 sen menjadi US$ 88.49/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 17 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga energi terus turun pada tanggal 16 Januari setelah Lembaga Informasi Energi AS melaporkan adanya peningkatan jumlah persediaan minyak AS.&lt;br /&gt;+          Analis di Raymond James, Houston mengatakan pasar memberi sinyal bahwa sisi permintaan dari persamaan energi adalah jauh lebih penting dibandingkan sisi pasokan setelah harga minyak turun 10% dari level US$ 100/barel pada awal tahun ini.&lt;br /&gt;+          Lembaga Informasi Energi AS mengatakan bahwa persediaan minyak AS naik 4,3 juta barel menjadi 287,1 juta barel selama pekan yang berakhir tanggal 11 Januari. Sedangkan persediaan gasolin naik 2,2 juta barel menjadi 215,3 juta barel selama pekan yang sama dan persediaan bahan bakar distilasi naik 1,1 juta barel menjadi 129,8 juta barel.&lt;br /&gt;+            Pasar pun tampaknya dipengaruhi oleh kunjungan Presiden Bush ke Arab Saudi dimana ia mendorong Raja Abdullah bin Abdulaziz al-Saud untuk menambah produksi minyak guna menurunkan harga energi.&lt;br /&gt;+          Paul Horsnell dari Barclays Capital, London mengatakan bahwa permintaan minyak jauh lebih sensitif terhadap pertumbuhan pasar baru. Diperkirakan pada tahun 2008 sumber permintaan minyak terbesar akan berasal dari China, India, dan Arab Saudi.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 16 Januari, kontrak Februari minyak US light sweet turun US$ 1.06 menjadi US$ 90.84/barel. Sedangkan kontrak Maret turun US$ 1.37 menjadi US$ 90.36/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing turun US$ 1.06 menjadi US$ 90.85/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil kontrak Februari turun 2.88 sen menjadi US$ 2.52/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari turun 6.3 sen menjadi US$ 8.13/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley turun 3 sen menjadi US$ 8.22/MMbtu. Saat yang sama, Lembaga Informasi Energi AS melaporkan penarikan gas alam dari penyimpanan bawah tanah sebesar 59 miliar kaki kubik pada pekan yang berakhir tanggal 11 Januari. Saat ini cadangan gas alam AS mencapai 2,7 triliun kaki kubik.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Februari minyak Brent Laut Utara turun US$ 1.23 menjadi US$ 89.75/barel. Sedangkan gas oil untuk Februari turun US$ 18 menjadi US$ 780.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun US$ 2.07 menjadi US$ 86.42/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 18 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Olivier Jakob dari Petromatrix, Zug, Swiss mengatakan bahwa dalam sisi positif, harga minyak WTI akan dipertahankan diatas US$ 90/barel dengan mempertimbangkan kemungkinan booming ataupun jatuhnya pasar dalam beberapa waktu ke depan disamping faktor kilang yang masih dalam perbaikan.&lt;br /&gt;+          Saat yang sama, Ronald J Barone, managing director UBS Securities LLC, New York mengatakan bahwa mereka menurunkan perkiraan harga gas alam spotnya untuk 2008 dan 2009 menjadi US$ 7.25/MMbtu dan US$ 7.60/MMbtu dari sebelumnya yang mencapai US$ 8/MMbtu dan US$ 8.25/MMbtu.&lt;br /&gt;+          UBS pun meningkatkan perkiraan harga minyak WTI untuk 2008 dan 2009 menjadi US$ 85/barel dan US$ 78/barel.  &lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 17 Januari, kontrak Februari untuk minyak US light sweet turun 71 sen menjadi US$ 90.13/barel. Sedangkan kontrak Maret turun 79 sen menjadi US$ 89.57/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing, Oklahoma turun 71 sen menjadi US$ 90.13/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil untuk Februari turun 1.49 sen menjadi US$ 2.50/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari turun 5.2 sen menjadi US$ 8.08/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley tidak berubah di posisi US$ 8.22/MMbtu.  &lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, kontrak Maret minyak Brent Laut Utara turun 75 sen menjadi US$ 88.75/barel. Sedangkan gas oil kontrak Februari naik US$ 5.50 menjadi US$ 786/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun 12 sen menjadi US$ 86.30/barel pada tanggal 17 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 21 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Setelah mengalami penurunan selama 3 hari, harga berjangka minyak kembali naik secara moderat pada tanggal 18 Januari di pasar New York setelah Gedung Putih mengumumkan paket kebijakan yang bertujuan mengatasi masalah ekonomi di AS.&lt;br /&gt;+          Analis dan investor tampaknya hanya memiliki sedikit keyakinan atas paket stimulus ekonomi tersebut, namun para trader tampaknya akan membeli kontrak berjangka minyak setelah harganya turun dalam beberapa waktu belakangan. Meski demikian, harga kontrak berjangka minyak akan dipertahankan diatas US$ 90/barel.&lt;br /&gt; +         Di NYMEX tanggal 18 Januari, kontrak Februari untuk minyak US light sweet naik 44 sen menjadi US$ 90.57/barel sedangkan untuk kontrak Maret naik 35 sen menjadi US$ 89.92/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing, Oklahoma naik 44 sen menjadi US$ 90.58/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil untuk Februari naik 0.39 sen menjadi US$ 2.51/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari turun 8.8 sen menjadi US$ 7.97/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley terdorong naik 16,5 sen menjadi US$ 8.39/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Maret minyak Brent Laut Utara naik 48 sen menjadi US$ 89.23/barel. Sedangkan harga gas oil kontrak Februari naik US$ 3.50 menjadi US$ 789.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik 24 sen menjadi US$ 86.06/barel pada tanggal 18 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 22 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Spekulasi atas kemungkinan AS masuk ke dalam resesi telah menurunkan harga minyak ke level terbawah selama 6 pekan terakhir pada perdagangan awal tanggal 22 Januari setelah perdagangan di lantai bursa NYMEX ditutup tanggal 21 Januari untuk hari libur menghormati Martin Luther King Jr.&lt;br /&gt;+          Olivier Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa sistem financial global tengah mengalami uji coba tekanan dimana manajemen dana, perlindungan modal dan margin call harus memiliki peranan lebih besar dibandingkan fundamental yang dijaminkan dalam bentuk apapun.&lt;br /&gt;+          Analis di Raymond James menambahkan bahwa gas alam dan LNG akan menjadi komoditas global yang mudah dihasilkan dan dipergunakan dimana dalam dekade berikutnya akan terdapat peningkatan konsumsi gas alam untuk pembangkit listrik, pengurangan konsumsi minyak dalam bentuk heating oil dan peruntukan gas alam sebagai bahan bakar kendaraan.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun 72 sen menjadi US$ 85.34/barel pada tanggal 21 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 23 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga minyak untuk kontrak bulan selanjutnya turun menjadi US$ 86.11/barel pada perdagangan tengah hari tanggal 22 Januari sebelum akhirnya naik kembali namun masih dibawah US$ 90/barel di New York.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 23 Januari, harga US light sweet kontrak Februari turun 72 sen menjadi US$ 89.85/barel. Sedangkan kontrak Maret turun 71 sen menjadi US$ 89.21/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI di Cushing, Oklahoma turun 72 sen menjadi US$ 89.86/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil kontrak Februari turun 3.48 sen menjadi US$ 2.47/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak gas alam Februari turun 32.3 sen menjadi US$ 7.67/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley turun 42.5 sen menjadi US$ 7.96/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, kontrak Februari untuk minyak Brent Laut Utara naik 94 sen menjadi US$ 88.45/barel. Sedangkan harga gas oil untuk Februari turun US$ 1.25 menjadi US$ 776.75/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun US$ 1.37 menjadi US$ 83.84/barel pada tanggal 22 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 24 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga berjangka minyak untuk bulan selanjutnya turun dibawah US$ 87/barel pada tanggal 23 Januari akibat kekhawatiran resesi ekonomi.&lt;br /&gt;+          Sejumlah analis mengemukakan teori bahwa dana investasi dan spekulan mungkin akan menjual posisi komoditasnya saat ini untuk menutup margin call dan finance loss di pasar modal.&lt;br /&gt;+          Lembaga Informasi Energi AS dibawah Departemen Energi melaporkan pada tanggal 24 Januari bahwa persediaan minyak komersial AS naik 2,3 juta barel menjadi 289,4 juta barel selama pekan yang berakhir tanggal 18 Januari. Persediaan gasolin AS naik 5 juta barel menjadi 220,3 juta barel pada pekan yang sama. Persediaan bahan bakar distilasi turun 1,3 juta barel menjadi 128,5 juta barel sedangkan persediaan propana dan propylene turun 3,3 juta barel menjadi 45,4 juta barel.&lt;br /&gt;+          Impor minyak mentah AS turun 233.000 bph menjadi 10,2 juta bph pada periode yang sama. Input minyak mentah untuk kilang AS turun sebesar 91.000 bph menjadi 14,9 juta bph dimana kilang beroperasi dengan kapasitas 86,5%. Produksi gasolin turun menjadi 9 juta bph dan produksi bahan bakar distilasi turun menjadi 4,1 juta bph. &lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 23 Januari, harga US light sweet kontrak Maret diperdagangkan antara US$ 86.65 – 89.44/barel dan akhirnya ditutup pada posisi US$ 86.99/barel. Untuk kontrak April harganya turun US$ 2.14 menjadi US$ 86.62/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI di Cushing, Oklahoma turun US$ 2.54 menjadi US$ 87.32/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil pengiriman Februari turun 4.95 sen menjadi US$ 2.42/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari turun 4.9 sen menjadi US$ 7.62/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley turun 10 sen menjadi US$ 7.86/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Lembaga Informasi Energi AS melaporkan adanya pengeluaran gas alam sebanyak 155 miliar kaki kubik dari penyimpanan bawah tanah pada pekan yang berakhir tanggal 18 Januari. Saat ini persediaan gas alam AS mencapai 2,5 triliun kaki kubik.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Maret minyak Brent Laut Utara turun US$ 1.83 menjadi US$ 86.62/barel sedangkan gas oil kontrak Februari turun US$ 6 menjadi US$ 770.75/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun 84 sen menjadi US$ 84.68/barel pada tanggal 23 Januari. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 25 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga berjangka energi naik lebih dari US$ 2/barel pada tanggal 24 Januari setelah Presiden Bush dan pemimpin Kongres AS sepakat meluncurkan paket stimulus ekonomi yang akan memberikan potongan pajak bagi sebagian besar pembayar pajak di AS.&lt;br /&gt;+          Kontrak minyak mentah untuk bulan berikutnya naik diatas US$ 91/barel pada perdagangan awal tanggal 25 Januari di pasar New York. Pasar terus bergerak dibelakang aksi pemerintah Federal AS dan begitu juga dengan harga energi, hal tersebut disampaikan oleh analis di Raymond James. Untuk menambah tercapainya tujuan program stimulus ekonomi, Federal Reserve mengurangi suku bunga overnightnya menjadi 3,5%.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 24 Januari, harga US light sweet kontrak Maret naik tajam sebesar US$ 2.42 menjadi US$ 89.41/barel sedangkan untuk kontrak April naik US$ 2.37 menjadi US$ 88.99/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga WTI di Cushing naik US$ 2.09 menjadi US$ 89.41/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil pengiriman Februari naik 5.32 sen menjadi US$ 2.48/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari naik 18.1 sen menjadi US$ 7.80/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley turun 3.5 sen menjadi US$ 7.83/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Maret naik US$ 2.45 menjadi US$ 89.07/barel sedangkan gas oil Februari naik US$ 3.50 menjadi US$ 774.25/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun 10 sen menjadi US$ 84.58/barel pada tanggal 24 Januari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-3513680744473098584?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/3513680744473098584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=3513680744473098584' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3513680744473098584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3513680744473098584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/world-petroleum-market-14-jan-25-jan.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 14 JAN – 25 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-241291172580998155</id><published>2008-01-25T21:24:00.001-08:00</published><updated>2008-01-25T21:24:34.911-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH NEWS Edisi Februari 2008</title><content type='html'>+       Harga Motor Gasoline (Mogas) Singapore yang menjadi acuan harga Premium mengalami kenaikan cukup signifikan. Akibatnya harga Keekonomian Premium pada periode Februari 2008 naik 3,8% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 7.611/ Liter. Kenaikan yang cukup tinggi ini akibat harga minyak dunia yang stabil diatas US$ 95/barel selama 2 minggu pertama bulan Januari 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga Gasoil Singapore yang menjadi acuan harga Solar terus menguat. Harga keekonomian solar Februari 2008 naik 4,2% menjadi Rp. 8.148/ Liter. Sama halnya dengan Premium, maka beban subsidi solar (sektor transportasi) juga semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Hal yang sama juga terjadi pada harga kerosene Singapore sebagai acuan harga minyak tanah. Harga Keekonomian minyak tanah pada bulan Februari 2008 naik tipis yaitu 0,38% menjadi Rp. 8.190/ liter, akibatnya subsidi minyak tanah akan terus naik hingga diatas Rp. 6.100/ liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Berdasarkan perhitungan BBMwatch, harga Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina DEX (Solar Grade Tinggi) pada Februari 2008 nanti diperkirakan berturut-turut mencapai Rp. 7.500, Rp.  7.850, dan Rp.    8.900 per Liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Untuk harga Bahan Bakar Nabati/ Biofuel sesuai dengan harga referensi Biodiesel dan Ethanol bulan Januari 2008 diperkirakan berturut-turut mencapai angka Rp. 4.800/liter (Ethanol/Bio-Premium) , dan Rp.  10.900/liternya (Biodiesel/Biosolar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga LPG Saudi Aramco Contract Prices (Aramco CP) berdasar data akhir Januari 2008 yang dapat menjadi acuan harga keekonomian LPG bulan Februari 2008 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 9.000/Kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga Minyak Mentah BCI-13 (Rata-rata Harga Minyak Mentah dari 13 Negara Pilihan BBMwatch berdasarkan aspek sensitivitas geopolitik &amp;amp; konsistensi volume produksi) mencapai US$ 88.91/ Barel. Total produksi per Januari 2008 dari negara BCI-13 mencapai 51.120.000 bph, sekitar 60% produksi dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-241291172580998155?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/241291172580998155/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=241291172580998155' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/241291172580998155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/241291172580998155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/bbmwatch-news-edisi-februari-2008.html' title='BBMWATCH NEWS Edisi Februari 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-844512994604320861</id><published>2008-01-25T21:23:00.000-08:00</published><updated>2008-01-25T21:24:01.831-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Akhir Januari 2008</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THAILAND&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-10                     : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-20                     : Rp 7.500/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 E-10                     : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 9.200/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.800/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05%S     : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.000/kg (tgl efektif : 30 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 645/liter (tgl efektif : 23 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 495/liter (tgl efektif : 23 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINGAPURA&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 13.500/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 13.000/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.800/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.900/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAYSIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan edisi Tengah Nov 2007 karena disubsidi dan dipatok tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILIPINA&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 10.600/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          E-10                                        : Rp 9.350/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          BioDiesel                                : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 9.100/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 12.800/kg (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AUSTRALIA&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 11.300/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.850/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 12.200/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.900/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 12.200/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 11.800/liter (tgl efektif : 24 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGGRIS&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 19.100/liter (tgl efektif : 22 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 20.000/liter (tgl efektif : 22 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 19.700/liter (tgl efektif : 22 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 20.400/liter (tgl efektif : 22 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 22 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMERIKA SERIKAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.500/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.500/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.300/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.200/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.200/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 8.900/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.600/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 21 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AFRIKA SELATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Gauteng (Zona 9 C)&lt;br /&gt;+          V Power 95 (Inl)                     : Rp 9.300/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          M93 ULP &amp;amp; M93 LRP           : Rp 9.000/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel 0.05%                           : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel 0.005%                         : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          IP/Kero                                   : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan Coastal (Zona 1A)&lt;br /&gt;+          V Power &amp;amp; M95LRP              : Rp 8.950/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel 0.05%                           : Rp 9.600/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel 0.005%                         : Rp 9.650/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          IP/Kero                                   : Rp 7.500/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-844512994604320861?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/844512994604320861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=844512994604320861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/844512994604320861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/844512994604320861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/bbmwatch-price-general-edisi-akhir.html' title='BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Akhir Januari 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-6834744664432036338</id><published>2008-01-25T21:22:00.001-08:00</published><updated>2008-01-25T21:22:55.507-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE EUROPE Edisi JANUARI 2008</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Austria                        : (Rp 16.600/liter – Unleaded), (Rp 16.200/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Belgia              : (Rp 19.800/liter – Unleaded), (Rp 16.400/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Rep Ceko        : (Rp 16.600/liter – Unleaded), (Rp 16.800/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Denmark         : (Rp 19.500/liter – Unleaded), (Rp 18.200/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Finlandia         : (Rp 18.200/liter – Unleaded), (Rp 15.500/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Perancis           : (Rp 18.500/liter – Unleaded), (Rp 16.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Jerman             : (Rp 18.000/liter – Unleaded), (Rp 17.200/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Yunani                        : (Rp 14.600/liter – Unleaded), (Rp 15.000/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Belanda           : (Rp 20.700/liter – Unleaded), (Rp 16.500/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Hongaria         : (Rp 16.600/liter – Unleaded), (Rp 16.800/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Irlandia            : (Rp 16.300/liter – Unleaded), (Rp 16.100/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Italia                : (Rp 18.800/liter – Unleaded), (Rp 18.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Luksembourg  : (Rp 15.500/liter – Unleaded), (Rp 13.400/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Estonia                        : (Rp 12.000/liter – Unleaded), (Rp 13.100/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Norwegia        : (Rp 21.200/liter – Unleaded), (Rp 20.400/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Latvia              : (Rp 13.400/liter – Unleaded), (Rp 14.300/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Lithuania         : (Rp 13.900/liter – Unleaded), (Rp 14.300/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Polandia          : (Rp 17.500/liter – Unleaded), (Rp 16.400/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Slowakia         : (Rp 16.800/liter – Unleaded), (Rp 17.600/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Slovenia          : (Rp 14.200/liter – Unleaded), (Rp 14.400/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Portugal           : (Rp 18.800/liter – Unleaded), (Rp 16.200/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Spanyol           : (Rp 14.900/liter – Unleaded), (Rp 14.300/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Swedia                        : (Rp 17.500/liter – Unleaded), (Rp 16.800/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Swiss               : (Rp 14.800/liter – Unleaded), (Rp 16.000/liter – Diesel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-6834744664432036338?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/6834744664432036338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=6834744664432036338' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6834744664432036338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6834744664432036338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/bbmwatch-price-europe-edisi-januari.html' title='BBMWATCH PRICE EUROPE Edisi JANUARI 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7534377519617262952</id><published>2008-01-25T14:50:00.000-08:00</published><updated>2008-01-25T14:51:35.041-08:00</updated><title type='text'>PETROLEUM TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 21 JAN 2008</title><content type='html'>Sumber : Kementerian Koordinator Perekonomian RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMINA AKAN TINGKATKAN INVESTASI 50%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamina akan meningkatkan investasi sebesar 50% menjadi Rp. 21 triliun untuk meningkatkan produksi minyak dan perbaikan kilang-kilang minyak. Demikian hal tersebut dikatakan oleh presiden direktur Ari Soemarno kepada Reuters (Kamis, 17/1/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dana tersebut akan berasal dari pinjaman perbankan dan pendanaan internal Pertamina,” kata Ari.  Alokasi dana adalah Rp.13 triliun untuk kegiatan hulu dan Rp. 8 triliun untuk kegiatan hilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, investasi Pertamina tercatat sebesar Rp.14 triliun, termasuk Rp. 10 triliun untuk investasi sektor hulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suroso Atmomartoyo, direktur pengolahan Pertamina mengatakan, dana sebesar USD 300 juta akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas kilang Balongan yang memiliki kapasitas pengolahan sebanyak 125 ribu barrel per hari yang memasok keperluan BBM untuk wilayah Jawa Barat dan Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamina juga akan menyiapkan dana sebesar Rp. 4 triliun untuk pengembangan lapangan Cepu yang dioperasikan bersama dengan ExxonMobil Corp .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Kamis lalu, Ari Soemarno mengatakan bahwa Pertamina memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp. 23 triliun pada tahun 2007. kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga minyak dan program efisiensi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan keuangan resmi akan diterbitkan pada tanggal 30 Januari mendatang pada saat rapat umum pemegang saham. Angka tersebut yang merupakan kenaikan 8,5% dari keuntungan tahun 2006 sebesar Rp21,2 triliun merupakan keuntungan terbesar yang pernah diperoleh oleh perusahaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keuntungan ini merupakan windfall profit dari kenaikan harga minyak dan juga hasil dari efisiensi perusahaan,” kata Ari Soemarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERICA ENERGY NEGOSIASIKAN HARGA GAS KAMBUNA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serica Energy pada hari Rabu lalu (16/1/08) mengumumkan kesepakatan dalam penjualan gas dari lapangan Kambuna. Menurut laporan Dow Jones, gas tersebut akan dijual kepada PT PLN dengan harga awal USD 4,50 per MMBTU dan akan mengalami kenaikan setiap 3% setiap tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas tersebut akan dikirmkan ke Pangkalan Brandan dan selanjutnya akan menuju pembangkit PLN di Belawan, Medan melalui pipa gas yang ada saat ini. Sisa gas akan dijual kepada konsumen industri melalui proses lelang. Proses penawaran akan dilakukan pada awal Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gas, Serica juga akan menjual 4000-5000 barrel kondensat perhari dengan harga yang sesuai dengan harga minyak mentah. Serica merupakan operator lapangan Kambuna dan memiliki 65% saham kerja di lapangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CEO Serica, Paul Ellis mengatakan, pasokan gas akan dapat memenuhi permintaan dari Medan yang saat ini sering mengalami pemadaman listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMP TINGKATKAN PRODUKSI MINYAK 800 BARREL PER HARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan minyak dan gas Energi Mega Persada (EMP), pada hari Kamis (18/1/08) lalu mengatakan akan mendapatkan tambahan produksi minyak sebesar 800 barrel per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pernyataan tertulis perusahaan yang dikutip oleh The Jakarta Post,   tambahan produksi minyak tersebut berasal dari sumur DC-8 dan DC-9 di Blok Malacca Strait di Sumatra pada bulan Januari ini. Penemuan baru tersebut akan meningkatkan produksi minyak lapangan tersebut menjadi 9500 barrel per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007, EMP memproduksi 11 ribu barrel minyak dan 80 kaki kubik gas per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDCO DAN GULF AKAN KEMBANGKAN LAPANGAN GAS DI ALJAZAIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Medco Energi Internasional sedang melakukan pembicaraan dengan perusahaan minyak asal Qatar, Gulf Petroleum Ltd. untuk rencana pengembangan lapangan gas alam di Aljazair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut direktur pengembangan perusahaan, Rashid Mangunkusumo kepada Bloomberg (Rabu, 16/1/08) lalu, lapangan tersebut diperkirakan akan mampu memproduksi 300 juta kaki kubik gas per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alajazair saat ini sedang meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan ekspor gas tahunan sebesar 31% menjadi 85 milyar kaki kubik pada akhir tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu menurut Rashid, Medco akan membangun pabrik fosfat di Maroko yang akan menggnakan bahan baku gas. Pabrik fosfat tersebut akan memerlukan dana sebesar USD 300 juta dengan kapasitas produksi sebesar 400 ribu metrik ton per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proyek ini, Medco akan bekerjasama dengan PT Bosowa Investama dan BUMN Maroko. Pupuk tersebut akan dijual di pasar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Medco sedang gencar melakukan ekspansi ke luar negeri dan memiliki wilayah kerja eksplorasi minyak dan gas di Amerika Serikat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7534377519617262952?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7534377519617262952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7534377519617262952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7534377519617262952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7534377519617262952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/petroleum-trade-and-investment-news_25.html' title='PETROLEUM TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 21 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-2557775845309848879</id><published>2008-01-25T14:49:00.002-08:00</published><updated>2008-01-25T14:50:23.900-08:00</updated><title type='text'>MINERAL TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 21 JAN 2008</title><content type='html'>Sumber : Kementerian Koordinator Perekonomian RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMI INCAR  50% SAHAM DI PROYEK BATUBARA SENILAI USD 1,3 MILYAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Bumi Resources saat ini sedang mengincar 50% pada proyek batubara cair pertama di Indonesia senilai USD 1,3 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ketua riset dan development Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral, Nenny Sri Utami kepada The Jakarta Post (Kamis,17/1/08), Bumi Resources telah mengirimkan surat kepada Departemen ESDM mengenai perihal kepemilikan saham tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Surat tersebut menyatakan minat Bumi untuk proyek selanjutnya yang merupakan proyek komersial,” kata Nenny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase yang saat ini sedang berlangsung adalah fase semi komersial dan dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari perusahan batubara lokal, termasuk Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana pelaksanaan proyek ini berasal dari Japan Bank International Cooperation (JBIC). Studi kelayakan telah dilakukan sejak bulan Agustus lalu dan diperkirakan agar segera selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek tersebut akan memiliki kapasitas produksi awal sebesar 13.500 barrel per hari dan akan diikuti oleh tahap komersial yang akan naik kapasitas produksinya sebesar 2 kali lipat setelah investasi tambahan sebesar USD 800 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNITED TRACTORS AKAN BELI TAMBANG TUAH TURANGGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT United Tractors (UT), anak perusahaan PT Astra International, akan mengakuisisi 93,3% saham perusahaan tambang PT Tuah Turangga Agung dengan nilai USD 115,57 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut direktur UT, Gidion Hasan yang dikutip oleh Thomson Financial (7/1/08), UT telah menandatangani perjanjian pembelian saham dengan Tuah Turangga pada 7 Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuah Turangga memiliki kontrak kerja selama 3 tahun dari pemerintah untuk kegiatan eksplorasi batubara di Kalimantan Selatan. Wilayah kerja Tuah Turangga diperkirakan memiliki cadangan sebesar 40 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMN PT Tambang Timah juga mengatakan rencana perusahaan untuk membeli saham di sektor pertambangan batubara dan menyiapkan dana Rp. 2 triliun untuk mengakuisisi tambang batubara kalori tinggi di Kalimantan dan Sumatra. Demikian menurut laporan Asia Pulse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana ini sejalan dengan target perusahaan untuk meningkatkan cadangan batubaranya dari saat ini sebesar 10 juta ton menjadi 60 juta ton. Demikian menurut presiden direktur Wachid Usman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Timah memiliki anak perusahaan PT Tanjung Alam Jaya yang mengoperasikan tambang batubara di Kalimantan Selatan dengan jumlah cadangan sebesar 10 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, PT Tanjung berhasil memproduksikan 1,4 juta ton batubara dan akan meningkat menjadi 1,8 juta ton pada tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ITOCHU AKAN BANGUN JALUR KA DI KALIMANTAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Itochu Indonesia, anak perusahaan asal Jepang, Itochu Corp. mengatakan akan membangun jalur kereta api sepanjang 200 km di Kalimantan Tengah dengan nilai investasi USD 1 milyar. Menurut laporan Asia Pulse (Selasa, 16/1/08), dalam proyek itu beberapa perusahaan tambang akan ikut serta yaitu BHP Billiton, Rio Tinto, Medco Tulip Tura Group dan Companhia Valedo Rio Doce asal Brasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur kereta api tersebut akan dibangun di kabupaten Barito Utara dan Kapuas dan menghubungkan Muara Teweh dan Buntuk, dan akan merupakan jalur transportasi batubara, menggantikan transportasi batubara denga truk yang selama ini telah merusak jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut presiden direktur Itochu, Yasuo Ichimura, rusaknya infrastruktur di Kalimantan telah mengurangi minat investor untuk melakukan investasi di Kalimantan. Menurut Itochu, jalur tersebut akan mulai beroperasi pada semester pertama tahun 2009 dan pemerintah daerah akan memiliki saham 30% di proyek tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-2557775845309848879?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/2557775845309848879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=2557775845309848879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2557775845309848879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2557775845309848879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/mineral-trade-and-investment-news-edisi_25.html' title='MINERAL TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 21 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-4488851006006288457</id><published>2008-01-25T14:49:00.001-08:00</published><updated>2008-01-25T14:49:40.270-08:00</updated><title type='text'>ELECTRIC POWER TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 21 JAN 2008</title><content type='html'>Sumber : Kementerian Koordinator Perekonomian RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PLN TANDATANGANI KONTRAK PROYEK 120 MW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT PLN telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan konsorsium perusahaan China National Heavy Machinery Corp dan Shandong Electric Power  untuk membangun pembangkit listrik tenaga batubara senilai  USD 132 juta di Kalimantan Tengah. Demikian menurut laporan Reuters (Senin, 14/1/08) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pembangkit ini akan memerlukan batubara sebanyak 600 ribu ton setiap tahunnya. Pembangkit ini akan selesai dibangun pada tahun 2010,” kata direktur pembangkit listrik, Fahmi Mochtar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden direktur PLN, Eddie Widiono mengatakan PLN telah mendapatkan dana untuk pembangunan 5 pembangkit listrik tenaga batubara dari 6 bank, demikian menurut The Jakarta Post.  Pinjaman perbankan tersebut sebesar 40% total dana yang dibutuhkan atau senilai USD 1,9 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mentargetkan penambahan listrik sebanyak 10.000MW pada tahun 2009 dengan nilai investasi total sebesar Rp. 45 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangkit listrik tersebut akan dibangun di wilayah Rembang, Jawa Tengah, Indramayu di Jawa Barat, Labuan Banten dan Suralaya di Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat pembangkit listrik tenaga batubara lainnya akan dibangun di Pacitan (Jawa Timur), Pelabuhan Ratu di Jawa Barat Teluk Naga di Banten danTanjung Awar-awar di Jawa Timur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-4488851006006288457?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/4488851006006288457/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=4488851006006288457' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4488851006006288457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4488851006006288457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/electric-power-trade-and-investment_25.html' title='ELECTRIC POWER TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 21 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-2520242353171930443</id><published>2008-01-23T03:00:00.001-08:00</published><updated>2008-01-23T03:00:54.569-08:00</updated><title type='text'>MINERAL TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 14 JAN 2008</title><content type='html'>Sumber : Kementerian Koordinator Perekonomian RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERINTAH SEPAKATI INVESTASI BARU BISNIS ALUMINIUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjanjian awal yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan BUMN asal India, National Aluminium Co Ltd pada Jum’at (11/1/08) lalu untuk proyek pembangunan smelter alumunium dan pembangkit listrik di Sumatra senilai USD 3,2 milyar, merupakan awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mengumumkan investasi tersebut setelah sebelumnya data BKPM menunjukkan jumlah penanaman modal asing selama tahun 2007 naik 73% menjadi USD 10,3 milyar. Demikian menurut laporan Reuters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NALCO TANDATANGANI PERJANJIAN PEMBANGUNAN SMELTER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMN asal India, National Aluminium Co telah menandatangani perjanjian awal pembangunan smelter senilai USD 3,2 milyar di Sumatra dengan pemerintah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Reuters (Jum’at, 11/1/08) yang mengutip pernyataan direktur keuangan NALCO, B.L.Bagra, untuk tahap pertama NALCO akan membangun smelter dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 250 ribu ton  dan pembangkit listrik tenaga batubara dengan kapasitas pembangkitan sebesar 750 MW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NALCO akan meningkatkan kapasitas produksi smelter menjadi 500 ribu ton pada tahap kedua dan kapasitas pembangkitan menjadi 500MW. Tidak disebutkan kapan pembangunan tahap kedua akan dilakukan. Tahap komersial proyek tersebut akan dimulai dalam 5 tahun setelah perjanjian ditandatangani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek tersebut akan memerlukan pasokan alumina sebanyak 1 ton per tahun. Pasokan alumina tersebut akan disediakan oleh NALCO India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagra mengatakan bahwa pihaknya telah menerima ijin dari Pemerintah Propinsi Sumatra Selatan untuk melakukan penelitian tentang kemungkinan kegiatan tambang batubara di wilayah tersebut. Apabila tidak terdapat pasokan batubara yang mencukupi, pemerintah daerah akan mengupayakan pasokan batubara dari tambang Tanjung Enim yang dioperasikan oleh PT. Tambang Batubara Bukit Asam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan melakukan kontrak jangka panjang dengan Bukit Asam akrena proyek tersebut akan berlangsung selama 30 tahun,” kata Bagra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi NALCO tersebut akan merupakan investasi baru dalam sektor pengolahan alumunium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRAKATAU STEEL AKAN KURANGI EKSPOR BAJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Krakatau Steel akan mengurangi ekspor baja jenis hot-rolled coil dan cold-rolled hingga 50% untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Hal tersebut dikatakan oleh dirketur pemasaran Krakatau Steel, Irvan Kamal Hakim kepada Reuters (Rabu, 9/1/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krakatau akan mengekspor 125 ribu ton baja jenis hot-rolled coil dan cold-rolled coil untuk tahun ini, turun dari ekspor tahun lalu yang tercatat sebesar 250 ribu ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan menurunkan ekspor baja tahun ini karena adanya peningkatan permintaan dalam negeri,” kata Irvan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan  akan baja berasal dari beberapa proyek nasional seperti proyek pembangunan pembangkit listrik dan pembangunan galangan kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baja jenis Hot-rolled digunakan dalam konstruksi bangunan, pembangunan kapal, pembuatan pipa minyak dan gas. Sedangkan baja jenis cold-rolled coil banyak digunakan dalam produk-produk mobil dan pipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krakatau Steel akan meningkatkan kapsitas produksi baja menjadi 5 juta ton per tahun pada tahun 2010 dari produksi tahun ini sebesar 3,1 juta ton. kurangnya persediaan bahan mentah untuk pembuatan baja telah memaksa Krakatau Steel untuk mengimpor pellet dari Amerika Selatan. Ke depan, perusahaan juga akan mengimpor pellet dari India dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIVESTASI SAHAM NEWMONT BATU HIJAU AKAN SEGERA SELESAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Newmont Nusa Tenggara berharap proses negosiasi penjualan 2% saham tambang tembaga dan emas yang berlokasi di Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat akan segera dapat diselesaikan. Demikian menurut laporan Asia Pulse (Selasa, 8/1/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurubicara perusahaan, Martiono Hadianto mengatakan pihaknya optimis bahwa negosiasi antara Newmont dan pemerintah daerah Sumbawa akan dapat diakhiri dengan perjanjian pada akhir bulan Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham sebesar 2% yang ditawarkan tersebut merupakan bagian dari 7% saham perusahaan yang akan didivestasikan. Sebelumnya saham tersebut akan dijual pada tahun 2007 namun tidak mencapai kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APBI: EKSPOR BATUBARA 2008 NAIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI) memperkirakan ekspor batubara Indonesia untuk tahun 2008 ini akan melampaui ekspor tahun 2007 yang tercatat sebesar 150 juta ton, terlepas dari kekuatiran pemerintah akan membatasi ekspor batubara karena meningkatnya permintaan dalam negeri. Demikian menurut laporan Reuters (Selasa, 8/1/08) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naiknya harga batubara telah mendorong perusahaan batubara untuk meningkatkan produksinya pada tahun 2008 dan perusahaan-perusahaan baru akan mempercepat konstruksi tambang batubaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para produsen batubara sedang mempersiapkan diri untuk meningkatkan produksi batubara agar dapat mengambil keuntungan,” kata Soedjoko Tirtosoekotjo, direktur eksekutif APBI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi batubara Indonesia yang merupakan eksportir batubara thermal terbesar di dunia, diperkirakan akan mencapai 234 juta ton, sementara permintaan dalam negeri akan mencapai 55 juta ton. Produksi batubara Indonesia tahun 2007 tercatat sebesar 215 juta ton, naik dari produsi tahun 2006 yang mencapai 193 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspor batubara tahun 2007 diperkirakan mencapai 165 juta ton, naik dari ekspor tahun 2006 yang mencapai 145 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun-tahun mendatang, ekspor batubara diperkirakan akan menurun yang disebabkan oleh aturan pemerintah untuk membatasi ekspor batubara menjadi maksimum 150 juta ton. Aturan ini akan mulai diimplementasikan pada tahun 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah belum memutuskan 150 juta ton sebagai angka pasti. Apabila kebutuhan domestik dapat dipenuhi, sisanya akan tetap dapat diekspor,” kata Soedjoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OXIANA AKAN LAKUKAN IPO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan pertambangan asal Australia, Oxiana Ltd. pada Jum’at (11/1/08) lalu mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan pembagian asset perusahaan melalui beberapa IPO, menyusul dengan naiknya harga komoditas di pasar. Demikian menurut laporan  Dow Jones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah yang diperkirakan memiliki kapasitas produksi sebesar 500 ribu ons per tahun diperkirakan akan dapat bernilai lebih dari AUD 1 milyar. Menurut pejabat eksekutif perusahaan, Owen Hegarty, pihaknya telah mendapatkan beberapa penawaran dari perbankan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan mempelajari seluruh kemungkinan yang ada agar dapat memberikan keuntungan bagi para pemegang saham kami,” kata Owen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat investor terhadap Oxiana muncul setelah Oxiana, pada bulan desember lalu, menyetujui rencana pengembangan tambang Martabe yang terletak di Sumatra Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martabe yang merupakan tambang yang sangat penting bagi Oxiana pada saat tambang tersebut sudah mulai berproduksi pada tahun 2010. Martabe akan memproduksikan 200.00 oz emas dan 2 juta oz perak setiap tahunnya dari cadangan Purnama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan Purnama merupakan cadangan pertama yang akan ditambang di Martabe. Oxiana saat ini sedang menunggu ijin dari pemerintah Indonesia dan diharapkan proses konstruksi akan dapat dimulai pada bulan Juli mendatang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-2520242353171930443?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/2520242353171930443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=2520242353171930443' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2520242353171930443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2520242353171930443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/mineral-trade-and-investment-news-edisi.html' title='MINERAL TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 14 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1468792252866797792</id><published>2008-01-23T02:59:00.001-08:00</published><updated>2008-01-23T02:59:55.694-08:00</updated><title type='text'>ELECTRIC POWER TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 14 JAN 2008</title><content type='html'>Sumber : Kementerian Koordinator Perekonomian RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JASA KONSULTASI CHUBU ELEC, J-POWER UNTUK PLN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chubu Electric Power Co. dan Electric Power Development Co., atau J-Power, seperti yang dilaporkan oleh Jiji Press (Kamis, 10/1/08), mengatakan bahwa kedua perusahaan tersebut akan memberikan jasa konsultasi kepada PLN dalam proyek ekpansi pembangkit listrik tenaga thermal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak kerjasama tersebut bernilai 700 juta yen dimana Chubu Electric dan J-Power, akan bekerjasama dengan perusahaan pembangkit listrik Indonesia dan Inggris, akan memberikan saran kepada PLN dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga gas yang akan dibangun di Palembang, Sumatra Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruksi pembangkit ini akan dimulai pada semester kedua tahun 2009 dan akan mulai berproduksi secara komersial pada pertengahan 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek tersebut akan didanai sebagian oleh pinjaman dari Jepang sebesar 9,7 milyar yen. Proyek tersebut akan menelan biaya sebesar 11,5 milyar yen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHINA SHENHUA PEROLEH IJIN KONSTRUKSI PLTB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan penghasil batubara terbesar di China, Shenhua Energy Co., telah menerima ijin dari Badan Pembangunan Nasional negara itu (NRDC) untuk membangun pembangkit listrik tenaga batubara di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut portal NRDC yang dikutip oleh Dow Jones (selasa, 8/1/08), Shenhua akan melakukan kerjasama dengan perusahaan lokal yang tidak disebutkan namanya dan jumlah investasi yang akan dilakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1468792252866797792?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1468792252866797792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1468792252866797792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1468792252866797792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1468792252866797792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/electric-power-trade-and-investment.html' title='ELECTRIC POWER TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 14 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1323171943499080408</id><published>2008-01-22T21:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T21:56:13.503-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 7 JAN – 11 JAN 2008</title><content type='html'>OGJ – 7 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga berjangka minyak mentah turun lebih dari US$ 1 pada tanggal 4 Januari di New York setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan tingkat pengangguran AS naik 5% pada Desember 2007. Laporan tersebut memberi sebuah sinyal yang menegaskan kepercayaan sejumlah investor bahwa AS akan masuk ke dalam resesi dan akan menurunkan permintaan minyak. Hal tersebut dikatakan oleh para analis Raymond James.&lt;br /&gt;+          Analis di Raymond James pun meningkatkan perkiraannya akan harga minyak mentah menjadi US$ 90/barel pada tahun 2008 yang mencerminkan ketatnya pasar dan hambatan pasokan. Sedangkan untuk 2009, mereka memperkirakan harga minyak akan mencapai US$ 85 – 100/barel secara rata-rata disebabkan tambahan pasokan minyak akan lebih sulit pada 2009 dan tahun-tahun berikutnya.&lt;br /&gt;+          Sedangkan untuk harga gas alam sendiri pada tahun 2008 akan mencapai US$ 6.50/Mcf sedangkan 2009 bisa mencapai US$ 7/Mcf.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 4 Januari, harga US light sweet kontrak Februari turun US$ 1.27 menjadi US$ 97.91/barel. Sedangkan untuk kontrak Maret turun US$ 1.25 menjadi US$ 97.69/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI di Cushing, Okla turun US$ 1.27 menjadi US$ 97.92/barel.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga heating oil pengiriman Februari turun 3.56 sen menjadi US$ 2.68/galon.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga gas alam kontrak Februari naik 16.7 sen menjadi US$ 7.84/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley turun 35 sen menjadi US$ 7.53/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Analis mengatakan bahwa ramalan cuaca memperkirakan adanya musim dingin yang lebih parah pada pertengahan bulan ini dan hal tersebut mendongkrak harga gas alam di NYMEX.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Februari minyak Brent Laut Utara turun 81 sen menjadi US$ 96.79/barel. Sedangkan gas oil untuk Januari turun US$ 14 menjadi US$ 846.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun 27 sen menjadi US$ 93.67/barel pada tanggal 4 Januari. Hingga minggu pertama 2008, harga minyak OPEC Basket-12 rata-rata telah mencapai US$ 93.22/barel sedangkan pada tahun 2007 hanya mencapai US$ 69.10/barel.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 8 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga energi turun pada tanggal 7 Januari saat sesi ketiga perdagangan di New York dibuka yang menyiratkan melambatnya ekonomi dan membaiknya cuaca di kawasan Northeast AS.&lt;br /&gt;+          Sebelumnya harga minyak mengalami kenaikan pada awal perdagangan dengan adanya laporan armada kapal Iran pada tanggal 5 Januari mengancam akan menyerang kapal Angkatan Laut AS di Selat Hormuz yang merupakan pintu masuk ke Teluk Persia.&lt;br /&gt;Para pejabat AS mengatakan bahwa Iran mulai mundur saat kapal AS bersiap menembak. Mendengarkan laporan Pentagon mengenai hal tersebut mengesankan seolah Selat Hormuz akan menjadi Peristiwa Teluk Tonkin baru, hal tersebut disampaikan oleh Olivier Jakob dari Petromatrix.&lt;br /&gt;+          Tanggal 8 Januari, Raymond James &amp;amp; Associates di Houston mengatakan bahwa harga berjangka minyak naik secara moderat pada awal perdagangan hari itu akibat spekulasi serangan baru yang dilakukan kaum militan atas sejumlah fasilitas lapangan minyak Nigeria serta antisipasi trend bullish laporan pemerintah AS pada tanggal 9 Januari mengenai persediaan minyak AS.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX tanggal 7 Januari, harga US light sweet kontrak Februari turun US$ 2.82 menjadi US$ 95.09/barel. Sedangkan untuk Maret turun US$ 2.79 menjadi US$ 94.90/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun US$ 2.82 menjadi US$ 95.10/barel.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga heating oil pengiriman Februari turun 9 sen menjadi US$ 2.59/galon.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga gas alam kontrak Februari naik 3.8 sen menjadi US$ 7.88/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley naik 4 sen menjadi US$ 7.57/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Februari turun US$ 2.40 menjadi US$ 94.39/barel. Sedangkan gas oil kontrak Januari turun US$ 30 menjadi US$ 816.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga rata-rata minyak OPEC Basket-12 turun US$ 1.65 menjadi US$ 92.01/barel pada tanggal 7 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 9 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Setelah mengalami penurunan pada 3 sesi perdagangan, harga berjangka minyak mengalami rebound pada tanggal 8 Januari akibat kekhawatiran serangan lanjutan atas kompleks ekspor migas terbesar Nigeria dan antisipasi menurunnya cadangan minyak mentah AS.&lt;br /&gt;+          Saat yang sama, Lembaga Informasi Energi AS melaporkan pada tanggal 9 Januari bahwa persediaan minyak mentah komersial AS turun 6,8 juta barel menjadi 282,8 juta barel selama pekan yang berakhir tanggal 4 Januari.&lt;br /&gt;+          Persediaan gasolin AS naik 5,3 juta barel menjadi 213,1 juta barel pada pekan yang sama. Persediaan bahan bakar distilasi naik 1,5 juta barel menjadi 128,7 juta barel, sedangkan persediaan propane dan propylene turun 3,2 juta barel menjadi 51,2 juta barel. Impor minyak mentah AS turun sebesar 203.000 bph menjadi 9,8 juta bph pada periode yang sama. Meski demikian, input minyak mentah untuk kilang AS naik 389.000 bph menjadi 15,8 juta bph dimana kilang beroperasi dengan kapasitas 91,3%. Produksi gasolin AS naik menjadi 9,1 juta bph dan produksi bahan bakar distilasi naik menjadi 4,5 juta bph.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 8 Januari, harga US light sweet kontrak Februari naik US$ 1.24 menjadi US$ 96.33/barel. Sedangkan kontrak Maret naik US$ 1.18 menjadi US$ 96.08/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing, Oklahoma harganya naik US$ 1.24 menjadi US$ 96.34/barel.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga heating oil pengiriman Februari naik 4.28 sen menjadi US$ 2.64/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari terus menanjak sebesar 8.8 sen menjadi US$ 7.97/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley naik 0.5 sen menjadi US$ 7.58/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Februari naik US$ 1.15 menjadi US$ 95.54/barel. Sedangkan gas oil kontrak Januari naik US$ 22.75 menjadi US$ 839.25/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun 7 sen menjadi US$ 91.94/barel pada tanggal 8 Januari.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 10 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga minyak mentah turun pada perdagangan yang berfluktuasi tanggal 9 Januari di pasar New York akibat kekhawatiran resesi ekonomi dan menurunnya permintaan.  &lt;br /&gt;+          Tanggal 9 Januari di New York Mercantile Exchange, harga US light sweet kontrak Februari diperdagangkan pada level US$ 95.42 hingga US$ 97.97/barel sebelum akhirnya ditutup pada posisi US$ 95.67/barel. Sedangkan kontrak Maret turun 85 sen menjadi US$ 95.23/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing, Oklahoma turun 66 sen menjadi US$ 95.68/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil kontrak Februari turun 2.29 sen menjadi US$ 2.61/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari terus naik sebesar 13.2 sen menjadi US$ 8.10/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, gas di Henry Hub, Langley naik 33 sen menjadi US$ 7.91/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Saat yang sama, Lembaga Informasi Energi AS mengumumkan adanya pengeluaran gas alam dari cadangan bawah tanah sebanyak 171 miliar kaki kubik pada pekan yang berakhir tanggal 4 Januari. Cadangan gas alam AS saat ini mencapai 2,75 triliun kaki kubik.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Februari minyak Brent Laut Utara turun US$ 1.17 menjadi US$ 94.37/barel. Sedangkan gas oil Januari naik US$ 5 menjadi US$ 844.25/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik 34 sen menjadi US$ 92.28/barel pada tanggal 9 Januari.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 11 JAN 2008&lt;br /&gt;+          Harga minyak mentah kembali turun pada tanggal 10 Januari karena kekhawatiran resesi ekonomi AS namun kemudian bisa diperlambat setelah kepala Federal Reserve AS, Ben Bernanke mengusulkan pemotongan suku bunga AS yang lebih substantif.&lt;br /&gt;+          Meski demikian, harga minyak terus turun saat adanya laporan tanggal 11 Januari mengenai serangan teroris atas kapal tanker minyak Nigeria, hal tersebut disampaikan para analis di Raymond James, Houston.&lt;br /&gt;+          Dalam laporan terpisah tanggal 11 Januari, Adam Sieminski, pakar ekonomi energi senior dari Deutsche Bank AG, New York mengatakan bahwa kebijakan moneter AS dan China masih menjadi kunci penggerak pasar komoditas selama 2008 ini. Ia memperkirakan kuatnya PDB yang dijaminkan dan pertumbuhan pendapatan di seluruh China akan menjadi faktor utama pendorong harga komoditas selama bebrapa tahun ke depan. Ia pun mengatakan bahwa terus melonjaknya harga minyak sejak triwulan keempat 2007 diakibatkan oleh menurunnya nilai US dollar serta pertumbuhan ekonomi dunia. Meski demikian, kapasitas kilang, hambatan produksi minyak, serta isu geopolitik masih memainkan peranan penting dalam mendorong harga minyak.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 10 Januari, kontrak Februari untuk minyak US light sweet berfluktuasi antara US$ 93.25 hingga 96.24/barel sebelum kemudian ditutup pada posisi US$ 93.71/barel. Sedangkan kontrak Maret turun US$ 2.02 menjadi US$ 93.21/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI di Cushing, Oklahoma turun US$ 1.96 menjadi US$ 93.72/barel.  &lt;br /&gt;+          Di NYMEX, heating oil pengiriman Februari turun 5.61 sen menjadi US$ 2.56/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari terus menanjak dengan naik 10.4 sen menjadi US$ 8.26/MMbtu setelah Lembaga Informasi Energi AS melaporkan penarikan gas alam yang mengejutkan dalam jumlah besar yang mencapai 171 miliar kaki kubik dari penyimpanan bawah tanah milik pemerintah AS pada pekan yang berakhir tanggal 4 Januari.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub, Langley naik 2.5 sen menjadi US$ 7.93/MMbtu. Harga gas alam naik lebih dari 2% akibat trend bullish dalam penarikan cadangan gas alam, hal ini mendorong cadangan gas alam AS mengalami defisit yang mencapai 300 miliar kaki kubik.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Februari minyak Brent Laut Utara turun US$ 2.15 menjadi US$ 92.22/barel. Sedangkan gas oil kontrak Januari tidak berubah di posisi US$ 844.25/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun US$ 2.27 menjadi US$ 90.01/barel pada tanggal 10 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1323171943499080408?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1323171943499080408/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1323171943499080408' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1323171943499080408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1323171943499080408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/world-petroleum-market-7-jan-11-jan.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 7 JAN – 11 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-8541838316857445310</id><published>2008-01-20T06:00:00.001-08:00</published><updated>2008-01-20T06:12:30.829-08:00</updated><title type='text'>SHORT TERM ENERGY OUTLOOK Edisi Januari 2008</title><content type='html'>Sumber : Lembaga Informasi Energi AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Perminyakan Global&lt;br /&gt;Meningkatnya produksi Non OPEC dan rencana penambahan kapasitas OPEC diharapkan akan membuat pertumbuhan permintaan minyak dunia semakin moderat dan menurunkan ketatnya kondisi pasar minyak saat ini. Hasilnya adalah surplus kapasitas produksi akan tumbuh dari level dibawah 2 juta bph menjadi diatas 4 juta bph pada akhir 2009. Keseimbangan ini memberikan pengaruh pada melunaknya harga minyak meskipun terdapat penundaan ataupun revisi penurunan tambahan kapasitas di negara OPEC dan Non OPEC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Konsumsi&lt;br /&gt;Konsumsi minyak dunia diperkirakan naik sebesar 1,6 juta bph pada tahun 2008 dan 2009. Naiknya volume permintaan pada 2008 dan 2009 mencerminkan tingginya konsumsi yang diperkirakan akan berasal dari negara OECD, utamanya Eropa dimana cuaca masih menjadi faktor penghambat konsumsi minyak. Proyeksi menguatnya pertumbuhan ekonomi dunia akan mendorong peningkatan konsumsi minyak di sejumlah pasar OECD termasuk China, negara non OECD Asia, dan Timur Tengah untuk 2 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Pasokan Non OPEC&lt;br /&gt;Produksi Non OPEC diperkirakan naik sebesar 0,9 juta bph pada 2008 dan 1,6 juta bph untuk 2009. Azerbaijan, Rusia, Kanada, Brasil, AS, China, Sudan, dan Kazakhstan akan memberi kontribusi terbesar pada meningkatnya produksi Non OPEC tahun 2008 dan 2009. Naiknya produksi di negara-negara tersebut diharapkan mampu menutup penurunan produksi di sejumlah negara seperti Meksiko, Inggris, dan Norwegia. Perkiraan pertumbuhan kapasitas produksi begitu sensitif terhadap kemajuan di sejumlah proyek skala besar seperti penundaan proyek Sakhalin II di Rusia, lapangan Marlim di Brasil, dan proyek ACG di Azerbaijan. Fakta terbaru menunjukkan bahwa proyeksi pertumbuhan kapasitas Non OPEC sering lebih rendah dari perkiraan. Pertumbuhan pasokan Non OPEC juga mendapat keuntungan dari tingginya pasokan bahan bakar non minyak mentah seperti bahan bakar nabati, kondensat, dan gas alam cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Pasokan OPEC&lt;br /&gt;Keputusan produksi para anggota OPEC ditambah langkah dan momen penambahan kapasitas di sejumlah negara akan memainkan peran kunci dalam menentukan kecenderungan pasar minyak dalam dua tahun ke depan. EIA memproyeksikan bahwa produksi minyak OPEC secara rata-rata akan mencapai 32,6 juta bph pada 2008 dan 31,8 juta bph untuk 2009. Peningkatan produksi dari Angola, Arab Saudi, Kuwait, dan Irak telah menambah output minyak OPEC selama triwulan keempat 2007. OPEC akan mengadakan pertemuan di Wina tanggal 1 Februari dan 5 Maret untuk mengevaluasi rencana produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EIA memperkirakan kapasitas minyak OPEC akan naik sebesar 1,4 juta bph untuk 2008 dan bertambah lagi dari jumlah tadi sebesar 1 juta bph untuk 2009. Peningkatan ini sebagian besar berasal dari Arab Saudi. Aljazair, Angola, Nigeria, Qatar, dan UEA juga diperkirakan akan menambah kapasitas produksinya pada periode dua tahun mendatang. Keseimbangan minyak EIA mengindikasikan bahwa surplus kapasitas produksi OPEC terutama Arab Saudi akan naik dari 1,6 juta bph saat ini menjadi 2,1 juta bph pada akhir 2008 dan kemungkinan menjadi 4 sampai 5 juta bph pada akhir 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Persediaan&lt;br /&gt;Persediaan minyak komersial OECD terus mengalami penurunan. Berdasarkan data parsial, EIA memperkirakan persediaan komersial total OECD pada akhir 2007 mencapai 2,54 miliar barel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-8541838316857445310?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/8541838316857445310/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=8541838316857445310' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8541838316857445310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8541838316857445310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/short-term-energy-outlook-edisi-januari.html' title='SHORT TERM ENERGY OUTLOOK Edisi Januari 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-8379808664726686460</id><published>2008-01-20T02:39:00.000-08:00</published><updated>2008-01-20T02:40:11.856-08:00</updated><title type='text'>OIL MARKET REPORT Edisi Januari 2008</title><content type='html'>Sumber : Badan Energi Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Harga berjangka minyak US light sweet di NYMEX menembus US$ 100/barel pada awal Januari dan masih berada di level tinggi, hal ini terdorong oleh menurunnya persediaan, musim dingin, dan fundamental pasar yang ketat. Ketegangan di Nigeria dan Timur Tengah ditambah positioning dana masih menjadi faktor yang mendorong harga minyak di level atas.&lt;br /&gt;+          Persediaan minyak industri negara-negara OECD turun 38,1 juta barel pada November 2007. Data awal Desember 2007 untuk AS, Jepang dan Uni Eropa-16 menunjukkan adanya penarikan sebesar 30,7 juta barel.&lt;br /&gt;+          Pasokan minyak dunia rata-rata untuk Desember 2007 mencapai 87 juta bph, naik 870 ribu bph dari November 2007 karena adanya kenaikan pasokan dari OPEC-10, Amerika Utara, Eks Uni Soviet, Brasil, dan China. Pasokan minyak global pada triwulan ke-4 2007 naik 1 juta bph dibandingkan periode yang sama tahun lalu.&lt;br /&gt;+          Pasokan minyak OPEC untuk Desember 2007 naik 825 ribu bph menjadi 32 juta bph dimana didalamnya termasuk 500 ribu bph tambahan dari Ekuador, 325 ribu bph dari UEA dan tambahan ekspor dari Iran. Pasokan minyak Nigeria stabil dibawah 2,2 juta bph meskipun terdapat ancaman serangan lanjutan dari pemberontak. Kapasitas cadangan efektif OPEC turun menjadi 2,2 juta bph dimana 80% dari jumlah tersebut berada di Arab Saudi. &lt;br /&gt;+          Permintaan minyak dunia tahun 2007 mengalami kenaikan sebesar 150 ribu bph menjadi 85,8 juta bph akibat tingginya permintaan dari Asia dan Timur Tengah ditambah musim dingin di negara-negara OECD. Permintaan minyak dunia 2008 diperkirakan mencapai 87,8 juta bph.&lt;br /&gt;+          Throughput kilang dunia Desember 2007 mencapai 74,9 juta bph. Sedangkan throughput kilang Januari 2008 diperkirakan mencapai 75,2 juta bph.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-8379808664726686460?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/8379808664726686460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=8379808664726686460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8379808664726686460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8379808664726686460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/oil-market-report-edisi-januari-2008.html' title='OIL MARKET REPORT Edisi Januari 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-4269071572266442795</id><published>2008-01-19T07:56:00.000-08:00</published><updated>2008-01-19T07:57:32.379-08:00</updated><title type='text'>PETROLEUM TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 14 JAN 2008</title><content type='html'>Sumber : Kementerian Koordinator Perekonomian RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ELNUSA TARGETKAN USD 66 JUTA DARI IPO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Elnusa, anak perusahaan PT Pertamina, mentargetkan perolehan dana sebesar Rp. 620,5 milyar dari penjualan 20% saham perusahaan melalui penawaran saham perdana (IPO). Hal tersebut dikatakan oleh penjamin emisi Mandiri Sekuritas yang dikutip oleh Reuters (Selasa, 8/1/08) lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wayan Gemuh, direktur perbankan investasi Mandiri Sekuritas, mengatakan, Elnusa akan melepas saham pada harga Rp. 330 – 425 per lembar saham. Jumlah saham yang akan dilepas sebanyak 1,46 milyar lembar saham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Energi Purnomo Yusgiantoro pada bulan Maret lalu mengatakan bahwa anak-anak perusahaan Pertamina akan melakukan IPO. Penjualan saham pertama akan dilakukan oleh Elnusa yang sahamnya dikontrol oleh Pertamina (51,38%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saham tersebut akan ditawarkan pada 25-29 Januari mendatang dan akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 4 Februari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elnusa memperkirakan kenaikan keuntungan bersih sebesar 30% menjadi Rp. 105 milyar pada tahun 2007 lalu. Tahun ini, Elnusa mentargetkan kenaikan penerimaan perusahaan sebesar 10% dari penerimaan tahun 2007 yang tercatat sebesar Rp. 2 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden direktur Elnusa, Eteng A. Salam mengatakan, Elnusa telah memenangkan proyek minyak dan gas di Brunei Darussalam dengan nilai kontrak total sebesar USD 15,1 juta. Seperti dilaporkan oleh The Jakarta Post, proyek seismic tersebut masing-masing akan berlangsung selama 8 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Proyek Brunei Darusalam ini merupakan langkah awal. Kami akan memperluas jasa seismic kami ke negara-negara lain di wilayah Asia Pasifik,” kata Eteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur keuangan Elnusa, Hendri S Suardi, mengatakan bahwa Elnusa telah mengikuti lelang proyek minyak dan gas di Vietnam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMINA AKAN BELI 8 TANKER SENILAI USD 400 JUTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Pertamina akan membeli 8 kapal tanker, 2 diantaranya dari China dengan harga USD 300juta-USD 400juta. Demikian menurut laporan Xinhua (Selasa, 8/1/08).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur keuangan, Frederik Siahaan mengatakan, Pertamina akan menerima 2 kapal tanker bekas pada kuartal pertama tahun ini. Dua kapal tanker baru buatan China akan diterima dalam 3-4 tahun mendatang. Pertamina belum memutuskan dimana akan membeli ke-empat kapal lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-4269071572266442795?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/4269071572266442795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=4269071572266442795' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4269071572266442795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4269071572266442795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/petroleum-trade-and-investment-news.html' title='PETROLEUM TRADE AND INVESTMENT NEWS Edisi 14 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7196258903512130160</id><published>2008-01-19T07:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-19T07:56:35.903-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Tengah Januari 2008</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-10                     : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-20                     : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 E-10                     : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 9.300/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.950/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05%S     : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.000/kg (tgl efektif :  30 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 540/liter (tgl efektif : 16 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 390/liter (tgl efektif : 16 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 13.600/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 13.200/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.900/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 10.000/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan edisi Tengah Nov 2007 karena disubsidi dan dipatok tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipina&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 10.600/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          E-10                                        : Rp 9.350/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          BioDiesel                                : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 9.100/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 12.800/kg (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 11.400/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.900/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 12.500/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.900/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 12.300/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 12.200/liter (tgl efektif : 17 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 19.200/liter (tgl efektif : 15 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 20.000/liter (tgl efektif : 15 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 19.900/liter (tgl efektif : 15 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 20.400/liter (tgl efektif : 15 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.900/liter (tgl efektif : 15 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.700/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.750/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.475/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.300/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.300/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 8.400/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 9.000/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.700/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.500/liter (tgl efektif : 14 Jan 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7196258903512130160?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7196258903512130160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7196258903512130160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7196258903512130160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7196258903512130160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/bbmwatch-price-general-edisi-tengah.html' title='BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Tengah Januari 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-488843550476869572</id><published>2008-01-07T18:38:00.000-08:00</published><updated>2008-01-07T18:46:00.573-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 27 DES 2007 – 4 JAN 2008</title><content type='html'>OGJ – 27 DES 2007&lt;br /&gt;+ Harga energi untuk pertama kali naik pada 27 Desember setelah terbunuhnya Mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto, pemimpin oposisi di negeri itu. Hal ini memicu kekhawatiran pasar atas meningkatnya instabilitas di Timur Tengah.&lt;br /&gt;+ Bhutto dan 20 orang lainnya terbunuh oleh pembom bunuh diri setelah menyampaikan kampanyenya. Para pendukungnya turun ke jalan, menyerang polisi dan meneriakkan slogan anti Presiden Musharraf.&lt;br /&gt;+ Setelah para trader kembali dari liburan Natal, harga berjangka minyak naik 2% di pasar New York tanggal 26 Desember saat militer Turki mengatakan akan terus menyerang pemberontak Kurdi hingga melintasi batas menuju Irak utara.&lt;br /&gt;+ Olivier Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa naiknya harga minyak didorong oleh melemahnya indeks dolar, juga ditambah oleh meningkatnya aktivitas militer di perbatasan Irak-Turki serta serangan atas fasilitas perminyakan di Delta Nigeria oleh kelompok militan.&lt;br /&gt;+ Lembaga Informasi Energi AS melaporkan pada tanggal 27 Desember bahwa persediaan komersial minyak mentah AS turun 3,3 juta barel menjadi 293,6 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 21 Desember. Persediaan gasolin naik 700.000 barel menjadi 205,9 juta barel. Sedangkan bahan bakar distilasi turun 2,8 juta barel menjadi 126,6 juta barel. Persediaan propana dan propylene turun 1,8 juta barel menjadi 56,1 juta barel pada pekan lalu.&lt;br /&gt;+ Impor minyak mentah ke AS naik 694.000 bph menjadi 9,8 juta bph pada periode yang sama.&lt;br /&gt;+ Input minyak mentah untuk kilang AS turun 22.000 bph menjadi 15,2 juta bph dengan kapasitas operasi kilang mencapai 88,1%. Produksi gasolin AS turun menjadi 9 juta bph sedangkan produksi bahan bakar distilasi turun menjadi 4,3 juta bph.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 26 Desember, harga kontrak Februari minyak US light sweet naik US$ 1.84 menjadi US$ 95.97/barel. Sedangkan kontrak Maret naik sebesar US$ 1.70 menjadi US$ 95.44/barel. Masih di bursa yang sama, harga heating oil kontrak Januari naik 4.65 sen menjadi US$ 2.64/galon dan harga gas alam kontrak Januari naik 2.1 sen menjadi US$ 7.05/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 1.5 sen menjadi US$ 7.02/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Februari naik US$ 1.24 menjadi US$ 93.91/barel. Sedangkan gas oil kontrak Januari naik US$ 13 menjadi US$ 843/ton.&lt;br /&gt;+ Harga minyak OPEC Basket-12 naik US$ 1.57 menjadi US$ 89.54/barel pada tanggal 27 Desember. Hingga tahun ini harga rata-rata minyak OPEC Basket-12 mencapai US$ 68.85/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 31 DES 2007&lt;br /&gt;+ Harga minyak terus menanjak hingga mendekati US$ 98/barel sebelum akhirnya turun kembali akibat profit taking pada akhir perdagangan tanggal 28 Desember di pasar New York.&lt;br /&gt;+ Pada perdagangan awal secara elektronik di NYMEX tanggal 28 Desember, harga minyak US light sweet kontrak Februari naik hingga US$ 97.92/barel dan akhirnya ditutup pada posisi US$ 96/barel. Untuk kontrak Maret turun sebesar 51 sen menjadi US$ 95.76/barel.&lt;br /&gt;+ Harga minyak WTI Cushing turun 62 sen menjadi US$ 96.01/barel.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga heating oil kontrak Januari turun 4.33 sen menjadi US$ 2.64/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga kontrak gas alam Februari naik 18.6 sen menjadi US$ 7.39/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 33.5 sen menjadi US$ 7.13/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, harga kontrak Februari minyak Brent Laut Utara turun 90 sen menjadi US$ 93.88/barel, sedangkan gas oil kontrak Januari turun US$ 2 menjadi US$ 845/ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 2 JAN 2008&lt;br /&gt;+ Analis di Raymond James, Houston mengatakan bahwa setelah perdagangan 2007 ditutup pada posisi US$ 95.98/barel maka minyak mentah pada awal 2008 akan diperdagangkan pada posisi 2% lebih tinggi dari level tetinggi 2007.&lt;br /&gt;+ Dalam laporan terpisah, Olivier Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa naiknya harga minyak pada saat Tahun Baru terutama disebabkan oleh serangan militan Nigeria atas fasilitas perminyakan di Port Harcourt.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 31 Desember, harga US light sweet kontrak Februari turun 2 sen menjadi US$ 95.98/barel. Sedangkan kontrak Maret naik 2 sen menjadi US$ 94.55/barel.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga heating oil kontrak Januari naik 0.74 sen menjadi US$ 2.48/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari naik 9.7 sen menjadi US$ 7.48/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas alam di Henry Hub naik 33.5 sen menjadi US$ 7.47/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Februari turun 3 sen menjadi US$ 93.85/barel. Sedangkan gas oil untuk Januari turun US$ 5.75 menjadi US$ 839.25/ton.&lt;br /&gt;+ Harga minyak OPEC Basket-12 naik 53 sen menjadi US$ 90.92/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 3 JAN 2008&lt;br /&gt;+ Harga kontrak minyak mentah untuk bulan depan menyentuh level US$ 100/barel pada perdagangan sesi sore tanggal 2 Januari namun kemudian ditutup pada level US$ 99/barel pada perdagangan awal 2008 di New York Mercantile Exchange.&lt;br /&gt;+ Para analis di Raymond James mengatakan bahwa tren bullish harga minyak di awal 2008 dimulai dengan ledakan. Dari mulai kekerasan di Nigeria, bom bunuh diri di Aljazair yang merupakan salah satu anggota OPEC, serta ketegangan politik di Pakistan setelah terbunuhnya Mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto.&lt;br /&gt;+ Analis Raymond James juga mengatakan bahwa faktor lain yang ikut menaikkan harga minyak adalah kekhawatiran bahwa OPEC memiliki kapasitas cadangan yang minimal. Selain itu, kepala Perusahaan Minyak Libya NOC mengatakan bahwa produksi OPEC sudah mendekati kapasitas maksimum dan OPEC tidak mampu melakukan upaya apapun untuk menurunkan harga minyak. Meski demikian, Indonesia yang merupakan produsen OPEC terkecil kedua mengumumkan niatnya untuk meminta kenaikan produksi OPEC sebanyak 500.000 bph pada pertemuan 1 Februari nanti.&lt;br /&gt;+ Lembaga Informasi Energi AS melaporkan pada tanggal 3 Januari bahwa persediaan minyak mentah AS turun 4 juta barel menjadi 289,6 juta barel. Persediaan gasolin AS naik 1,9 juta barel menjadi 207,8 juta barel. Persediaan bahan bakar distilasi naik 600.000 barel menjadi 127,2 juta barel. Persediaan propana dan propylene turun 1,7 juta barel menjadi 54,4 juta barel. Impor minyak mentah ke AS naik 240.000 bph menjadi 10 juta bph untuk periode yang sama. Input minyak mentah untuk kilang AS naik 164.000 bph menjadi 15,4 juta bph dimana kilang beroperasi dengan kapasitas 89,4%. Produksi gasolin naik tajam menjadi 9,1 juta bph sedangkan produksi bahan bakar distilasi turun menjadi 4,3 juta bph.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 2 Januari setelah menyentuh level US$ 100/barel, harga kontrak US light sweet Februari stabil pada posisi US$ 99.62/barel. Sedangkan kontrak Maret naik US$ 3.55 menjadi US$ 99.33/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, minyak WTI ditutup pada harga US$ 99.63/barel.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga heating oil kontrak Februari naik 9.1 sen menjadi US$ 2.74/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga gas alam kontrak Februari naik 36.7 sen menjadi US$ 7.85/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 31.5 sen menjadi US$ 7.78/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara naik US$ 3.99 menjadi US$ 97.84/barel. Sedangkan gas oil Januari naik US$ 15.75 menjadi US$ 855/ton.&lt;br /&gt;+ Harga minyak OPEC Basket-12 naik US$ 1.24 menjadi US$ 92.06/barel pada tanggal 2 Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 4 JAN 2008&lt;br /&gt;+ Harga berjangka minyak mentah untuk bulan selanjutnya mencapai titik tertinggi yaitu US$ 100.09/barel pada perdagangan sesi sore tanggal 3 Januari di NYMEX dan kemudian turun sedikit karena kakhawatiran melemahnya ekonomi.&lt;br /&gt;+ Olivier Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa level mitos harga minyak mentah sebesar US$ 100/barel berhasil ditembus. Hal ini terjadi akibat adanya satu lot transaksi kontroversial yang berhasil “done” di lantai bursa yang dilakukan lewat komputer perdagangan. Target selanjutnya momentum pergerakan harga minyak adalah menembus level US$ 105/barel, ia menambahkan. Yang harus diperhatikan adalah indeks dolar, reaksi terhadap data angkatan kerja di AS serta harga komoditi lainnya.&lt;br /&gt;+ Di kantor Houston, para analis Raymond James mengatakan bahwa laporan terakhir persediaan minyak mentah AS memberikan sinyal beragam yang akan memberikan kontribusi pada penurunan harga minyak.&lt;br /&gt;+ Lembaga Informasi Energi AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 4 juta barel menjadi 289,6 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 28 Desember.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 3 Januari, harga minyak US light sweet kontrak Februari ditutup pada posisi US$ 99.18/barel. Sedangkan kontrak Maret turun 39 sen menjadi US$ 98.94/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, minyak WTI turun 44 sen menjadi US$ 99.19/barel.&lt;br /&gt;+ Harga heating oil untuk periode yang sama turun 2.13 sen menjadi US$ 2.72/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga kontrak gas alam Februari turun 17.8 sen menjadi US$ 7.67/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 10 sen menjadi US$ 7.88/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Lembaga Informasi Energi AS melaporkan adanya pengambilan gas alam sebanyak 87 miliar kaki kubik dari penyimpanan bawah tanah pada pekan yang berakhir tanggal 28 Desember. Cadangan gas alam AS saat ini mencapai 2,9 triliun kaki kubik.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Februari turun 24 sen menjadi US$ 97.60/barel. Sedangkan harga gas oil Januari naik US$ 5.50 menjadi US$ 860.50/ton.&lt;br /&gt;+ Harga minyak OPEC Basket-12 naik US$ 1.88 menjadi US$ 93.94/barel tanggal 3 Januari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-488843550476869572?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/488843550476869572/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=488843550476869572' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/488843550476869572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/488843550476869572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/world-petroleum-market-27-des-2007-4.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 27 DES 2007 – 4 JAN 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1333972178063564049</id><published>2008-01-05T20:00:00.000-08:00</published><updated>2008-01-05T20:01:25.631-08:00</updated><title type='text'>RESUME PERMINTAAN MINYAK GLOBAL 2008</title><content type='html'>Sumber : Badan Energi Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dalam juta barel per hari – bph)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Amerika Utara            : 25,75&lt;br /&gt;+          Eropa                           : 15,55&lt;br /&gt;+          Pasifik                         : 8,54&lt;br /&gt;TOTAL OECD           : 49,83&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Eks Uni Soviet            : 4,05&lt;br /&gt;+          Eropa Non OECD      : 0,79&lt;br /&gt;+          Cina                             : 7,96&lt;br /&gt;+          Asia lainnya                : 9,35&lt;br /&gt;+          Amerika Latin             : 5,68&lt;br /&gt;+          Timur Tengah              : 6,97&lt;br /&gt;+          Afrika                          : 3,17&lt;br /&gt;TOTAL Non OECD   : 37,97&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUNIA                       : 87,80&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1333972178063564049?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1333972178063564049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1333972178063564049' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1333972178063564049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1333972178063564049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/resume-permintaan-minyak-global-2008.html' title='RESUME PERMINTAAN MINYAK GLOBAL 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-3241961877698942644</id><published>2008-01-05T19:59:00.000-08:00</published><updated>2008-01-05T20:00:38.744-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Awal Januari 2008</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-10                     : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-20                     : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 E-10                     : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 9.300/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.950/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05%S     : Rp 8.300/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.050/kg (tgl efektif :  30 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 185/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 650/liter (tgl efektif : 2 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 13.500/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 13.000/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.800/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.900/liter (tgl efektif : 3 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan edisi Tengah Nov 2007 karena disubsidi dan dipatok tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipina&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 11.900/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 12.900/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          E-10                                        : Rp 11.400/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          BioDiesel                                : Rp 9.950/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 11.100/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 15.600/kg (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 11.200/liter (tgl efektif :  3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.700/liter (tgl efektif :  3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 12.400/liter (tgl efektif :  3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.600/liter (tgl efektif :  3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 12.100/liter (tgl efektif :  3 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 12.100/liter (tgl efektif :  3 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 18.900/liter (tgl efektif :  1 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 19.800/liter (tgl efektif :  1 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 20.500/liter (tgl efektif :  1 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 20.200/liter (tgl efektif :  1 Jan 2008)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.800/liter (tgl efektif :  1 Jan 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.500/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.500/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.200/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.200/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 8.400/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 8.900/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.700/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.500/liter (tgl efektif : 31 Des 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-3241961877698942644?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/3241961877698942644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=3241961877698942644' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3241961877698942644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3241961877698942644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2008/01/bbmwatch-price-general-edisi-awal.html' title='BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Awal Januari 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-751563118698294982</id><published>2007-12-29T01:39:00.001-08:00</published><updated>2007-12-29T01:39:49.947-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH NEWS Edisi Januari 2008</title><content type='html'>+       Harga Motor Gasoline (Mogas) Singapore yang menjadi acuan harga Premium mengalami kenaikan cukup tajam. Akibatnya harga Keekonomian Premium pada periode Januari 2008 naik 6.3% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 7.330/ Liter. Kenaikan yang cukup tinggi ini akibat harga minyak dunia yang stabil di level tinggi diatas US$ 90/barel selama beberapa minggu terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga Gasoil Singapore yang menjadi acuan harga Solar terus menguat. Harga keekonomian solar Januari 2008 naik 6.7% menjadi Rp. 7.816/ Liter. Sama halnya dengan Premium, maka beban subsidi solar (sektor transportasi) juga semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Hal yang sama juga terjadi pada harga kerosene Singapore sebagai acuan harga minyak tanah. Harga Keekonomian minyak tanah pada bulan Januari 2008 naik cukup besar yaitu 7% menjadi Rp. 8.159/ liter, akibatnya subsidi minyak tanah akan terus naik hingga diatas Rp. 6.000/ liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Berdasarkan perhitungan BBMwatch, harga Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina DEX (Solar Grade Tinggi) pada Januari 2008 nanti diperkirakan berturut-turut mencapai Rp. 7.750, Rp.  8.000, dan Rp.   8.750 per Liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Untuk harga Bahan Bakar Nabati/ Biofuel sesuai dengan harga referensi Biodiesel dan Ethanol bulan Desember 2007 diperkirakan berturut-turut mencapai angka Rp. 4.200/liter (Ethanol/Bio-Premium) , dan Rp.  10.100/liternya (Biodiesel/Biosolar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga LPG Saudi Aramco Contract Prices (Aramco CP) berdasar data akhir Desember 2007 yang dapat menjadi acuan harga keekonomian LPG bulan Januari 2008 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 8.900/Kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga Minyak Mentah BCI-13 (Rata-rata Harga Minyak Mentah dari 13 Negara Pilihan BBMwatch berdasarkan aspek sensitivitas geopolitik &amp;amp; konsistensi volume produksi) mencapai US$ 88.54/ Barel. Total produksi per Desember 2007 dari negara BCI-13 mencapai  50.960.000 bph, sekitar 60% produksi dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-751563118698294982?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/751563118698294982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=751563118698294982' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/751563118698294982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/751563118698294982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/bbmwatch-news-edisi-januari-2008.html' title='BBMWATCH NEWS Edisi Januari 2008'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7781146973782129705</id><published>2007-12-29T01:38:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T01:39:02.016-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE EUROPE Edisi DESEMBER 2007</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Austria                        : (Rp 17.000/liter – Unleaded), (Rp 16.600/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Belgia              : (Rp 20.300/liter – Unleaded), (Rp 16.800/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Rep Ceko        : (Rp 17.000/liter – Unleaded), (Rp 17.200/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Denmark         : (Rp 20.000/liter – Unleaded), (Rp 18.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Finlandia         : (Rp 18.700/liter – Unleaded), (Rp 15.900/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Perancis           : (Rp 18.900/liter – Unleaded), (Rp 17.100/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Jerman             : (Rp 18.500/liter – Unleaded), (Rp 17.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Yunani                        : (Rp 14.900/liter – Unleaded), (Rp 15.400/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Belanda           : (Rp 21.300/liter – Unleaded), (Rp 16.900/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Hongaria         : (Rp 17.000/liter – Unleaded), (Rp 17.200/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Irlandia            : (Rp 16.800/liter – Unleaded), (Rp 16.600/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Italia                : (Rp 19.300/liter – Unleaded), (Rp 19.200/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Luksembourg  : (Rp 16.000/liter – Unleaded), (Rp 13.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Estonia                        : (Rp 12.300/liter – Unleaded), (Rp 13.500/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Norwegia        : (Rp 21.700/liter – Unleaded), (Rp 20.900/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Latvia              : (Rp 13.800/liter – Unleaded), (Rp 14.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Lithuania         : (Rp 14.300/liter – Unleaded), (Rp 14.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Polandia          : (Rp 18.000/liter – Unleaded), (Rp 16.900/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Slowakia         : (Rp 17.200/liter – Unleaded), (Rp 18.000/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Slovenia          : (Rp 14.600/liter – Unleaded), (Rp 14.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Portugal           : (Rp 19.300/liter – Unleaded), (Rp 16.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Spanyol           : (Rp 15.300/liter – Unleaded), (Rp 14.700/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Swedia                        : (Rp 18.000/liter – Unleaded), (Rp 17.300/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Swiss               : (Rp 15.200/liter – Unleaded), (Rp 16.500/liter – Diesel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7781146973782129705?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7781146973782129705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7781146973782129705' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7781146973782129705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7781146973782129705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/bbmwatch-price-europe-edisi-desember.html' title='BBMWATCH PRICE EUROPE Edisi DESEMBER 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-3764265570390578248</id><published>2007-12-29T01:37:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T01:38:13.790-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Akhir Desember 2007</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-10                     : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 26 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 E-10                     : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 26 Des 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 9.100/liter (tgl efektif : 26 Des 2007)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.750/liter (tgl efektif : 26 Des 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05%S     : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 26 Des 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 7.850/liter (tgl efektif : 26 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.000/kg (tgl efektif : 30 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 270/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 580/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 13.300/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 12.800/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.600/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.700/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan edisi Tengah Nov 2007 karena disubsidi dan dipatok tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipina&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 9.500/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 10.300/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          E-10                                        : Rp 9.000/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          BioDiesel                                : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 8.900/liter (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 12.450/kg (tgl efektif : 12 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 10.960/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.400/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 12.000/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.500/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 11.750/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 11.700/liter (tgl efektif : 27 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 19.300/liter (tgl efektif : 23 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 20.200/liter (tgl efektif : 23 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 20.000/liter (tgl efektif : 23 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 20.600/liter (tgl efektif : 23 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.750/liter (tgl efektif : 23 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.400/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.550/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.300/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.200/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.000/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.200/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 7.850/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 8.300/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 8.800/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.600/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.400/liter (tgl efektif : 24 Des 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-3764265570390578248?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/3764265570390578248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=3764265570390578248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3764265570390578248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3764265570390578248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/bbmwatch-price-general-edisi-akhir.html' title='BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Akhir Desember 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-2875715455569149394</id><published>2007-12-29T01:34:00.000-08:00</published><updated>2007-12-29T01:36:49.313-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 20 – 26 DESEMBER 2007</title><content type='html'>OGJ – 20 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga minyak mengalami kenaikan pada tanggal 19 Desember di pasar berjangka New York setelah Lembaga Informasi Energi AS melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun ke level paling bawah sejak Februari 2005. Lembaga tersebut melaporkan bahwa persediaan minyak mentah komersial AS turun 7,6 juta barel menjadi 296,9 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 14 Desember.&lt;br /&gt;+          Persediaan gasolin AS naik 3 juta barel menjadi 205,2 juta barel. Sedangkan persediaan bahan bakar distilasi turun 2,1 juta barel menjadi 129,4 juta barel.&lt;br /&gt;+          Paul Horsnell dari Barclays Capital Inc, London mengatakan bahwa untuk pertama kalinya sejak November 2004 persediaan minyak mentah AS berada di level terbawah dari level rata-rata 5 tahun. Jika dinyatakan dengan angka maka persediaan minyak mentah AS saat ini mencapai 296,9 juta barel atau dibawah 300 juta barel untuk pertama kali sejak Februari 2005.&lt;br /&gt;+          The Societe Generale Group di Paris menyatakan bahwa harga minyak yang terus naik saat ini didorong oleh faktor pengeluaran persediaan minyak di negara-negara OECD pada bulan November hingga pertengahan Desember.&lt;br /&gt;+          Berdasarkan data awal, persediaan minyak mentah dan produknya secara gabungan di AS, Eropa, Jepang, Korea dan Singapura turun sebesar 900.000 bph pada bulan November. Selain itu OPEC pun tampaknya akan mempertahankan ketatnya pasokan minyak ditengah ketidakpastian outlook pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.&lt;br /&gt;+          Para analis SGG memperkirakan bahwa harga minyak WTI pada triwulan pertama 2008 secara rata-rata akan mencapai US$ 85/barel.         &lt;br /&gt;+          Serangan terbaru yang dilakukan pasukan dan pesawat tempur Turki terhadap fasilitas Partai Pekerja Kurdistan di Irak Utara menimbukan ketakutan di pasar akan kemungkinan terganggunya fasilitas jaringan pipa ekspor minyak antara Irak dan Turki yang melewati Mediterania.&lt;br /&gt;+          Para analis SGG memperkirakan bahwa terbatasnya serangan darat dan udara Turki atas separatis Kurdi di utara Irak akan terhenti namun bisa berlanjut kembali. Washington Post melaporkan pada pekan ini bahwa militer AS telah menyiapkan pusat kendali di ibukota Turki, Ankara untuk berbagi informasi intelijen dengan militer Turki serta memberikan gambaran hasil pengintaian pesawat mata-mata AS  terhadap fasilitas separatis Kurdi.&lt;br /&gt;+          AS tampaknya telah sepakat dengan Turki dalam memberikan bantuan intelijen tersebut sebagai ganti agar Turki tidak melakukan serangan darat secara besar-besaran yang bisa mengganggu stabilitas kawasan utara Irak. Selain itu, militer AS di Irak diperbolehkan menerima sekitar 70% pasokan logistik udaranya dan sepertiga pasokan bahan bakarnya melalui Turki, hal tersebut dilaporkan oleh Washington Post.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 19 Desember, kontrak minyak patokan US light sweet Februari naik US$ 1.16 menjadi US$ 91.24/barel. Sedangkan kontrak Maret naik US$ 1.09 menjadi US$ 91.18/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI naik 55 sen menjadi US$ 91.05/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil kontrak Januari naik 4.25 sen menjadi US$ 2.60/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Januari naik 3.8 sen menjadi US$ 7.18/MMbtu.                       &lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 1.5 sen menjadi US$ 7.17/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Lembaga Informasi Energi AS melaporkan pada tanggal 20 Desember bahwa pemerintah AS melakukan pengeluaran gas alam sebanyak 121 miliar kaki kubik dari penyimpanan bawah tanah pada pekan yang berakhir tanggal 14 Desember. Saat ini persediaan gas AS mencapai 3.17 triliun kaki kubik.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Februari minyak Brent Laut Utara naik US$ 1.36 menjadi US$ 91.48/barel, harga perdagangan ini berada diatas WTI. Sedangkan gas oil untuk Januari naik US$ 2.25 menjadi US$ 814/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 tanggal 19 Desember naik 13 sen menjadi US$ 87.38/barel.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;----------           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 21 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga energi mengalami penurunan tanggal 20 Desember di pasar New York akibat profit taking dan laporan bahwa ekspor minyak OPEC akan turun pada bulan ini&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 20 Desember, kontrak Februari untuk minyak US light sweet diperdagangkan pada level US$ 90.57-92.25/barel dan kemudian ditutup pada posisi US$ 91.06/barel. Sedangkan untuk kontrak Maret turun 22 sen menjadi US$ 90.96/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun 8 sen menjadi US$ 90.97/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil pengiriman Januari turun 0.84 sen menjadi US$ US$ 2.59/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Januari turun 4.2 sen menjadi US$ 7.14/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas alam di Henry Hub naik 1 sen menjadi US$ 7.18/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Januari turun 60 sen menjadi US$ 90.88/barel. Sedangkan harga gas oil kontrak Januari naik US$ 7 menjadi US$ 821/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 tanggal 20 Desember naik 12 sen menjadi US$ 87.50/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 26 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga minyak naik diatas US$ 94/barel namun diperdagangkan dengan harga beragam di pasar New York dan kemudian ditutup pada pukul 1 siang tanggal 24 Desember untuk menghadapi liburan Natal.&lt;br /&gt;+          Para analis di Raymond James, Houston melaporkan bahwa tingginya harga minyak pada perdagangan awal 26 Desember diakibatkan keputusan militer Turki yang memastikan bahwa pemberontak Kurdi di utara Irak tidak akan mengalami “malam kudus” saat Natal 25 Desember. Mereka pun mengatakan bahwa militer Turki telah mengirim jet tempur untuk membom sejumlah pangkalan Kurdi di utara Irak. Naiknya harga minyak pada perdagangan sesi pagi dipicu oleh berita bahwa Cina akan menurunkan pajak impor gasolin, diesel, dan jet fuel untuk mendorong pasokan domestik.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 24 Desember, harga minyak patokan US light sweet kontrak Februari naik 82 sen menjadi US$ 94.13/barel sedangkan untuk kontrak Maret naik 74 sen menjadi US$ 93.74/barel.&lt;br /&gt;+          Harga heating oil di NYMEX untuk bulan Januari turun 1.44 sen menjadi US$ 2.59/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Januari turun 16.5 sen menjadi US$ 7.03/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub tidak berubah di posisi US$ 7.04/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Analis di Raymond James melaporkan bahwa para trader terus khawatir akan kelebihan simpanan gas alam dalam jumlah besar hingga cuaca makin membaik dalam waktu 8-14 hari ke depan.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Februari naik 24 sen menjadi US$ 92.70/barel. Sedangkan gas oil kontrak Januari naik US$ 12.75 menjadi US$ 830/ton.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-2875715455569149394?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/2875715455569149394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=2875715455569149394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2875715455569149394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2875715455569149394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/world-petroleum-market-20-26-desember.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 20 – 26 DESEMBER 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-8579627765154798209</id><published>2007-12-19T17:53:00.001-08:00</published><updated>2007-12-19T17:53:53.911-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 18 – 19 DESEMBER 2007</title><content type='html'>OGJ – 18 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Cuaca dingin yang melanda kawasan Midwest dan Northeast mendorong harga minyak terus naik pada perdagangan awal tanggal 17 Desember di pasar New York.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak minyak untuk bulan depan terus naik pada perdagangan tanggal 18 Desember saat muncul berita pasukan Turki menyerang gerilyawan Kurdi di utara Irak. Diperkirakan sebanyak 700 personil pasukan Turki memasuki utara Irak dalam sebuah penyerbuan terhadap militan Kurdi yang sudah melancarkan serangan lintas batas. Gangguan terhadap jaringan pipa minyak di utara Irak akan menyebabkan pasar minyak semakin ketat ditambah terbatasnya kapasitas produksi cadangan, hal tersebut disampaikan oleh para analis di Raymond James, Houston.&lt;br /&gt;+          Eitan Bernstein dari Friedman, Billings, Ramsey &amp;amp; Co. Inc. (FBR), Arlington, Va., mengatakan bahwa harga minyak masih menunjukkan tren harga tinggi tahun ini dan ia percaya bahwa harga minyak tidak akan turun dibawah US$ 70/barel dan secara rata-rata mencapai US$ 85/barel atau lebih untuk tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;+          Bernstein dari FBR memperkirakan bahwa OPEC akan melanjutkan upaya mengendalikan produksi untuk mencapai harga maksimum. Analis FBR memperkirakan bahwa perekonomian Arab Saudi bisa dibiayai dengan harga minyak WTI minimal sebesar US$ 65/barel dan untuk produsen lainnya yang lebih kecil dari Saudi seperti Iran dan Venezuela akan mensyaratkan harga minyak yang lebih tinggi dari US$ 65/barel. Bernstein menyebutkan bahwa harga tersebut bisa dianggap sebagai batas bawah. Ia pun memperkirakan bahwa harga minyak tahun 2008 akan berada pada level US$ 60-80/barel.&lt;br /&gt;+          Para analis dari Friedman, Billings, Ramsey &amp;amp; Co. Inc. (FBR) memperkirakan bahwa rata-rata harga minyak akan mencapai US$ 75/barel pada semester pertama 2008.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 17 Desember, perdagangan US light sweet kontrak Januari ditutup pada posisi US$ 90.63/barel. Sedangkan kontrak Februari mengalami penurunan sebesar 50 sen menjadi US$ 91.05/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga WTI turun 64 sen menjadi US$ 90.64/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil Januari turun 1 sen menjadi US$ 2.60/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak gas alam Januari turun 1 sen menjadi US$ 7.04/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 0.5 sen dan dianggap tidak berubah di posisi US$ 7.09/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Februari turun 40 sen menjadi US$ 91.29/barel. Sedangkan harga gas oil kontrak Januari turun US$ 8.75 menjadi US$ 814.75/ton.  &lt;br /&gt;+          Harga rata-rata OPEC Basket-12 turun 69 sen menjadi US$ 87.28/barel pada tanggal 17 Desember.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 19 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga berjangka minyak turun pada sesi perdagangan tanggal 18 Desember saat pasukan Turki mulai menarik diri dari utara Irak.&lt;br /&gt;+          Sesi awal perdagangan elektronik di New York, harga kontrak Januari untuk minyak US light sweet naik hingga US$ 92.88/barel saat adanya laporan serangan yang dilakukan pesawat tempur dan ratusan pasukan Turki atas gerilyawan Partai Pekerja Kurdistan di utara Irak, hal ini memicu ketakutan pasar jika nantinya terjadi kerusakan pada jaringan pipa minyak yang merupakan fasilitas ekspor minyak dari Irak ke Turki melalui Mediterania. Kejadian ini merupakan pengerahan pasukan besar-besaran yang pertama kali dilakukan oleh Turki ke kawasan Irak dan menimbulkan pertanyaan apakah tindakan Turki ini sebelumnya sudah diketahui dan disetujui oleh Amerika Serikat.&lt;br /&gt;+          Selama sesi perdagangan tanggal 18 Desember, para trader mengantisipasi tindakan pengeluaran minyak oleh AS dari penyimpanan sebanyak 1,4 juta barel. Namun kemudian tanggal 19 Desember, Lembaga Informasi Energi AS mengatakan bahwa persediaan minyak mentah komersial AS turun sebanyak 7,6 juta barel menjadi 296,9 juta barel selama pekan yang berakhir tanggal 14 Desember.&lt;br /&gt;+          Persediaan gasolin AS naik 3 juta barel menjadi 205,2 juta barel. Persediaan bahan bakar distilasi turun sebanyak 2,1 juta barel menjadi 129,4 juta barel pada periode yang sama dimana pasar mengharapkan adanya penurunan sebanyak 400.000 barel. Persediaan propane dan propylene turun sebanyak 1,7 juta barel menjadi 57,9 juta barel pada pekan lalu.&lt;br /&gt;+          Impor minyak mentah ke AS turun sebesar 952.000 bph menjadi 9,1 juta bph pada periode yang sama. Input minyak mentah untuk kilang AS turun sebanyak 38.000 bph menjadi 15,2 juta bph dimana kilang beroperasi dengan kapasitas 87,8% pada pekan yang berakhir tanggal 14 Desember. Produksi gasolin AS turun menjadi 9,1 juta bph namun produksi bahan bakar distilasi naik menjadi 4,3 juta bph.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 18 Desember, harga kontrak patokan US light sweet yang berakhir Januari ditutup pada posisi US$ 90.49/barel, sedangkan untuk kontrak Februari ditutup pada posisi US$ 90.08/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun 14 sen menjadi US$ 90.50/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil Januari turun 4.25 sen menjadi US$ 2.56/galon. Masih di bursa yang sama, harga gas alam kontrak Januari naik 10.6 sen menjadi US$ 7.14/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 7 sen menjadi US$ 7.16/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara kontrak Februari turun US$ 1.17 menjadi US$ 90.12/barel. Harga gas oil Januari turun US$ 3 menjadi US$ 811.75/ton.&lt;br /&gt;+          Kantor OPEC tutup pada tanggal 19 Desember untuk perayaan Idul Adha sehingga tidak ada laporan harga OPEC Basket-12.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-8579627765154798209?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/8579627765154798209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=8579627765154798209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8579627765154798209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8579627765154798209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/world-petroleum-market-18-19-desember.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 18 – 19 DESEMBER 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-2237961457412460337</id><published>2007-12-19T17:51:00.000-08:00</published><updated>2007-12-19T17:52:20.198-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Tengah Desember 2007</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-10                     : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 E-10                     : Rp 7.700/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 9.000/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.600/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05%S     : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 7.700/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.000/kg (tgl efektif : 30 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 250/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 550/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 13.300/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 12.800/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.600/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.700/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan edisi Tengah Nov 2007 karena disubsidi dan dipatok tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 10.700/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.200/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 11.900/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.600/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 11.500/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 11.500/liter (tgl efektif : 18 Des 2007)&lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 19.300/liter (tgl efektif : 16 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 20.200/liter (tgl efektif : 16 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 20.150/liter (tgl efektif : 16 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 20.500/liter (tgl efektif : 16 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.800/liter (tgl efektif : 16 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.400/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.550/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.500/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.300/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.200/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.000/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.300/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 8.250/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 8.800/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.600/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 8.000/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 8.150/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.400/liter (tgl efektif : 17 Des 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-2237961457412460337?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/2237961457412460337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=2237961457412460337' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2237961457412460337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2237961457412460337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/bbmwatch-price-general-edisi-tengah.html' title='BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Tengah Desember 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7944384069408944480</id><published>2007-12-18T23:15:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T23:16:36.225-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 10 – 17 DESEMBER 2007</title><content type='html'>OGJ – 10 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga energi turun pada tanggal 7 Desember ditengah laporan kondisi lapangan pekerjaan AS yang bisa membuka pintu pengurangan suku bunga saat Komite Pasar Terbuka Federal AS yang merupakan lengan pembuat kebijakan dari Federal Reserve Bank bertemu tanggal 11 Desember.&lt;br /&gt;+          Harga minyak mentah saat ini 11% lebih rendah dari level tertinggi pada akhir November lalu dan bisa turun lebih jauh dalam beberapa minggu ke depan, hal tersebut disampaikan oleh analis di Raymond James, Houston.&lt;br /&gt;+          Robert S Morris dari Banc of America Securities LLC, New York melaporkan bahwa setelah mengalami minggu yang berfluktuasi, harga spot minyak WTI akan turun 43 sen/barel meskipun OPEC tidak menambah jumlah produksi ditambah menurunnya persediaan minyak AS.&lt;br /&gt;+          Analis dari Societe Generale Group, Paris mengatakan bahwa pasar terlalu dibebani oleh kekhawatiran permintaan minyak selama 2 pekan terakhir dan data terbaru dari AS terus menunjukkan kelemahan kemampuan energi negeri tersebut. Merekapun menambahkan bahwa sebagian besar para pemain di pasar minyak hanya fokus pada data mingguan AS dan mengabaikan data bulanan dikarenakan adanya kelambatan (time lag) selama 2 bulan untuk kondisi berikutnya.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga minyak patokan US light sweet Januari diperdagangkan pada level US$ 87.07/barel dan kemudian ditutup pada posisi US$ 88.28/barel. Untuk kontrak Februari turun US$ 1.79/barel menjadi US$ 88.15/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI turun US$ 1.95 menjadi US$ 88.29/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak heating oil Januari turun 4.03 sen menjadi US$ 2.50/galon.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga kontrak gas alam Januari turun 17.5 sen menjadi US$ 7.16/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 22 sen menjadi US$ 7.08/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, kontrak minyak Brent Laut Utara Januari turun US$ 1.54 menjadi US$ 88.64/barel, dimana harga ini lebih tinggi dari WTI di NYMEX. Sedangkan kontrak gas oil Desember turun US$ 3.25 menjadi US$ 784.25/ton.&lt;br /&gt;+          Harga rata-rata minyak OPEC Basket-12 naik 78 sen menjadi US$ 85.26/barel tanggal 7 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 11 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga minyak mentah mencoba merangkak naik namun gagal menembus level US$ 90/barel pada tanggal 10 Desember sebelum dilakukannya pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal AS tanggal 11 Desember.&lt;br /&gt;+          Hari pertama pekan perdagangan di New York, harga minyak WTI bergerak dengan pola yang sama seperti minggu lalu dengan mencoba menembus level US$ 90/barel dan tidak juga turun ke level dibawah US$ 87/barel. Saat ini WTI dipenuhi oleh arah yang tidak menentu dan kurangnya pertumbuhan dalam suku bunga terbuka bisa memberikan ilustrasi lebih jauh dari hilangnya kepercayaan, seperti diungkapkan oleh Olivier Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga minyak patokan US light sweet Januari naik menjadi US$ 89.80/barel selama perdagangan tengah hari kemudian ditutup pada posisi US$ 87.86/barel. Untuk kontrak Februari turun 38 sen menjadi US$ 87.77/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun 42 sen menjadi US$ 87.87/barel.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, kontrak heating oil Januari turun 2.73 sen menjadi US$ 2.48/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak gas alam Januari turun 12.3 sen menjadi US$ 7.03/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 10.5 sen menjadi US$ 6.97/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara untuk Januari turun 60 sen menjadi US$ 88.04/barel. Sedangkan harga gas oil Desember naik US$ 4.25 menjadi US$ 788.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun US$ 1.09 menjadi US$ 84.19/barel tanggal 10 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;---------            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 12 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga energi naik pada tanggal 11 Desember saat Komite Pasar Terbuka Federal AS memotong patokan suku bunga dana federal menjadi 4.25% dan badai es merusak jaringan listrik di Oklahoma yang mengakibatkan terhentinya operasi jaringan pipa minyak di Cushing hub.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga minyak patokan US light sweet Januari diperdagangkan pada level US$ 90.55/barel dan akhirnya ditutup pada level US$ 90.02/barel. Sedangkan untuk kontrak Februari naik US$ 2.15 menjadi US$ 89.92/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI naik US$ 2.16 menjadi US$ 90.03/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil kontrak Januari naik 4.56 sen menjadi US$ 2.52/galon. Masih di bursa yang sama, harga gas alam kontrak Januari naik 5.3 sen menjadi US$ 7.09/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 11.5 sen menjadi US$ 7.09/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, kontrak Januari minyak Brent Laut Utara naik US$ 1.95 menjadi US$ 89.99/barel. Sedangkan kontrak gas oil Desember turun US$ 3.75 menjadi US$ 784.75/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik 45 sen menjadi US$ 84.64/barel tanggal 11 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 13 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga berjangka minyak mentah naik lebih dari US$ 4 ke level US$ 94/barel pada tanggal 12 Desember. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 27 November lalu setelah Bank Sentral AS mengatakan akan menyediakan dana sebesar US$ 24 miliar untuk Bank Sentral Eropa dan Bank Nasional Swiss untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;+          Saat yang sama, Goldman Sachs Group Inc, perusahaan sekuritas terbesar di dunia meningkatkan prediksi harga minyaknya untuk 2008 menjadi US$ 95/barel untuk jenis US light sweet dimana minyak tersebut akan diperdagangkan di level US$ 105/barel pada akhir tahun depan. Analis menyimpulkan bahwa tingginya biaya investasi dan melemahnya permintaan akan menyebabkan produsen minyak mengurangi pasokan.&lt;br /&gt;+          Lembaga Informasi Energi AS mengatakan pada tanggal 12 Desember bahwa persediaan minyak mentah AS turun 700.000 barel menjadi 304,5 juta barel selama pekan yang berakhir tanggal 7 Desember. Persediaan gasolin naik 1,6 juta barel menjadi 202,2 juta barel pada periode yang sama. Persediaan bahan bakar distilasi turun 800.000 barel menjadi 131,5 juta barel. Persediaan propane dan propylene turun sebesar 1,4 juta barel menjadi 59,6 juta barel.&lt;br /&gt;+          Impor minyak mentah ke AS naik sebanyak 689.000 bph menjadi 10,1 juta bph pada periode ini. Sedangkan input minyak mentah untuk kilang AS mengalami penurunan sebesar 172.000 bph menjadi 15,3 juta bph dimana kilang beroperasi dengan kapasitas 88,8%. Produksi gasolin naik menjadi 9,2 juta bph namun produksi bahan bakar distilasi turun menjadi 4,2 juta bph. &lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 12 Desember, harga minyak US light sweet diperdagangkan pada posisi US$ 94.85/barel dan akhirnya ditutup pada posisi US$ 94.39/barel. Untuk kontrak Februari sendiri naik US$ 4.36 menjadi US$ 94.28/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI naik US$ 4.37 menjadi US$ 94.40/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga heating oil Januari naik 12.02 sen menjadi US$ 2.64/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga gas alam kontrak Januari naik 32.3 sen menjadi US$ 7.41/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 13 sen menjadi US$ 7.22/MMbtu.&lt;br /&gt;+          EIA melaporkan pada tanggal 13 Desember bahwa pemerintah AS mengeluarkan 146 miliar kaki kubik gas alam dari penyimpanan bawah tanah selama pekan yang berakhir tanggal 7 Desember. Saat ini persediaan gas alam AS mencapai 3.29 triliun kaki kubik.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara untuk Januari naik US$ 4.03 menjadi US$ 94.02/barel. Sedangkan gas oil untuk Desember tidak berubah pada posisi US$ 861.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik US$ 2.07 menjadi US$ 86.71/barel tanggal 12 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 14 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga energi turun pada tanggal 13 Desember akibat profit taking dan meningkatnya sentimen negatif atas melambatnya pertumbuhan ekonomi. &lt;br /&gt;+          Untuk pertama kali sejak Agustus, harga minyak patokan US light sweet berada pada tren contango di pasar New York. Perdagangan contango mendorong meningkatnya persediaan minyak mentah.&lt;br /&gt;+          International Energy Agency yang berpusat di Paris meningkatkan proyeksi permintaan minyak tahun 2008 sebesar 115.000 bph menjadi 87.8 juta bph dengan pertumbuhan akan didorong oleh negara-negara di luar OECD ditambah asumsi musim yang normal di negara-negara OECD.&lt;br /&gt;+          Pasokan minyak dunia naik 55.000 bph pada bulan November menjadi 86,5 juta bph setelah adanya perbaikan pasokan dari Meksiko, Cina dan Brasil yang mampu menutup penurunan ekspor dari OPEC.&lt;br /&gt;+          IEA masih melihat bahwa permintaan 2008 akan menjadi dua kali lipat jumlah permintaan 2007 atau 2006, hal tersebut dikatakan Olivier Jakob dari Petromatrix.&lt;br /&gt;+          IEA melaporkan bahwa harga berjangka minyak mentah diuji untuk sampai pada posisi US$ 100/barel pada November lalu namun kemudian turun setelah adanya sinyal meningkatnya pasokan dari OPEC dan Non OPEC ditambah membaiknya pasokan produk minyak dari kilang.&lt;br /&gt;+          Barclay’s Capital melaporkan bahwa potensi melemahnya permintaan tahun 2008 di pasar minyak lebih banyak dikhawatirkan oleh melemahnya ekonomi Cina, bukannya ekonomi AS.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 13 Desember, kontrak minyak US light sweet Januari turun US$ 2.14 menjadi US$ 92.25/barel. Untuk kontrak Februari turun US$ 1.82 menjadi US$ 92.46/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun US$ 2.14 menjadi US$ 92.26/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, kontrak heating oil Januari turun 2.85 sen menjadi US$ 2.16/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak gas alam Januari turun 21.5 sen menjadi US$ 7.19/MMbtu meskipun EIA melaporkan adanya pengeluaran gas alam sebanyak 3 digit untuk pertama kali oleh pemerintah AS dari penyimpanan bawah tanah untuk keperluan musim dingin.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 17 sen menjadi US$ 7.39/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak Januari minyak Brent Laut Utara turun US$ 1.90 menjadi US$ 92.12/barel. Untuk gas oil Januari naik US$ 12.50 menjadi US$ 825.75/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik US$ 1.64 menjadi US$ 88.35/barel tanggal 13 Desember. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------                       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 17 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+          Harga energi terus turun yang ditandai dengan turunnya harga minyak dibawah US$ 92/barel pada tanggal 14 Desember terutama diakibatkan oleh kekhawatiran naiknya harga konsumen yang akan mengurangi permintaan bahan bakar.&lt;br /&gt;+          Saat yang sama, nilai US dollar terus naik dan memberi tekanan finansial pada berbagai macam komoditi yang biasanya diperdagangkan dengan mata uang selain US dollar. Masih mengenai mata uang ini, US dollar nilainya relatif lemah terhadap mata uang lain dalam tahun ini. Akibatnya minyak mentah tidak hanya menantang emas sebagai lindung nilai finansial terhadap inflasi namun juga sebagai alternatif lindung nilai dari melemahnya US dollar, hal tersebut dikatakan oleh analis Societe Generale Group di Paris.&lt;br /&gt;+          Secara historis, korelasi antara harga minyak dan nilai US dollar selalu lemah, SGG melaporkan hal tersebut pada review komoditi Desember yang diterbitkan oleh mereka. Meski demikian, sejak awal 2007 korelasi antara Euro dan US dollar terhadap harga minyak terus menguat hingga mencapai titik tertinggi seperti sekarang. Melemahnya nilai US dollar memberikan insentif alamiah bagi konsumen minyak Asia dan Eropa untuk melindungi asetnya dari efek perubahan nilai mata uang, mereka berkeyakinan bahwa hubungan tradisional tersebut tidaklah cukup menjelaskan eratnya korelasi dua hal itu saat ini.&lt;br /&gt;+          Pasar valas untuk mata uang internasional merupakan pasar finansial terbesar di dunia dimana nilai perdagangan harian mencapai lebih dari US$ 3 triliun. Para tradernya terdiri dari bank besar, bank sentral, spekulan mata uang, perusahaan multinasional, pemerintah, dan pasar maupun lembaga keuangan lainnya. Makin tinggi harga minyak maka akan semakin banyak cadangan US dollar yang dikumpulkan oleh berbagai bank sentral dan dana kemakmuran negara-negara eksportir minyak. Dana kemakmuran negara terdiri atas aset finansial milik negara seperti saham, obligasi, dan properti atau semacam pengelolaan dana tabungan nasional untuk tujuan investasi.&lt;br /&gt;+          Melemahnya nilai US dollar memberikan insentif yang lebih bagi negara-negara produsen minyak di luar AS untuk mengganti mata uang US dollar ke mata uang lain untuk mendiversifikasi eksposurnya baik dalam cadangan valas maupun investasinya.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX tanggal 14 Desember, harga minyak patokan US light sweet Januari turun 98 sen menjadi US$ 91.27/barel. Sedangkan kontrak Februari turun 91 sen menjadi US$ 91.55/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun 98 sen menjadi US$ 91.28/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak heating oil Januari turun 0.68 sen menjadi US$ 2.61/galon. Sedangkan harga kontrak gas alam Januari turun 16.8 sen menjadi US$ 7.03/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, kontrak Januari minyak Brent Laut Utara naik 55 sen menjadi US$ 92.67/barel, sekali lagi harga perdagangan Brent diatas patokan US light sweet di New York. Sedangkan gas oil Januari turun US$ 1.75 menjadi US$ 823.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun 65 sen menjadi US$ 87.97/barel tanggal 14 Desember.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7944384069408944480?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7944384069408944480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7944384069408944480' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7944384069408944480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7944384069408944480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/world-petroleum-market-10-17-desember.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 10 – 17 DESEMBER 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7532537388819159986</id><published>2007-12-09T12:22:00.001-08:00</published><updated>2007-12-09T13:11:08.303-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 3 – 7 DESEMBER 2007</title><content type='html'>OGJ – 3 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+ Tanggal 30 November, harga kontrak berjangka minyak turun dibawah US$ 90/barel untuk pertama kalinya di pasar New York ditengah kebingungan apakah OPEC akan menaikkan produksi pada pertemuan 5 Desember nanti ditambah dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi AS yang nantinya akan menurunkan permintaan minyak.&lt;br /&gt;+ Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa Arab Saudi bisa saja mengejutkan keadaan dengan mendukung penambahan produksi sebesar 500.000 bph pada pertemuan 11 September lalu. Saat itu minyak WTI diperdagangkan antara US$ 75-78/barel. Saat ini minyak WTI telah diperdagangkan antara US$ 95-98/barel dengan level terendah US$ 88.45/barel saat seminggu sebelum pertemuan OPEC.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 30 November, harga patokan US light sweet kontrak Januari turun US$ 2.30 menjadi US$ 88.71/barel. Sedangkan untuk kontrak Februari turun US$ 2.09 menjadi US$ 88.26/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, minyak WTI turun US$ 2.30 menjadi US$ 88.72/barel. Sedangkan harga heating oil kontrak Desember di NYMEX harganya turun 4.75 sen menjadi US$ 2.53/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, kontrak gas alam Januari turun 15 sen menjadi US$ 7.30/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 9.5 sen menjadi US$ 7.28/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, harga kontrak Januari minyak Brent Laut Utara turun sebesar US$ 1.96 menjadi US$ 88.26/barel. Sedangkan gas oil Desember juga turun US$ 36.50 menjadi 792.75/ton.&lt;br /&gt;+ Harga rata-rata OPEC Basket-12 turun US$ 1.87 menjadi US$ 85.91/barel pada tanggal 30 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 4 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+ Naiknya harga minyak secara moderat telah menutup penurunan harga gas alam pada tanggal 3 Desember di pasar New York saat para trader terus berspekulasi atas kemungkinan dinaikkannya jumlah produksi OPEC pada pertemuan Abu Dhabi.&lt;br /&gt;+ “Perdagangan headline” akan terus mendominasi pasar minyak saat dilakukannya pertemuan OPEC, kata Olivier Jakob dari Petromatrix, Swiss.&lt;br /&gt;+ Sikap menentang presiden Iran terhadap rencana kenaikan produksi OPEC terus memicu kenaikan harga minyak pada perdagangan 3 Desember. Namun secara teknis pasar masih dalam tren penurunan, masih berada pada level rata-rata 5 hari perdagangan, hal tersebut dikatakan oleh Olivier Jakob.&lt;br /&gt;+ Saat yang sama, sebuah laporan dikeluarkan pada tanggal 3 Desember yang mewakili suara 16 badan intelijen AS yang mengatakan Iran telah menghentikan program nuklirnya pada tahun 2003 dan belum menjalankannya kembali. Pada kenyataannya, Perkiraan Intelijen Nasional mengatakan bahwa badan intelijen AS tidak mengetahui jika Iran berencana mengembangkan senjata nuklir meskipun tampaknya ada pilihan yang terbuka. Penilaian baru tersebut akan mengurangi premi geopolitik yang muncul pada harga minyak, hal tersebut dikatakan analis dari Raymond James di Houston.&lt;br /&gt;+ Hal tersebut akan membuat Presiden George W Bush semakin berat dalam menekan sanksi yang lebih keras bagi Iran namun yang paling penting adalah ia akan menghilangkan ketakutan pasar atas kemungkinan serangan tersendiri AS atas Iran, Jakob mengatakan. Ketakutan tersebut telah menjadi komponen terpenting dalam premi risiko harga minyak, ia menambahkan.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 3 Desember, harga kontrak Januari untuk minyak patokan US light sweet naik 60 sen menjadi US$ 89.31/barel. Sedangkan untuk kontrak Februari naik 78 sen menjadi US$ 89.04/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, minyak WTI naik 60 sen menjadi US$ 89.32/barel.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga kontrak heating oil Januari turun 0.39 sen menjadi US$ 2.51/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga kontrak gas alam Januari turun 8.8 sen menjadi US$ 7.21/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 27.5 sen menjadi US$ 7.01/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, kontrak Januari minyak Brent Laut Utara naik US$ 1.54 menjadi US$ 89.80/barel. “Minyak Brent sekarang diperdagangkan lebih mahal dari WTI untuk pertama kalinya sejak Juli lalu,” kata analis di Raymond James. Sedangkan gas oil untuk Desember turun US$ 10 menjadi US$ 782.75/ton.&lt;br /&gt;+ Harga rata-rata OPEC Basket-12 turun US$ 1.63 menjadi US$ 84.28/barel tanggal 3 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 5 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+ Harga minyak turun tipis pada tanggal 4 Desember saat para trader dipenuhi rasa ingin tahu apakah OPEC akan menaikkan produksi sebesar 500.000 bph pada pertemuan 5 Desember di Abu Dhabi.&lt;br /&gt;+ Umumnya para analis industri memperkirakan tidak akan ada perubahan pada produksi OPEC.&lt;br /&gt;+ Seperti yang sudah diduga, OPEC tidak mengambil tindakan apapun terhadap jumlah produksinya sejak fundamental pasar tidak berubah ditambah persediaan minyak mentah dan produknya berada pada level yang baik.&lt;br /&gt;+ Berlanjutnya fluktuasi harga energi terutama merupakan hasil dari “persepsi ketatnya pasar oleh para pemain, ditambah buruk oleh faktor non fundamental, termasuk didalamnya keterlibatan dana finansial dalam jumlah besar dalam komoditi minyak mentah dan aksi spekulasi di pasar,” hal tersebut dikatakan oleh para pejabat OPEC. Mereka pun menggarisbawahi bahwa ketegangan geopolitik masih mempengaruhi fluktuasi harga.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 4 Desember, harga kontrak Januari minyak US light sweet turun 99 sen menjadi US$ 88.32/barel. Sedangkan untuk kontrak Februari turun 83 sen menjadi US$ 88.11/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, minyak WTI naik 99 sen menjadi US$ 88.33/barel.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga kontrak Januari heating oil naik tipis 0.07 sen menjadi US$ 2.51/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga kontrak gas alam Januari turun 5.9 sen menjadi US$ 7.16/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik 39.5 sen menjadi US$ 7.40/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara untuk Januari turun 27 sen menjadi US$ 89.53/barel. Sedangkan gas oil Desember naik US$ 5 menjadi US$ 787.75/ton.&lt;br /&gt;+ Harga rata-rata minyak OPEC Basket-12 naik US$ 1.05 menjadi US$ 85.33/barel tanggal 4 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 6 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+ Satu-satunya alasan yang masuk akal bagi OPEC untuk menaikkan jumlah produksi adalah jika terdapat bukti tren naik pada harga minyak, hal tersebut dikatakan Paul Horsnell dari Barclays Capital Inc di London.&lt;br /&gt;+ Jakob mengatakan bahwa premi Iranium yang muncul pada harga minyak terus menurun jumlahnya dan mereka masih menunggu adanya berita baik dari negara bagian Bayelsa, Nigeria.&lt;br /&gt;+ EIA melaporkan bahwa persediaan komersial minyak patokan AS turun sebanyak 8 juta barel menjadi 305.2 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 30 November lalu. Persediaan gasolin naik 4 juta baarel menjadi 200,6 juta barel pada periode yang sama. Persediaan bahan bakar distilasi naik 1,4 juta barel menjadi 132,3 juta barel. Impor minyak mentah ke AS turun 980.000 bph menjadi 9,4 juta bph selama pekan tersebut.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 5 Desember, harga kontrak Januari untuk minyak patokan US light sweet turun 83 sen menjadi US$ 87.49/barel. Sedangkan untuk kontrak Februari turun 82 sen menjadi US$ 87.29/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, minyak WTI turun 83 sen menjadi US$ 87.50/barel. Harga heating oil untuk pengiriman bulan yang sama turun 2.25 sen menjadi US$ 2.49/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga kontrak gas alam Januari naik 3 sen menjadi US$ 7.19/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 34 sen menjadi US$ 7.06/MMbtu.&lt;br /&gt;+ EIA melaporkan adanya penarikan gas alam sebanyak 88 miliar kaki kubik dari penyimpanan bawah tanah AS pada pekan yang berakhir tanggal 30 November lalu.&lt;br /&gt;+ Jumlah cadangan gas alam AS saat ini mencapai 3,4 triliun kaki kubik.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, kontrak Januari minyak Brent Laut Utara turun US$ 1.04 menjadi US$ 88.49/barel, harga ini masih diatas harga minyak patokan AS untuk bulan yang sama. Dibandingkan WTI, Brent lebih rendah kualitasnya dan harus meng-cover pengiriman trans-Atlantik saat dilakukan arbitrase terhadap WTI dimana AS menjadi pasar impor. Harga kontrak gas oil Desember naik US$ 7.75 menjadi US$ 795.50/ton.&lt;br /&gt;+ Harga rata-rata minyak OPEC Basket-12 naik 17 sen menjadi US$ 85.50/barel pada tanggal 5 Desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 7 DESEMBER 2007&lt;br /&gt;+ Harga berjangka minyak kembali naik diatas US$ 90/barel pada tanggal 6 Desember setelah pemerintah AS mengeluarkan rencana bantuan pinjaman perumahan yang akan menghapuskan hambatan pertumbuhan ekonomi.&lt;br /&gt;+ Setelah beberapa hari mengalami penurunan, berita bullish di pasar ditambah dengan perdagangan teknis ikut membantu naiknya harga minyak, hal tersebut dikatakan para analis di Raymond James, Houston.&lt;br /&gt;+ Meski demikian, para analis Raymond James memberikan catatan bearish dimana harga bahan bakar di Asia telah naik 66% tahun ini dan menyebabkan pembangkit listrik mengganti bahan bakarnya dari minyak menjadi gas alam.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX tanggal 6 Desember, harga kontrak Januari untuk minyak patokan US light sweet naik tajam sebesar US$ 2.74 menjadi US$ 90.23/barel. Sedangkan untuk kontrak Februari naik US$ 2.65 menjadi US$ 89.94/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga WTI naik US$ 2.74 menjadi US$ 90.24/barel. Sedangkan harga heating oil untuk bulan yang sama naik 5.57 sen menjadi US$ 2.55/galon.&lt;br /&gt;+ Di NYMEX, harga kontrak gas alam Januari naik 14.5 sen menjadi US$ 7.33/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub naik tajam 23.5 sen menjadi US$ 7.30/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di bursa IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara Januari naik US$ 1.69 menjadi US$ 90.18/barel. Sedangkan kontrak gas oil Desember turun US$ 8 menjadi US$ 787.50/ton.&lt;br /&gt;+ Harga rata-rata minyak OPEC Basket-12 turun US$ 1.02 menjadi US$ 84.48/barel tanggal 6 Desember.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7532537388819159986?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7532537388819159986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7532537388819159986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7532537388819159986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7532537388819159986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/world-petroleum-market-3-7-desember.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 3 – 7 DESEMBER 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-5213056307529764355</id><published>2007-12-07T20:14:00.000-08:00</published><updated>2007-12-07T20:15:20.725-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Awal Desember 2007</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-10                     : Rp 7.975/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 E-10                     : Rp 7.750/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 9.075/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.700/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05%S     : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 4.640/kg (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 100/liter (tgl efektif : 22 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 515/liter (tgl efektif : 22 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 13.300/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 12.800/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.600/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.700/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan edisi Tengah Nov 2007 karena disubsidi dan dipatok tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipina&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 8.950/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 9.680/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          E-10                                        : Rp 8.520/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 7.430/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 8.430/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 11.160/kg (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 10.160/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.460/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 12.140/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.090/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 11.850/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 11.810/liter (tgl efektif : 5 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 19.700/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 20.600/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 20.500/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 20.900/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.700/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.470/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.610/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.550/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.440/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.340/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.190/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.480/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.030/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 8.440/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 8.810/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.750/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 8.270/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 8.290/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 8.200/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 8.540/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.650/liter (tgl efektif : 3 Des 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-5213056307529764355?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/5213056307529764355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=5213056307529764355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/5213056307529764355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/5213056307529764355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/bbmwatch-price-general-edisi-awal.html' title='BBMWATCH PRICE GENERAL Edisi Awal Desember 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-6843906170226080496</id><published>2007-12-06T01:43:00.001-08:00</published><updated>2007-12-07T20:22:32.329-08:00</updated><title type='text'>SISTEM BIOMETRIK DI SPBU</title><content type='html'>Sumber : LAUREN TARA LaCAPRA - Associated Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh unit SPBU milik Shell di Windy City melakukan uji coba sistem biometrik yang menjadikan konsumen cukup membawa kendaraannya ke SPBU lalu memindai sidik jari pada perangkat, kemudian mengisi bahan bakar. Sistem inipun dipasang di supermarket Shell yang secara langsung dikoneksikan ke rekening giro atau kartu kredit nasabah sebagai pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat berbicara dengan konsumen, mereka selalu mencari cara membeli bahan bakar secara lebih cepat dan mudah dan selalu menginginkan cara pembayaran transaksi secara cepat dan aman, kata Chriss Suess, manajer inovasi pengisian bahan bakar global Shell. “Mereka tidak ingin membawa lebih banyak kartu, peralatan, dan hal lainnya, dan mereka ingin semuanya itu bebas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen pada proses awal akan melakukan pemindaian sidik jari di outlet didalam SPBU dan kemudian dapat menghubungkan informasi pembayaran di outlet tersebut ataupun bisa secara online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat biometrik dibuat oleh perusahaan yang berbasis di San Francisco yang bernama Pay By Touch yang merupakan bagian dari trifecta teknologi milik Shell yang diterapkan secara bergiliran di SPBUnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shell bermitra dengan Fuelcast Media International LLC dalam menawarkan berita, cuaca dan olahraga lokal di layar digital SPBU. Fuelcast membayar Shell untuk kemampuannya menayangkan iklan sepanjang siaran dari stasiun NBC lokal. Layar monitor dipasang di 300 SPBU Shell di seluruh Amerika Serikat. Selain itu, para pengunjung SPBU bisa menguji perangkat hand-held nirkabel (semacam PDA multifungsi) yang memungkinkan mereka membayar semua layanan di SPBU secara elektronik dari balik jendela mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat pembayaran teknologi tinggi ini merupakan prakarsa Shell untuk membangun loyalitas pelanggan yang akan menempatkannya di posisi depan dari pesaingnya di bidang teknologi serta menambah keuntungan melalui kesepakatan bisnis dengan Fuelcast. Shell mengatakan ini merupakan brand pertama dalam peluncuran sistem biometrik dimana pelanggan akan merasakan layanan futuristik dengan pemindai sidik jari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brandon Wright, juru bicara Asosiasi Pemasar Minyak Amerika mengatakan bahwa ia belum mendengar ada SPBU yang menerapkan sistem biometrik namun ia tidaklah terkejut kalau sekiranya saat ini ada SPBU yang menampilkan konsep SPBU Masa Depan sejalan dengan cepatnya permintaan konsumen dan metode pembayaran yang serba mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shell yang merupakan bagian dari Royal Dutch Shell PLC belumlah mempromosikan sistem ini, jadi ujicoba masih minimal, kata Suess.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supermarket Sunflower, sebuah took grosir di Chicago juga menerapkan sistem pembayaran secara Pay By Touch. Sekitar 2 persen pelanggannya menggunakan metode ini, kata Debbie Britton, manajer took tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kira hal tersebut membuat takut orang,” kata Britton. “Mereka lebih bingung dengan keseluruhan sistem. Beberapa dari mereka berkata, ‘Yah..sekarang FBI bisa menemukan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sistem biometrik sedikit menakutkan dalam suasana belanja retail dimana konsumen lebih menginginkan metode pembayaran lebih cepat dan aman. SuperValu, salah satu toko grosir terbesar di AS memiliki sistem Pay By Touch di sejumlah tokonya termasuk yang berlabel Albertsons, Cub foods, Jewel-Osco, bigg’s and Farm Fresh. The International Biometric Group memperkirakan pendapatan industri ini akan naik hingga US$ 7.41 miliar pada tahun 2012 dari US$ 3.01 miliar untuk tahun ini. “Akan terjadi lompatan dan peningkatan,” kata John Siedlarz, direktur utama proyek the National Biometric Security. Ia menambahkan bahwa perusahaan retail akan lebih lambat dalam mengadopsi sistem biometrik dibandingkan perusahaan jasa keamanan dan lembaga pemerintah dikarenakan biayanya. “Jika Anda harus mendapatkan 10 juta outlet penjualan dan sistem keamanan ini biayanya sebesar US$ 50/orang maka biaya menjadi hal yang harus dihindari, ia menambahkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen yang ingin menggunakan sistem ini harus mengetahui informasi apa saja yang harus dibagi kepada pihak afiliasi atau pihak ketiga, kata Beth Givens, direktur Privacy Rights Clearinghouse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shell mengatakan sistem ini tidak akan menyebarkan informasi pribadi para pelanggan Pay By Touch kepada pihak ketiga, dan Shell masih menawarkan form tradisional sebagai alat pembayaran bagi mereka yang tidak nyaman menggunakan sistem pembayaran biometrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Shell mengatakan bahwa sistem ini bisa mengurangi upaya pencurian meskipun bisa saja terjadi duplikasi atau pencurian sidik jari. Alternatif pembayaran secara tunai, kartu kredit, dan chip identifikasi frekuensi radio bisa dicuri dan digunakan oleh orang lain. Penggunaan dalam skala industri tergantung pada pemilik SPBU apakah bersedia membayar pompa baru yang menggunakan sistem biometrik yang harganya ribuan hingga 10 ribu dolar, kata Wright.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shell sendiri tidak yakin apakah prakarsa teknologi tinggi ini akan menambah biaya atau bagaimana perangkat tersebut diterima oleh publik, meskipun program uji coba tidaklah menghabiskan biaya besar, kata Suess.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita menginginkan peningkatan loyalitas konsumen karena Shell merupakan satu-satunya pemasar bahan bakar yang menawarkan sistem ini,” Suess berkata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-6843906170226080496?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/6843906170226080496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=6843906170226080496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6843906170226080496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6843906170226080496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/sistem-biometrik-di-spbu.html' title='SISTEM BIOMETRIK DI SPBU'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-6691589948776941218</id><published>2007-12-04T16:02:00.000-08:00</published><updated>2007-12-04T16:04:11.186-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET  27 – 30 November 2007</title><content type='html'>OGJ – 27 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga energi turun sedikit pada tanggal 26 November sebagai antisipasi kemungkinan naiknya produksi pada pertemuan OPEC tanggal 5 Desember nanti ditambah kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang akan mengurangi permintaan minyak.&lt;br /&gt;+          Pada pertemuannya tanggal 11 September di Wina, para menteri OPEC sepakat menaikkan produksi minyak sebesar 500.000 bph yang efektif tanggal 1 November. Setengah dari jumlah tersebut saat ini telah masuk ke pasar dunia. Berdasarkan pernyataan para pejabat Arab Saudi, negeri itu saat ini telah memproduksi minyak sebesar 9 juta bph dibandingkan Oktober lalu sebesar 8,75 juta bph, hal itu dikatakan oleh para analis di Raymond James, Houston.&lt;br /&gt;+          Para pejabat OPEC menyatakan bahwa spekulasi dan ketegangan geopolitik telah menaikkan harga minyak bukannya oleh kekurangan pasokan.&lt;br /&gt;+          Pada wawancara tanggal 18 November lalu, menteri perminyakan Ekuador, Galo Chiroba mengutarakan keraguannya tentang diajukannya perubahan kuota produksi saat ini pada pertemuan OPEC berikutnya. Ekuador keluar dari OPEC pada tahun 1992 karena tidak setuju dengan kebijakan kelebihan produksi dan biaya keanggotaan namun sekarang bergabung kembali dengan OPEC dan menjadi anggota ke-13 pada pertemuan tanggal 17 November lalu.&lt;br /&gt;+          Pasar berjangka minyak dikatakan sebagai “die-hard” oleh Olivier Jakob, managing director Petromatrix GMBH, Zug, Swiss dimana pasar tersebut mengalami sedikit koreksi namun masih memiliki level harga perdagangan minyak di rentang US$ 96-99/barel.&lt;br /&gt;+          Pasar secara teknis masih ingin menguji level perdagangan minyak hingga US$ 100/barel tetapi masih memiliki level resistance US$ 99/barel, hal tersebut dikatakan Jakob.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak minyak US light sweet untuk Januari turun 48 sen menjadi US$ 97.70/barel pada tanggal 26 November di NYMEX. Sedangkan untuk kontrak Februari turun 37 sen menjadi US$ 96.76/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun 47 sen menjadi US$ 97.71/barel dan heating oil untuk pengiriman bulan yang sama mencapai US$ 2.73/galon pada perdagangan tengah hari dan akhirnya ditutup pada posisi US$ 2.71/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX harga kontrak gas alam Desember naik 2.3 sen menjadi US$ 7.72/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS pada jaringan Henry Hub harga gas naik 74 sen menjadi US$ 7.53/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara Januari turun 44 sen menjadi US$ 95.32/barel. Sedangkan gas oil untuk Desember turun US$ 5.25 menjadi US$ 850.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik 32 sen menjadi US$ 91.84/barel pada tanggal 26 November.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-----------                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 28 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga minyak mentah turun lebih dari US$ 3/barel pada tanggal 27 November di pasar berjangka New York akibat spekulasi terjadinya resesi ekonomi yang akan menurunkan permintaan minyak global ditambah kemungkinan OPEC menambah produksinya pada pertemuan 5 Desember mendatang.&lt;br /&gt;+          Sejumlah perwakilan anggota OPEC kembali mengulang pernyataan bahwa ketegangan politik dan spekulasi telah mendorong naiknya harga minyak dan bukan disebabkan oleh kurangnya pasokan.&lt;br /&gt;+          Tambahan minyak dari OPEC sebesar 500.000 bph pada awal November lalu telah mengurangi dampak pasar dari potensi terganggunya pasokan yang berasal dari peristiwa sabotase jaringan pipa Irak – Turki atau kekacauan sipil Nigeria, hal tersebut dikatakan oleh Olivier Jakob.&lt;br /&gt;+          EIA melaporkan pada tanggal 28 November bahwa persediaan komersial minyak US light sweet turun sebesar 400.000 barel menjadi 313,2 juta barel selama pekan yang berakhir tanggal 23 November lalu.&lt;br /&gt;+          Persediaan gasolin AS naik 1,4 juta barel menajdi 196,6 juta barel selama pekan Thanksgiving lalu. Persediaan bahan bakar distilasi turun sebesar 100.000 barel menjadi 130,9 juta barel, sedangkan persediaan propana dan propylene AS naik 300.000 barel menjadi 61,5 juta barel pada periode yang sama.&lt;br /&gt;+          Impor minyak mentah AS naik sebanyak 543.000 bph menjadi 10,4 juta bph pada minggu lalu. Impor gasolin sendiri turun sebanyak 835.000 bph dari 1,1 juta bph pada minggu sebelumnya. Impor bahan bakar distilasi turun menjadi 203.000 bph dari 267.000 bph.&lt;br /&gt;+          Input minyak mentah untuk kilang AS naik sebesar 573.000 bph menjadi 15,5 juta bph pada pekan yang berakhir tanggal 23 November dan kilang-kilang tersebut beroperasi pada kapasitas yang mencapai 89,4% dimana naik dari 87% pada minggu sebelumnya.&lt;br /&gt;+          Produksi gasolin AS naik menjadi 9 juta bph sedangkan produksi bahan bakar distilasi naik menajdi 4,3 juta bph.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak Januari minyak US light sweet turun US$ 3.28 menjadi US$ 94.42/barel pada tanggal 27 November. Untuk kontrak Februari sendiri turun US$ 3.13 menjadi US$ 93.63/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI turun US$ 3.28 menjadi US$ 94.43/barel. Sedangkan harga heating oil untuk bulan yang sama turun 5.32 sen menjadi US$ 2.65/galon.&lt;br /&gt;+          Prediksi cuaca yang membaik setelah musim dingin ini menjadikan harga kontrak gas alam Desember turun 16.6 sen menjadi US$ 7.56/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 4 sen menjadi US$ 7.49/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara Januari turun US$ 2.80 menjadi US$ 92.52/barel. Sedangkan gas oil Desember juga turun US$ 7.50 menjadi US$ 843/ton.        &lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun US$ 1.57 menjadi US$ 90.27/barel pada tanggal 27 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 29 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga energi terus turun yang ditandai dengan harga kontrak minyak bulan berikutnya yang jatuh lebih dari US$ 4 pada perdagangan tanggal 28 November di NYMEX setelah pejabat federal mengumumkan penarikan kelima pada pasokan minyak AS dalam 6 pekan.&lt;br /&gt;+          Meski para analis mengatakan bahwa hilangnya momentum pasar akan mencegah kenaikan harga minyak hingga US$ 100/barel namun sebuah ledakan dan kebakaran yang terjadi siang hari telah menghentikan aktivitas jaringan pipa yang mengirimkan minyak dari Kanada menuju kilang di kawasan Midwest. Akibat dari peristiwa ini adalah harga minyak terus turun lebih dari US$ 4/barel dalam perdagangan secara elektronik pada sore hari.&lt;br /&gt;+          Enbridge Energy Partners LP, Houston mengatakan bahwa 2 orang meninggal dalam ledakan dan kebakaran tersebut yang terjadi di jaringan pipa Clearbrook, Minnesotta.&lt;br /&gt;+          Olivier Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa kerusakan tersebut akan menghentikan pasokan minyak ke AS hingga 450.000 bph. Meski demikian, minyak yang terhenti pasokannya itu bukan yang memenuhi kualitas dalam pengiriman kontrak NYMEX namun hanya mempengaruhi kilang AS untuk menarik volume penyimpanannya sehingga mendorong rentang waktu pengiriman minyak WTI dan membuka upaya arbitrase Brent-WTI.&lt;br /&gt;+          Pada saat yang sama pula, Jakob mengatakan bahwa terhentinya pasokan ini akan membuat pemerintah AS menawarkan pasokan darurat dari Cadangan Minyak Strategis dan meningkatkan kemungkinan OPEC untuk sepakat menambah produksi pada pertemuan 5 Desember nanti.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak US light sweet Januari turun US$ 3.80 menjadi US$ 90.62/barel pada perdagangan tanggal 28 November di NYMEX.   &lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun US$ 3.80 menjadi US$ 90.63/barel. Harga heating oil untuk pengiriman bulan yang sama turun 7.96 sen menjadi US$ 2.57/galon.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak gas alam Desember turun 35.4 sen menjadi US$ 7.20/MMbtu di NYMEX.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, gas di Henry Hub naik tipis 0.5 sen menjadi US$ 7.49/MMbtu.&lt;br /&gt;+          EIA mengatakan pada tanggal 29 November bahwa gas alam sebanyak 12 miliar kaki kubik telah diambil dari penyimpanan bawah tanah AS pada pekan yang berakhir tanggal 11 November lalu. Jumlah persediaan gas alam AS saat ini mencapai 3,5 triliun kaki kubik yang naik 106 miliar kaki kubik dari tahun lalu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara Januari turun US$ 2.71 menjadi US$ 89.81/barel. Sedangkan gas oil Desember turun US$ 21.50 menjadi US$ 821.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga rata-rata OPEC Basket-12 turun US$ 2.19 menjadi US$ 88.08/barel pada tanggal 28 November.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;--------------      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 30 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga minyak mentah naik tipis pada tanggal 29 November di pasar New York saat Enbridge Energy Partners LP, Houston membuka kembali 3 dari 4 jaringan pipa yang ditutup setelah terjadi ledakan dan kebakaran.&lt;br /&gt;+          Terdapat kemungkinan OPEC sepakat menaikkan kuota produksi namun para analis di Societe Generale Group (SGG), Paris masih bersikap skeptis. Mereka mengatakan bahwa OPEC akan memelihara pasokan minyak tetap ketat.&lt;br /&gt;+          Analis SGG melihat tidak ada alasan bagi OPEC untuk mengubah strategi persediaan ketat minyaknya dan backwardation.&lt;br /&gt;+          Para analis SGG pun memperkirakan bahwa harga rata-rata minyak patokan AS akan mencapai US$ 81/barel pada tahun 2008. Risiko geopolitik masih menjadi faktor yang akan mendorong harga minyak tahun depan. Nigeria, Iran, Irak dan Arab Saudi masih menjadi ‘tersangka” untuk risiko geopolitik. Rusia dan Venezuela pun akan menambahkan “bumbu” pada bauran geopolitik tersebut.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak US light sweet Januari di NYMEX naik menjadi US$ 95.17/barel pada perdagangan sore tanggal 29 November dan akhirnya ditutup pada posisi US$ 91.02/barel. Sedangkan kontrak Februari naik 32 sen menajdi US$ 90.35/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI naik 39 sen menajdi US$ 91.02/barel.&lt;br /&gt;+          Heating oil di NYMEX untuk Desember naik 0.33 sen menjadi US$ 2.58/galon. Sedangkan kontrak gas alam Januari turun 3.4 sen menjadi US$ 7.45/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas Henry Hub turun 11.5 sen menjadi US$ 7.38/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga minyak Brent Laut Utara Januari naik 41 sen menjadi US$ 90.22/barel. Sedangkan kontrak gas oil Desember naik US$ 7.75 menjadi US$ 829.25/ton.&lt;br /&gt;+          Harga rata-rata minyak OPEC Basket-12 turun 30 sen menjadi US$ 87.78/barel pada tanggal 29 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-6691589948776941218?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/6691589948776941218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=6691589948776941218' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6691589948776941218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6691589948776941218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/12/world-petroleum-market-27-30-november.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET  27 – 30 November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-3505671381498203202</id><published>2007-11-27T23:31:00.001-08:00</published><updated>2007-11-27T23:31:49.921-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH NEWS Edisi Desember 2007</title><content type='html'>+       Harga Motor Gasoline (Mogas) Singapore yang menjadi acuan harga Premium mengalami kenaikan cukup tajam. Akibatnya harga Keekonomian Premium pada periode Desember 2007 naik 12,6% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 6.896/ Liter. Kenaikan yang cukup tinggi ini akibat harga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan selama beberapa hari terakhir hingga menyentuh level US$ 99/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga Gasoil Singapore yang menjadi acuan harga Solar terus menguat. Harga keekonomian solar Desember 2007 naik 10% menjadi Rp. 7.326/ Liter. Sama halnya dengan Premium, maka beban subsidi solar (sektor transportasi) juga semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Hal yang sama juga terjadi pada harga kerosene Singapore sebagai acuan harga minyak tanah. Harga Keekonomian minyak tanah pada bulan Desember 2007 naik cukup besar yaitu 14,15% menjadi Rp. 7.628/ liter, akibatnya subsidi minyak tanah akan terus naik hingga diatas Rp. 5.600/ liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Berdasarkan perhitungan BBMwatch, harga Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina DEX (Solar Grade Tinggi) pada Desember 2007 nanti diperkirakan berturut-turut mencapai Rp. 7.096, Rp. 7.345 , dan Rp. 7.925  per Liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Untuk harga Bahan Bakar Nabati/ Biofuel sesuai dengan harga referensi Biodiesel dan Ethanol bulan Oktober-Desember 2007 diperkirakan berturut-turut mencapai angka Rp. 4.220/ liter (Ethanol/Bio-Premium) , dan Rp. 9.870 / liternya (Biodiesel/Biosolar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga LPG Saudi Aramco Contract Prices (Aramco CP) berdasar data akhir November 2007 yang dapat menjadi acuan harga keekonomian LPG bulan Desember 2007 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 7.500/Kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga Minyak Mentah BCI-13 (Rata-rata Harga Minyak Mentah dari 13 Negara Pilihan BBMwatch berdasarkan aspek sensitivitas geopolitik &amp;amp; konsistensi volume produksi) mencapai US$ 90.13/ Barel. Total produksi per November 2007 dari negara BCI-13 mencapai 50.080.000 bph, sekitar 60% produksi dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-3505671381498203202?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/3505671381498203202/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=3505671381498203202' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3505671381498203202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3505671381498203202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/bbmwatch-news-edisi-desember-2007.html' title='BBMWATCH NEWS Edisi Desember 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7867819499974375542</id><published>2007-11-27T05:47:00.000-08:00</published><updated>2007-11-27T05:48:14.126-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 20 – 26 November 2007</title><content type='html'>OGJ – 20 Nov 2007&lt;br /&gt;+ Harga energi terus naik pada perdagangan tanggal 19 November setelah para kepala negara anggota OPEC gagal mengambil tindakan pada pertemuan akhir pekan lalu di Riyadh untuk mengantisipasi naiknya harga minyak dunia.&lt;br /&gt;+ Para pejabat OPEC telah mengatakan bahwa pada pertemuan itu tidak akan membahas perubahan apapun dalam jumlah produksi sebelum tanggal 5 Desember nanti pada pertemuan kebijakan di Abu Dhabi. Pertemuan 17-18 November merupakan pertemuan ketiga para kepala negara OPEC untuk memperingati 47 tahun berdirinya organisasi tersebut.&lt;br /&gt;+ Pada pertemuan tersebut, para pemimpin OPEC menggarisbawahi bahwa tingginya harga minyak saat ini bukanlah hasil dari fundamental pasar namun lebih karena kesalahan spekulan. Mereka mengajukan sebuah tindakan yang harus diambil oleh para regulator pasar berjangka untuk mengurangi arbitrase dan membatasi fluktuasi harga.&lt;br /&gt;+ Dalam pidatonya, Presiden Hugo Chavez dari Venezuela dan Presiden Mahmoud Ahmadinejad dari Iran menyerang AS dan dominasinya atas negara berkembang. Chavez menyatakan bahwa harga minyak sebesar US$ 100/barel masihlah murah.&lt;br /&gt;+ Kontrak Januari minyak US light sweet naik 80 sen menjadi US$ 94.64/barel pada perdagangan tanggal 19 November di NYMEX. Sedangkan untuk kontrak Februari naik 86 sen menjadi US$ 93.58/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga minyak WTI naik 65 sen menjadi US$95.75/barel. Untuk heating oil pengiriman Desember naik 1.71 sen menjadi US$ 2.60/barel. + Harga kontrak gas alam Desember turun sebesar 21.4 sen menjadi US$ 7.79/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, harga gas Henry Hub naik 8 sen menjadi US$ 7.36/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara Januari naik 66 sen menjadi US$ 92.28/barel. Sedangkan harga gas oil Desember naik US$ 2 menjadi US$ 821.25/ton.&lt;br /&gt;+ Harga minyak OPEC Basket-12 naik US$ 1.17 menjadi US$ 88.71/barel pada tanggal 19 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 21 Nov 2007&lt;br /&gt;+ Harga berjangka minyak naik mendekati US$ 98/barel pada tanggal 20 November dan terus naik diatas US$ 99/barel pada perdagangan awal tanggal 21 November di New York di tengah kondisi para trader yang bersiap apakah harga akan terus menanjak hingga US$ 100/barel.&lt;br /&gt;+ Melemahnya nilai dolar telah mendorong harga minyak naik diatas US$ 98/barel untuk pertama kalinya dan melewati US$ 99/barel pada pagi harinya, hal tersebut dikatakan oleh analis di Raymond James.&lt;br /&gt;+ Faktor lain yang memicu harga terus naik adalah laporan kebakaran tanggal 18 November yang merusak unit upgrader pasir minyak berkapasitas 155.000 bph di kompleks Scotford dekat Edmonton milik Royal Dutch shell PLC. Para pejabat perusahaan itu mengatakan bahwa unit tersebut masih bisa beroperasi dengan kapasitas yang berkurang yaitu sebesar 98.000 bph.&lt;br /&gt;+ Pasokan yang berkurang dan naiknya permintaan bukanlah satu-satunya faktor yang membuat harga minyak terus melonjak. Volume minyak yang diperdagangkan pada tanggal 19 November di pasar New York merupakan yang terendah selama 55 hari terakhir perdagangan. Hal tersebut dikatakan oleh Olivier Jakob, Managing Director Petromatrix GMBH, Zug, Swiss pada tanggal 21 November.&lt;br /&gt;+ Lembaga Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada tanggal 21 November bahwa persediaan komersial minyak patokan US light sweet turun sebesar 1,1 juta barel menjadi 195,2 juta barel selama pekan yang berakhir pada 16 November lalu.&lt;br /&gt;+ Persediaan gasolin AS naik 200.000 barel menjadi 195,2 juta barel pada periode yang sama sedangkan persediaan bahan bakar distilasi turun 2,4 juta barel menjadi 131 juta barel dan persediaan propana serta propylene turun 400.000 barel menjadi 61,2 juta barel.&lt;br /&gt;+ Impor minyak mentah AS turun sebesar 667.000 bph menjadi 9,8 juta bph pada pekan yang sama. Untuk impor gasolin sendiri naik tipis menjadi 1,1 juta bph dan impor bahan bakar distilasi naik menjadi 267.000 bph.&lt;br /&gt;+ Untuk input minyak mentah bagi kilang AS turun sebanyak 151.000 bph menjadi 14,9 juta bph dimana kapasitas operasi kilang mencapai 87%. Produksi gasolin naik menjadi 9 juta bph sedangkan bahan bakar distilasi mengalami penurunan menjadi 4,2 juta bph.&lt;br /&gt;+ Saat yang sama, analis di Barclays Capital Research melihat hanya sedikit peluang bagi OPEC untuk mengganti mata uang dolar AS menjadi sistem harga berdasarkan mata uang gabungan (basket of currencies). Perlu perubahan besar terhadap sistem yang berlaku saat ini dimana minyak OPEC sekarang masih dinilai berdasarkan penyesuaian mata uang dolar AS dari nilai denominasi patokannya. Hilangnya alternatif non dolar AS akan memerlukan peralihan dari mekanisme pasar saat ini menuju sistem harga baru yang menurut mereka sangatlah sulit dilakukan.&lt;br /&gt;+ Kontrak minyak US light sweet Januari naik US$ 3.39 menjadi US$ 98.03/barel pada perdagangan 20 November di NYMEX. Selama perdagangan tengah hari harga terus naik hingga mencapai US$ 98.62/barel. Untuk kontrak Februari sendiri naik US$ 3.31 menjadi US$ 96.89/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, minyak WTI naik US$ 3.08 menjadi US$ 98.83/barel. Sedangkan heating oil naik 8.59 sen menjadi US$ 2.69/galon pada perdagangan di NYMEX.&lt;br /&gt;+ Di IPE London, kontrak Januari minyak Brent Laut Utara naik US$ 3.21 menjadi US$ 95.49/barel. Sedangkan kontrak gas oil Desember naik US$ 24.50 menjadi US$ 845.75/ton.&lt;br /&gt;+ Harga OPEC Basket-12 naik US$ 1.33 menjadi US$ 90.04/barel tanggal 20 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 26 Nov 2007&lt;br /&gt;+ Pasar berjangka minyak masih menunggu keputusan mengenai kemungkinan ditambahnya pasokan oleh OPEC pada pertemuan tanggal 5 Desember nanti di Abu Dhabi, hal tersebut dikatakan oleh analis di Raymond James.&lt;br /&gt;+ Kontrak Januari minyak US light sweet naik 89 sen menjadi US$ 98.18/barel pada perdagangan 23 November di NYMEX. Sedangkan kontrak Februari naik 95 sen menjadi US$ 97.13/barel.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, minyak WTI naik 39 sen menjadi US$ 98.18/barel. Sedangkan heating oil Desember naik menajdi US$ 2.72/galon pada perdagangan tengah hari di NYMEX sebelum akhirnya ditutup pada posisi US$ 2.70/galon. Masih di bursa yang sama, kontrak gas alam Desember naik 15 sen menjadi US$ 7.70/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di pasar spot AS, gas Henry Hub naik 0.5 sen menjadi US$ 6.79/MMbtu.&lt;br /&gt;+ Di IPE London, kontrak Januari minyak Brent Laut Utara naik US$ 1.26 menjadi US$ 95.76/barel pada tanggal 23 November sedangkan gas oil Desember naik US$ 7 menjadi US$ 855.75/ton.&lt;br /&gt;+ Harga OPEC Basket-12 turun 16 sen menajdi US$ 91.52/barel pada tanggal 23 November.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7867819499974375542?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7867819499974375542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7867819499974375542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7867819499974375542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7867819499974375542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/world-petroleum-market-20-26-november.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 20 – 26 November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-4784086794197797504</id><published>2007-11-24T08:37:00.000-08:00</published><updated>2007-11-24T08:38:32.423-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE Edisi Akhir November 2007</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 E-10                     : Rp 7.975/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 E-10                     : Rp 7.750/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 9.075/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.700/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05%S     : Rp 8.100/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 7.800/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 4.640/kg (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 100/liter (tgl efektif : 22 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 515/liter (tgl efektif : 22 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 13.070/liter (tgl efektif : 22 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 12.600/liter (tgl efektif : 22 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.380/liter (tgl efektif : 22 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.480/liter (tgl efektif : 22 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan edisi Tengah Nov 2007 karena disubsidi dan dipatok tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------                   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipina&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 8.950/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 9.680/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          E-10                                        : Rp 8.520/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 7.430/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 8.430/liter (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 11.160/kg (tgl efektif : 15 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------                     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 11.220/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.740/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 11.880/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.060/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 12.085/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 11.550/liter (tgl efektif : 23 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 19.700/liter (tgl efektif : 21 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 20.500/liter (tgl efektif : 21 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 20.230/liter (tgl efektif : 21 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 21.000/liter (tgl efektif : 21 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.700/liter (tgl efektif : 21 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.660/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.670/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.600/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.590/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.340/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.585/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.160/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 8.420/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 8.620/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.700/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 8.280/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 8.380/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 8.220/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 8.670/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.860/liter (tgl efektif : 19 Nov 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-4784086794197797504?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/4784086794197797504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=4784086794197797504' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4784086794197797504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4784086794197797504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/bbmwatch-price-edisi-akhir-november.html' title='BBMWATCH PRICE Edisi Akhir November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-218229023186854826</id><published>2007-11-24T08:36:00.000-08:00</published><updated>2007-11-24T08:37:28.081-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH PRICE EUROPE Edisi November 2007</title><content type='html'>(Harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Austria                        : (Rp 16.770/liter – Unleaded), (Rp 15.760/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Belgia              : (Rp 20.570/liter – Unleaded), (Rp 17.300/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Rep Ceko        : (Rp 15.760/liter – Unleaded), (Rp 15.900/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Denmark         : (Rp 19.480/liter – Unleaded), (Rp 18.450/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Finlandia         : (Rp 18.650/liter – Unleaded), (Rp 15.750/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Perancis           : (Rp 18.580/liter – Unleaded), (Rp 16.690/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Jerman             : (Rp 19.860/liter – Unleaded), (Rp 18.400/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Yunani                        : (Rp 14.840/liter – Unleaded), (Rp 14.900/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Belanda           : (Rp 21.050/liter – Unleaded), (Rp 16.970/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Hongaria         : (Rp 15.350/liter – Unleaded), (Rp 14.660/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Irlandia            : (Rp 16.420/liter – Unleaded), (Rp 16.200/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Italia                : (Rp 18.870/liter – Unleaded), (Rp 18.300/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Luksembourg  : (Rp 15.630/liter – Unleaded), (Rp 13.420/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Estonia                        : (Rp 11.650/liter – Unleaded), (Rp 11.390/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Norwegia        : (Rp 21.370/liter – Unleaded), (Rp 18.960/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Latvia              : (Rp 13.380/liter – Unleaded), (Rp 12.800/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Lithuania         : (Rp 12.200/liter – Unleaded), (Rp 12.440/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Polandia          : (Rp 16.200/liter – Unleaded), (Rp 14.500/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Slowakia         : (Rp 16.000/liter – Unleaded), (Rp 16.500/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Slovenia          : (Rp 14.300/liter – Unleaded), (Rp 14.250/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Portugal           : (Rp 18.150/liter – Unleaded), (Rp 15.390/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Spanyol           : (Rp 14.960/liter – Unleaded), (Rp 14.350/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Swedia                        : (Rp 18.330/liter – Unleaded), (Rp 18.000/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Swiss               : (Rp 15.140/liter – Unleaded), (Rp 16.150/liter – Diesel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-218229023186854826?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/218229023186854826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=218229023186854826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/218229023186854826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/218229023186854826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/bbmwatch-price-europe-edisi-november.html' title='BBMWATCH PRICE EUROPE Edisi November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-414132927065713585</id><published>2007-11-18T02:22:00.000-08:00</published><updated>2007-11-18T02:23:15.019-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH Price Europe Edisi Oktober 2007</title><content type='html'>(Semua harga telah dikonversi ke dalam Rp sesuai nilai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Austria                        : (Rp 15.760/liter – Unleaded), (Rp 14.760/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Belgia              : (Rp 19.400/liter – Unleaded), (Rp 15.430/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Rep Ceko        : (Rp 15.120/liter – Unleaded), (Rp 14.500/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Denmark         : (Rp 18.445/liter – Unleaded), (Rp 16.850/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Finlandia         : (Rp 17.495/liter – Unleaded), (Rp 13.930/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Perancis           : (Rp 17.345/liter – Unleaded), (Rp 15.230/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Jerman             : (Rp 18.110/liter – Unleaded), (Rp 16.090/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Yunani                        : (Rp 14.275/liter – Unleaded), (Rp 13.850/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Belanda           : (Rp 20.035/liter – Unleaded), (Rp 15.540/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Hongaria         : (Rp 15.655/liter – Unleaded), (Rp 14.955/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Irlandia            : (Rp 15.830/liter – Unleaded), (Rp 14.885/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Italia                : (Rp 17.955/liter – Unleaded), (Rp 17.345/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Luksembourg  : (Rp 15.450/liter – Unleaded), (Rp 13.260/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Estonia                        : (Rp 11.700/liter – Unleaded), (Rp 11.430/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Norwegia        : (Rp 21.700/liter – Unleaded), (Rp 19.360/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Latvia              : (Rp 13.735/liter – Unleaded), (Rp 13.145/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Lithuania         : (Rp 13.440/liter – Unleaded), (Rp 13.185/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Polandia          : (Rp 16.280/liter – Unleaded), (Rp 14.400/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Slowakia         : (Rp 15.855/liter – Unleaded), (Rp 15.960/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Slovenia          : (Rp 13.490/liter – Unleaded), (Rp 13.440/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Portugal           : (Rp 18.150/liter – Unleaded), (Rp 15.280/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Spanyol           : (Rp 14.440/liter – Unleaded), (Rp 13.300/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Swedia                        : (Rp 17.460/liter – Unleaded), (Rp 16.630/liter – Diesel)&lt;br /&gt;+          Swiss               : (Rp 14.065/liter – Unleaded), (Rp 14.885/liter – Diesel)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-414132927065713585?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/414132927065713585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=414132927065713585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/414132927065713585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/414132927065713585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/bbmwatch-price-europe-edisi-oktober.html' title='BBMWATCH Price Europe Edisi Oktober 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1687819800426936374</id><published>2007-11-17T20:41:00.000-08:00</published><updated>2007-11-17T20:42:27.781-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH Price Edisi Tengah November 2007</title><content type='html'>(Semua harga sudah dikonversi ke dalam Rp sesuai dengan nilai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 – E10                   : Rp 7.585/liter (tgl efektif : 9 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 – E10                   : Rp 7.365/liter (tgl efektif : 9 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                         : Rp 8.525/liter (tgl efektif : 9 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.310/liter (tgl efektif : 9 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0.05% S    : Rp 7.705/liter (tgl efektif : 9 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 7.435/liter (tgl efektif : 9 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 4.520/kg (tgl efektif : 9 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 75/liter (tgl efektif : 12 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 560/liter (tgl efektif : 12 Nov 2007)&lt;br /&gt;-----------         &lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;+          Petrol RON 97                        : Rp 5.240/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          Petrol RON 92                        : Rp 5.130/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 4.320/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 4.780/kg (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;---------            &lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 12.820/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 12.350/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.140/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.300/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;--------             &lt;br /&gt;Filipina&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 8.455/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 9.055/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          E – 10                                      : Rp 8.245/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 7.075/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 7.965/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 10.220/kg (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;------------        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 10.680/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 11.200/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 11.620/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.085/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 11.520/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 11.130/liter (tgl efektif : 13 Nov 2007)&lt;br /&gt;------------        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 19.170/liter (tgl efektif : 11 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 19.875/liter (tgl efektif : 11 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 19.760/liter (tgl efektif : 11 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 20.480/liter (tgl efektif : 11 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.360/kg (tgl efektif : 11 Nov 2007)&lt;br /&gt;----------           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gasoline Regular Grade&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.165/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 7.150/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 7.160/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.170/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.320/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 6.970/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 7.160/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 7.625/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diesel&lt;br /&gt;+          East Coast                               : Rp 7.925/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          New England                          : Rp 8.130/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Central Atlantic                      : Rp 8.145/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Lower Atlantic                        : Rp 7.815/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Midwest                                  : Rp 7.900/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Gulf Coast                              : Rp 7.750/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Rocky Mountain                     : Rp 8.220/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          West Coast                              : Rp 8.450/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1687819800426936374?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1687819800426936374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1687819800426936374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1687819800426936374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1687819800426936374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/bbmwatch-price-edisi-tengah-november.html' title='BBMWATCH Price Edisi Tengah November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-433741455287681040</id><published>2007-11-17T20:40:00.000-08:00</published><updated>2007-11-17T20:41:22.413-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 9 – 16 November 2007</title><content type='html'>OGJ – 9 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga minyak sedikit naik pada sesi awal perdagangan di NYMEX saat dikeluarkannya laporan bahwa persediaan minyak AS berada pada level terendah selama 2 tahun terakhir dan terjadinya badai yang mengakibatkan terhentinya produksi minyak dari Laut Utara sebesar 540.000 bph. Berita lainnya melaporkan bahwa kilang milik Valero Energy Corp yang berkapasitas 325.000 bph di Port Arthur, Texas akan terhenti operasinya selama 2 – 4 minggu untuk perbaikan setelah terjadi kebakaran tanggal 8 November lalu di bagian hydrotreater.&lt;br /&gt;+            Olivier Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa harga minyak US$ 100/barel masih bisa dicapai dalam volatilitas perdagangan harian selama 2 hari kedepan. Iapun mengatakan bahwa harga penutupan perdagangan tanggal 9 November akan menjadi hal yang krusial apakah harga call option US$ 100/barel masih menjadi pemicu pada perdagangan pekan berikutnya.&lt;br /&gt;+          Di kantor Houston, para analis Raymond James &amp;amp; Associates Inc mengatakan bahwa pemerintah AS secara parsial akan menutup berita penurunan kinerjanya dengan akan mengisi Cadangan Minyak Strategis sebanyak 70.000 bph yang efektif dilakukan untuk mengganti cadangan yang habis saat badai Katrina tahun 2005.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak US light sweet untuk Desember di NYMEX tanggal 8 November mengalami penurunan sebesar 91 sen menjadi US$ 95.46/barel. Sedangkan untuk kontrak Januari turun 94 sen menjadi US$ 94.66/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI turun 91 sen menjadi US$ 95.47/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak heating oil Desember turun 1.17 sen menjadi US$ 2.61/galon. Harga kontrak gas alam untuk Desember naik 8.9 sen menjadi US$ 7.71/MMbtu. Sedangkan di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 36 sen menjadi US$ 6.92/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara untuk Desember turun 45 sen menjadi US$ 92.79/barel sedangkan kontrak gas oil November naik US$ 3.75 menjadi US$ 835.75/ton.&lt;br /&gt;+          Harga OPEC Basket-12 tanggal 8 November sebesar US$ 90.71/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 12 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga minyak mengalami rebound pada tanggal 9 November akibat kekhawatiran meningkatnya ketegangan di Pakistan yang bisa mengancam pasokan minyak yang sudah ketat. Pemimpin oposisi Benazir Bhutto mengalami penahanan rumah pada tanggal 9 November di Pakistan dan polisi menahan ribuan pendukungnya yang bertujuan untuk menghentikan protes massal terhadap pemerintah.&lt;br /&gt;+          Para pemimpin anggota OPEC menjadwalkan akan bertemu tanggal 17 – 18 November di Riyadh untuk mendiskusikan kemungkinan menaikkan produksi agar harga minyak mengalami penurunan. Berdasarkan informasi orang dalam, tidak ada tindakan yang diambil hingga pertemuan berikutnya yang dijadwalkan tanggal 5 Desember di Abu Dhabi.&lt;br /&gt;+          Para analis Raymond &amp;amp; James di Houston mengatakan bahwa OPEC masih percaya fundamental pasar tidak mendorong harga minyak terus melambung. Faktor naiknya harga minyak lebih karena ketegangan geopolitik, melemahnya dolar, dan spekulasi. Mereka pun memperingatkan bahwa harga minyak akan sangat berfluktuasi pada pekan ini dan investor berupaya untuk mendorong harga minyak mencapai US$ 100/barel setelah tanggal 20 November nanti mengingat tanggal tersebut adalah akhir dari kontrak opsi Desember di pasar New York.&lt;br /&gt;+          Kilang Port Arthur, Texas milik Valero Energy Corp yang berkapasitas 325.000 bph baru beroperasi sebesar 185.000 bph setelah terjadi kebakaran 8 November lalu. Penyebab kebakaran tersebut masih diselidiki dan para pejabat perusahaan tidak mau berspekulasi mengenai berapa lama kilang tersebut terhenti operasinya.&lt;br /&gt;+          Berita lainnya menyebutkan ConocoPhillips, BP PLC, dan StatoilHydro ASA telah kembali beroperasi dengan produksi total mencapai 540.000 bph setelah terhenti akibat badai di Laut Utara.&lt;br /&gt;+          Robert S Morris dari Banc of America Securities LLC, New York mengatakan bahwa harga komoditi migas masih stabil pada minggu lalu. Kekhawatiran akan kondisi ekonomi AS dan menurunnya cadangan minyak serta produknya di negara it uterus membayangi melemahnya nilai dolar AS ditambah dengan terhentinya produksi dari Laut Utara. Semua faktor itu merupakan pendorong naiknya harga minyak pada pertengahan pekan lalu.&lt;br /&gt;+          The Societe Generale Group di Paris mengatakan bahwa ketatnya pasokan minyak AS akan terus berlanjut bersamaan dengan harga minyak yang tinggi.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak minyak US light sweet Desember naik kembali sebesar 86 sen menjadi US$ 96.32/barel pada pedagangan 9 November. Sedangkan kontrak untuk Januari naik 64 sen menjadi US$ 95.30/barel. Di pasar spot AS, harga WTI naik 86 sen menjadi US$ 96.33/barel. Harga heating oil untuk bulan yang sama naik 1.3 sen menjadi US$ 2.62/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak gas alam Desember naik 18.4 sen menjadi US$ 7.90/MMbtu sedangkan di pasar spot AS, harga gas di Henry Hub turun 26 sen menjadi US$ 6.66/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London harga kontrak minyak Brent Laut Utara Desember naik 39 sen menjadi US$ 93.18/barel namun kontrak gas oil November turun US$ 4.25 menjadi US$ 831.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 turun US$ 1 menjadi US$ 89.71/barel pada tanggal 9 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 16 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga energi kembali turun pada tanggal 15 November setelah Lembaga Informasi Energi AS (EIA) melaporkan naiknya persediaan minyak mentah AS untuk pertama kali dalam 4 minggu dan OPEC menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global.&lt;br /&gt;+          OPEC mengatakan bahwa total permintaan minyak tahun 2007 akan tumbuh sebesar 1,4% bukan 1,5% seperti perkiraan sebelumnya namun dalam outlook triwulan pertama 2008 akan tumbuh 1,8% atau mencapai 1,5 juta bph.&lt;br /&gt;+          Awal minggu ini para pejabat OPEC menolak permintaan Menteri Energi AS Samuel Bodman yang menginginkan agar organisasi itu menyetujui penambahan produksi dalam pertemuan di Riyadh minggu ini guna menurunkan harga minyak. Para menteri OPEC akan menunggu hingga 5 Desember dalam pertemuan kebijakan di Abu Dhabi untuk mendiskusikan masalah produksi.&lt;br /&gt;+          EIA melaporkan bahwa persediaan minyak mentah komersial AS naik 2,8 juta barel menjadi 314,7 juta barel pada pekan yang berakhir tanggal 9 November. Persediaan gasolin AS sendiri naik 700.000 barel menjadi 195 juta barel. Persediaan minyak distilasi AS turun 2 juta barel menjadi 133,4 juta barel.&lt;br /&gt;+          Dalam sebuah catatan bullish, Menteri Perminyakan Aljazair Chakib Khelil mengatakan bahwa kapasitas produksi negaranya tidak bertambah secepat yang direncanakan dan tidak akan memenuhi target produksi yang diinginkan pada 2010 yang mencapai 2 juta bph. Analis dari Raymond James mengatakan bahwa Aljazair akan memelihara tingkat produksi saat ini sebesar 1,5 juta bph sebagai alternatif tidak terpenuhinya rencana semula.&lt;br /&gt;+          Saat yang sama, Royal Dutch Shell PLC akan menghentikan produksi minyaknya dalam jumlah yang belum pasti menyusul terjadinya serangan jaringan pipa minyak Forcados. Serangan berulang atas fasilitas minyak tersebut telah memaksa penghentian produksi minyak Nigeria yang mencapai 28% dari total produksinya yang mencapai 2,5 juta bph tahun ini.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak minyak US light sweet Desember turun 66 sen menjadi US$ 93.43/barel pada perdagangan 15 November di NYMEX. Sedangkan untuk kontrak Januari juga turun 76 sen menjadi US$ 92.07/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI harganya turun 66 sen menjadi US$ 93.44/barel sedangkan heating oil untuk bulan yang sama turun 1.47 sen menjadi US$ 2.56/galon.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak gas alam untuk Desember turun 13.5 sen menjadi US$ 7.70/MMbtu. Sedangkan di pasar spot AS, harga gas Henry Hub naik 1.5 sen menajdi US$ 7.32/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Persediaan gas alam AS sekarang berjumlah 3.5 triliun kaki kubik yang naik 87 miliar kaki kubik dari jumlah tahun lalu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara Desember turun 42 sen menjadi US$ 90.94/barel sedangkan kontrak gas oil untuk bulan yang sama tidak berubah sebesar US$ 807.50/ton.&lt;br /&gt;+          Harga OPEC Basket-12 naik 44 sen menjadi US$ 87.01/barel pada tanggal 15 November.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-433741455287681040?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/433741455287681040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=433741455287681040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/433741455287681040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/433741455287681040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/world-petroleum-market-9-16-november.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 9 – 16 November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-4746636700665665578</id><published>2007-11-10T17:58:00.000-08:00</published><updated>2007-11-10T17:59:07.961-08:00</updated><title type='text'>BBMWATCH Price Edisi Awal November 2007</title><content type='html'>(semua unit mata uang telah dikonversi ke dalam Rp dengan nilai kurs terbaru)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 – E10                   : Rp 7.393/liter (tgl efektif : 31 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 – E10                   : Rp 7.179/liter (tgl efektif : 31 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON                                     : Rp 8.327/liter (tgl efektif : 31 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON                         : Rp 8.114/liter (tgl efektif : 31 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05% S    : Rp 7.513/liter (tgl efektif : 31 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel B5                        : Rp 7.246/liter (tgl efektif : 31 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 4.488/kg (tgl efektif : 31 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran                   : Rp 118/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang                         : Rp 560/liter (tgl efektif : 5 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                                   : Rp 12.738/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95                                   : Rp 12.275/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 92                                   : Rp 12.065/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 9.245/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipina&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 8.455/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze                        : Rp 9.055/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          E – 10                                      : Rp 8.245/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 7.075/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                                 : Rp 7.965/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 10.220/kg (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;Sama dengan edisi Okt 2007 karena disubsidi dan dipatok tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol                      : Rp 10.395/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol                : Rp 10.900/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 11.570/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 5.010/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          98 RON                                  : Rp 11.300/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                              : Rp 11.135/liter (tgl efektif : 6 Nov 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris&lt;br /&gt;+          Unleaded                                : Rp 18.890/liter (tgl efektif : 4 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                                      : Rp 19.450/liter (tgl efektif : 4 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LRP                                         : Rp 19.375/liter (tgl efektif : 4 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          Super                                       : Rp 20.190/liter (tgl efektif : 4 Nov 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                                        : Rp 9.440/kg (tgl efektif : 4 Nov 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-4746636700665665578?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/4746636700665665578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=4746636700665665578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4746636700665665578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/4746636700665665578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/bbmwatch-price-edisi-awal-november-2007.html' title='BBMWATCH Price Edisi Awal November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7379618646131736111</id><published>2007-11-08T19:25:00.000-08:00</published><updated>2007-11-08T19:26:44.886-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET 5 - 8 November 2007</title><content type='html'>OGJ – 5 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga kontrak minyak mentah untuk bulan depan kembali naik mencapai record tertinggi mendekati US$ 96/barel pada perdagangan 2 November di NYMEX yang mengindikasikan ekonomi AS masih baik dan kemungkinan dikeluarkannya sanksi terbaru PBB untuk Iran atas program energi nuklirnya.&lt;br /&gt;+          Penurunan tajam persediaan minyak mentah menjadi hal yang begitu diperhatikan setelah Meksiko menunda ekspornya ke AS karena gangguan badai di Teluk Meksiko dan pada saat yang sama kilang terus mengambil persediaan bahan baku yang berbiaya rendah ditambah pula dengan harga kontrak berjangka minyak NYMEX yang berada pada trend backwardation.&lt;br /&gt;+          Masalah di kilang ikut menaikkan harga minyak pada tanggal 2 November lalu. Kilang milik Petroplus Holdings AG di Inggris yang berkapasitas 172.000 bph diperkirakan produksinya akan berkurang akibat kebakaran bulan lalu.&lt;br /&gt;+          Chevron Corp mengatakan bahwa kilang miliknya di Pascagoula, Missouri yang berkapasitas 330.000 bph akan beroperasi dengan kapasitas minim akibat kebakaran Agustus lalu.&lt;br /&gt;+          Societe Generale Group (SGG) yang berkedudukan di Paris mengatakan bahwa indikator statistik AS harus mengalami kenaikan lagi mengingat ekspor minyak Meksiko ke negara tersebut akan mengalami penurunan. Ditambah pula bahwa melemahnya nilai dolar AS akan ikut menaikkan harga minyak pada minggu ini.&lt;br /&gt;+          Pemex melaporkan bahwa paling lambat akhir pekan ini telah mampu mengembalikan produksinya sebesar 300.000 bph setelah mengalami gangguan pada minggu sebelumnya.&lt;br /&gt;+          Saat yang sama Kantor Departemen Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa DK PBB sepakat menyusun resolusi sanksi baru yang akan dikeluarkan November ini kecuali Iran mau bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX pada perdagangan 2 November, harga patokan minyak US light sweet naik US$ 2.44 menjadi US$ 95.93/barel. Sedangkan kontrak untuk Januari tahun depan harganya naik sebesar US$ 2.36 menjadi US$ 94.81/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI naik US$ 2.45 menjadi US$ 95.94/barel.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga kontrak gas alam Desember turun 21.9 sen menjadi US$ 8.42/MMbtu. Sedangkan di pasar spot AS harga gas di Henry Hub, La turun 35.5 sen menjadi US$ 6.79/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London harga kontrak minyak Brent Laut Utara Desember naik US$ 2.36 menjadi US$ 92.08/barel sedangkan harga kontrak gas oil November naik US$ 14.25 menjadi US$ 802.25/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik 4 sen menjadi US$ 87.57/barel pada tanggal 2 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------&lt;br /&gt;OGJ – 7 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga minyak mentah di NYMEX sempat menyentuh level US$ 97.10/barel dan kemudian ditutup pada posisi US$ 96.80/barel pada perdagangan 6 November, hal ini terutama disebabkan oleh berita penyerangan pipa minyak di Yaman pada awal minggu.&lt;br /&gt;+          Para analis mengatakan bahwa pemboman tersebut meningkatkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan minyak dunia ditengah tingginya permintaan. Di tempat lain, pejabat negara bagian Tabasco, Meksiko mengatakan bahwa lapangan minyak Villahermosa mengalami kerusakan akibat banjir besar. Meski demikian, Pemex mengindikasikan tidak ada pengaruh besar terhadap produksi minyak Tabasco.     &lt;br /&gt;+          Di Yaman, para pelaku sabotase tak dikenal melakukan pemboman tanggal 5 November di provinsi Marib dan menyebabkan kerusakan namun tidak ada korban. Pipa minyak yang diserang tersebut akan diperbaiki dalam waktu 24 jam dimana memiliki kapasitas 155.000 bph yang mampu mengirimkan minyak dari lapangan Safer ke terminal ekspor Laut Merah.&lt;br /&gt;+          Lembaga Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada tanggal 7 November bahwa persediaan minyak negeri itu turun sebanyak 800.000 barel menjadi 311,9 juta barel. Sedangkan persediaan gasolin turun sebanyak 800.000 barel namun persediaan minyak distilasi naik 100.000 barel.&lt;br /&gt;+          Tanggal 6 November, EIA mengatakan bahwa pasar minyak dunia tampaknya masih tertekan karena permintaan dunia terus naik lebih cepat dibandingkan pasokan minyak diluar negara-negara OPEC. Situasi ini memberikan OPEC dan persediaan minyak dunia tekanan untuk segera menjembatani gap tersebut.&lt;br /&gt;+          Pada perdagangan 6 November di NYMEX, harga kontrak minyak US light sweet untuk Desember naik US$ 2.72 menjadi US$ 96.70/barel sedangkan kontrak Januari naik US$ 2.68 menjadi US$ 95.80/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI stabil di posisi US$ 93.99/barel.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak gas alam untuk Desember di NYMEX turun sebesar 13.6 sen menjadi US$ 7.86/MMbtu. Di pasar spot AS harga gas Henry Hub naik 39 sen menajdi US$ 7.20/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara Desember naik US$2.77 menjadi US$ 93.26/barel.&lt;br /&gt;+          Harga minyak acuan OPEC Basket-12 mencapai US$ 89.13/barel untuk tanggal 6 November.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------&lt;br /&gt;OGJ – 8 Nov 2007&lt;br /&gt; +          Harga berjangka minyak pada perdagangan sesi sore tanggal 7 November sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah yaitu US$ 98.62/barel.&lt;br /&gt;+          Olivier Jakob dari Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa harga minyak sebesar US$ 100/barel masih bisa dicapai mengingat gagalnya upaya Departemen Energi AS dalam memberi sentimen positif bisa menyebabkan pasar mengambil tindakan profit taking pada harga diatas US$ 98/barel.&lt;br /&gt;+          Paul Horsnell dari Barclays Capital Inc di London menyatakan bahwa bukanlah keajaiban jika harga minyak bisa menembus harga US$ 100/barel dan semua indikator di pasar menyiratkan bahwa harga minyak tidak akan berhenti di level saat ini.&lt;br /&gt;+          Horsnell pun mengatakan bahwa bagi kebanyakan konsumen minyak di dunia harga sebesar US$ 100/barel mungkin sedikit membawa ketakutan, meski demikian kondisi seperti ini telah membawa mereka untuk siap membayar lebih dari US$ 100/barel untuk periode yang lebih panjang.&lt;br /&gt;+          Para analis di Raymond James &amp;amp; Associates Inc di Houston mengatakan pada tanggal 8 November bahwa cuaca buruk telah menghentikan produksi minyak sebesar 220.000 bph di Laut Utara dan kondisi ini ikut menaikkan harga minyak saat ini dimana harga US$ 100/barel bisa tercapai. ConocoPhillips melaporkan telah mengevakuasi 500 pekerjanya dari anjungan minyak Ekofisk Laut Utara sebelum terjadi cuaca yang lebih buruk di daerah tersebut.&lt;br /&gt;+          Pada perdagangan 8 November di NYMEX, harga kontrak US light sweet untuk Desember turun 33 sen menjadi US$96.37/barel. Sedangkan untuk Januari turun 20 sen menjadi US$ 95.60/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI, Cushing naik US$ 2.39 menjadi US$ 96.38/barel.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga kontrak gas alam turun 23.9 sen menjadi US$ 7.62/MMbtu sedangkan di pasar spot AS, harga gas Henry Hub naik 8 sen menjadi US$ 7.28/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, kontrak minyak Brent Laut Utara Desember turun 2 sen menjadi US$ 93.24/barel. Sedangkan gas oil untuk November naik US$ 5 menjadi US$ 832/ton.&lt;br /&gt;+          Harga rata-rata OPEC Basket-12 mencapai US$ 90.71/barel pada 7 November.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7379618646131736111?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7379618646131736111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7379618646131736111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7379618646131736111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7379618646131736111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/world-petroleum-market-5-8-november.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET 5 - 8 November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-5611602244160730816</id><published>2007-11-04T02:31:00.000-08:00</published><updated>2007-11-04T02:32:19.702-08:00</updated><title type='text'>WORLD PETROLEUM MARKET Edisi Awal November 2007</title><content type='html'>OGJ – 30 Okt 2007&lt;br /&gt;+          Kontrak minyak mentah patokan AS untuk pengiriman Desember mencapai titik tertinggi sebesar US$ 93/barel pada perdagangan tanggal 29 Oktober di pasar New York, hal ini didorong akibat melemahnya dolar dan cuaca buruk (musim badai) yang menyebabkan terhentinya produksi dari Meksiko.&lt;br /&gt;+          Nilai dolar AS turun terhadap Euro sebesar US$ 1.4438 pada tanggal 29 Oktober. Nilai ini merupakan yang terendah sejak 13 negara Eropa mengumumkan penyatuan mata uangnya sejak Januari 1999. Pada saat yang sama Federal Reserve diperkirakan akan memotong lebih lanjut suku bunga overnightnya ketika Komite Pasar Terbuka Federal bertemu tanggal 31 Oktober guna mengevaluasi situasi ekonomi terbaru.&lt;br /&gt;+          BUMN Migas Meksiko Petroleos Mexicanos (Pemex) mengumumkan pada tanggal 28 Oktober bahwa produksi minyaknya sebesar 600.000 bph akan terhenti akibat peristiwa badai di Teluk Meksiko yang merusak 3 pelabuhan ekspor minyak utamanya dan menewaskan 18 orang pekerja minyak negeri itu saat anjungan produksinya tersapu badai sejauh 20 mil lepas pantai Dos Bocas. Meski demikian, harga berjangka minyak mengalami penurunan pada perdagangan 30 Oktober dan Pemex mengumumkan akan mengembalikan jumlah produksinya.&lt;br /&gt;+          Meksiko merupakan eksportir minyak terbesar kedua untuk AS setelah Kanada. Departemen Energi AS mengatakan bahwa impor minyak dari Meksiko mencapai 1,66 juta bph selama 8 bulan pertama 2007.&lt;br /&gt;+          Olivier Jakob, managing director Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa harga minyak sebesar US$95/barel merupakan level resistan untuk mencapai titik tertinggi berikutnya pada perdagangan Desember nanti yang bisa mencapai US$ 100/barel. &lt;br /&gt;+            Jakob pun mengatakan jika kilang di Cina harus membatasi produksi BBMnya akibat perbedaan yang tinggi antara harga minyak dunia dengan harga jual di dalam negeri. Hal ini menjadikan kilang Cina semakin kecil mendapatkan margin penjualan. Margin kilang di AS pun tidak begitu bagus dan Jakob mengatakan bahwa dirinya tidak akan kaget jika suatu hari nanti kita akan melihat lebih banyak “kegagalan kekuasaan suatu negara energi.”&lt;br /&gt;+          Kontrak bulan Desember untuk minyak US light sweet diperdagangkan saat tengah hari mencapai level tertinggi US$ 93.80/barel dan akhirnya ditutup pada level US$ 93.53/barel pada tanggal 29 Oktober di NYMEX. Sedangkan untuk kontrak Januari mengalami penurunan menjadi US$ 92.63/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak West Texas Intermediate harganya naik US$ 1.66 menjadi US$ 93.53/barel.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX harga kontrak gas alam untuk November naik 5.1 sen menjadi US$ 7.27/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas naik 31 sen menjadi US$ 6.72/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara naik US$ 1.63 menjadi US$ 90.32/barel sedangkan harga kontrak gas oil untuk November naik US$ 13.25 menjadi US$ 770.25/ton. &lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 untuk tanggal 29 Oktober naik US$ 1.04 menjadi US$ 85.84/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;------------                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 1 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Harga berjangka minyak mentah naik melewati level US$ 95/barel pada perdagangan tanggal 31 Oktober dan memberikan sinyal bagi pasar bahwa harga US$ 100/barel bisa terlampaui dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak minyak patokan US light sweet untuk Desember ditutup pada harga US$ 94.53/barel kemudian naik kembali pada perdagangan sore hari di NYMEX menjadi US$ 95.28/barel. Naiknya harga ini akibat pejabat Departemen Energi AS mengejutkan pasar dengan apa yang disebut analis sebagai “induk dari semua pengeluaran cadangan” dari penyimpanan minyak komersial di Cushing, Oklahoma yang hal ini kontradiktif dengan perkiraan para trader.&lt;br /&gt;+          Olivier Jakob, managing director Petromatrix GMBH, Zug, Swiss mengatakan bahwa harga minyak US$ 95/barel akan menjadi pintu masuk untuk mencapai US$ 100/barel. Rentang harga perdagangan minyak harian US light sweet yang mencapai US$ 6.36/barel ditambah dengan begitu ekstrimnya volatilitas pasar menjadikan harga US$ 100/barel mungkin bisa dicapai pada akhir minggu ini.&lt;br /&gt;+          Paul Horsnell dari Barclays Capital Inc di London mengatakan bahwa ekspekstasinya terhadap harga minyak patokan US light sweet rata-rata bisa mencapai US$ 90.70/barel pada triwulan keempat tahun ini.&lt;br /&gt;+          Para analis dari Raymond James &amp;amp; Associates Inc yang berada di Houston mengatakan bahwa laporan persediaan minyak Departemen Energi AS kembali mengejutkan pasar untuk kedua kalinya dimana pasar minyak mentah berada pada kondisi backwardation dan tidak ada insentif jika menyimpan minyak. Ditambah dengan terhentinya produksi dari Pemex pada minggu ini akibat badai di Teluk Meksiko menjadikan persediaan minyak mentah AS akan semakin berkurang pada minggu depan.&lt;br /&gt;+          Jacques H. Rousseau dari Back Bay Research LCC, sebuah mitra riset untuk Soleil Securities Corp., mengatakan bahwa melemahnya permintaan produk kilang akan membuat kilang menambah persediaannya ke level yang menguntungkan menuju tahun 2008 meski tekanan terhadap margin kilang tetap ada.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga US light sweet untuk pengiriman Januari 2008 naik US$ 3.68 menjadi US$ 93.27/barel pada perdagangan tanggal 31 Oktober.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, minyak WTI harganya naik US$ 4.15 menjadi US$ 94.54/barel.&lt;br /&gt;+          Di NYMEX, harga kontrak gas alam untuk Desember naik 30.9 sen menjadi US$ 8.33/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga gas alam Henry Hub naik 14 sen menjadi US$ 7.16/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, kontrak berjangka minyak Brent Laut Utara untuk Desember naik US$ 3.19 menjadi US$ 90.63/barel. Sedangkan kontrak gas oil untuk November naik US$ 17.75 menjadi US$ 787/ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;------------        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OGJ – 2 Nov 2007&lt;br /&gt;+          Di pasar New York harga kontrak berjangka minyak mengalami penurunan pada tanggal 1 November namun pada perdagangan sesi berikutnya naik menjadi US$ 96.24/barel.&lt;br /&gt;+          Para analis dari Raymond James &amp;amp; Associates Inc di Houston mengatakan bahwa harga minyak akan masih tinggi karena akan memasuki musim dingin yang permintaannya akan melebihi pasokan.&lt;br /&gt;+          Harga kontrak minyak untuk bulan berikutnya terus menguat menuju US$95/barel pada perdagangan sesi awal tanggal 2 November di NYMEX setelah Menlu AS Condoleezza Rice mengatakan kepada para pejabat Turki bahwa pemberontak Kurdi di utara Irak adalah “ancaman bersama” dan iapun mengatakan bahwa AS siap membantu Turki untuk memerangi pemberontak tersebut. Hal ini menjadi kekhawatiran awal mengenai kemungkinan terganggunya produksi dan arus minyak sebagai akibat konflik dengan pemberontak Kurdi sehingga bisa mendorong harga minyak terus naik.&lt;br /&gt;+          Nilai dolar AS mencapai titik terendah terhadap Euro pada tanggal 31 Oktober setelah Komite Pasar Terbuka Federal memotong suku bunga federal sebesar 0,25% menjadi 4,5%. Namun pada tanggal 1 November nilai dolar AS mulai menguat terhadap Euro. Harga minyak biasanya bergerak berlawanan arah terhadap nilai dolar sejak mata uang tersebut mengurangi ketergantungan terhadap kinerja komoditi minyak sebagai jaminan melawan inflasi.&lt;br /&gt;+          Para analis Raymond James mengatakan bahwa persediaan minyak AS berada pada level terendah sejak 2 tahun terakhir namun fundamental masih kuat.&lt;br /&gt;+          Menteri perminyakan Oman menyatakan bahwa seluruh negara produsen minyak terkecuali Arab Saudi sudah mencapai kapasitas penuhnya sehingga kekurangan kapasitas cadangan masih menjadi faktor utama dalam situasi titik tertinggi harga minyak.  &lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX pada perdagangan 1 November harga kontrak US light sweet untuk Desember turun US$ 1.04 menjadi US$ 93.49/barel sedangkan untuk Januari juga turun 82 sen menjadi US$92.45/barel.&lt;br /&gt;+          Di pasar spot AS, harga minyak WTI turun US$ 1.05 menjadi US$ 93.49/barel.&lt;br /&gt;+          Di bursa NYMEX, harga kontrak gas alam untuk Desember naik 30.7 sen menjadi US$ 8.64/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Sedangkan di pasar spot AS, gas alam di Henry Hub turun sebesar 1.5 sen menjadi US$ 7.15/MMbtu.&lt;br /&gt;+          Di bursa IPE London, harga kontrak minyak Brent Laut Utara untuk Desember turun 91 sen menjadi US$ 89.72/barel sedangkan gas oil untuk November naik US$ 1 menjadi US$ 788/ton.&lt;br /&gt;+          Harga minyak OPEC Basket-12 naik US$ 2.77 menjadi US$ 87.61/barel pada tanggal 1 November.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-5611602244160730816?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/5611602244160730816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=5611602244160730816' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/5611602244160730816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/5611602244160730816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/11/world-petroleum-market-edisi-awal.html' title='WORLD PETROLEUM MARKET Edisi Awal November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1933168800087425492</id><published>2007-10-30T21:34:00.000-07:00</published><updated>2007-10-30T21:35:08.957-07:00</updated><title type='text'>BBMWATCH Price Edisi Oktober 2007</title><content type='html'>Harga BBM di sejumlah negara (telah dikonversi ke dalam Rp dengan kurs terbaru) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thailand&lt;br /&gt;+          Gasohol 95 – E10       : Rp 7.125/liter (tanggal efektif : 17 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Gasohol 91 – E10       : Rp 6.913/liter (tanggal efektif : 17 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95 RON             : Rp 8.053/liter (tanggal efektif : 17 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          UGR 91 RON             : Rp 7.841/liter (tanggal efektif : 17 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel 0,05% S    : Rp 7.245/liter (tgl efektif : 17 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          High Speed Diesel-B5                        : Rp 7.059/liter (tgl efektif : 17 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                            : Rp 4.454/kg (tgl efektif : 17 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Pemasaran       : Rp 163/liter (tgl efektif : 19 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Margin Kilang             : Rp 504/liter (tgl efektif : 19 Okt 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura&lt;br /&gt;+          ULG 98                       : Rp 12.152/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 95                       : Rp 11.693/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          ULG 92                       : Rp 11.488/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                          : Rp 8.698/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filipina&lt;br /&gt;+          Unleaded                    : Rp 8.270/liter (tgl efektif : 6 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          V Power/Blaze            : Rp 8.930/liter (tgl efektif : 6 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          E-10                            : Rp 8.065/liter (tgl efektif : 6 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                          : Rp 6.907/liter (tgl efektif : 6 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Kerosene                     : Rp 7.766/liter (tgl efektif : 6 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                            : Rp 9.775/kg (tgl efektif : 6 Okt 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia&lt;br /&gt;+          Petrol RON 97            : Rp 5.172/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          Petrol RON 92            : Rp 5.064/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          Diesel                          : Rp 4.260/liter (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;+          LPG                            : Rp 4.715/kg (tgl efektif : 28 Feb 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika Serikat&lt;br /&gt;+          Gasoline                      : Rp 6.720/liter (Sept 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                          : Rp 7.083/liter (Sept 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australia&lt;br /&gt;+          Unleaded Petrol          : Rp 10.250/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Premium Unl Petrol    : Rp 10.742/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          Diesel                          : Rp 11.135/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          LPG                            : Rp 4.820/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          98 RON                      : Rp 11.160/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;+          B20 Diesel                  : Rp 10.700/liter (tgl efektif : 24 Okt 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga Produk Kilang di Pelabuhan Singapura (telah dikonversi ke dalam Rp dengan kurs terbaru) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapore (Cargoes) :&lt;br /&gt;+          Naphtha                      : Rp 4.300/liter (Sep 2007)&lt;br /&gt;+          Premium Gasoline       : Rp 4.710/liter (Sep 2007)&lt;br /&gt;+          Regular Gasoline         : Rp 4.645/liter (Sep 2007)&lt;br /&gt;+          Jet/Kerosene                : Rp 5.165/liter (Sep 2007)&lt;br /&gt;+          Gasoil/Diesel               : Rp 5.355/liter (Sep 2007)&lt;br /&gt;+          Fuel Oil 2% S              : Rp 3.364/liter (Sep 2007)&lt;br /&gt;+          Fuel Oil 3,5% S           : Rp 3.320/liter (Sep 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1933168800087425492?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1933168800087425492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1933168800087425492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1933168800087425492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1933168800087425492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/10/bbmwatch-price-edisi-oktober-2007.html' title='BBMWATCH Price Edisi Oktober 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1564327292964070341</id><published>2007-10-29T20:33:00.000-07:00</published><updated>2007-10-29T20:34:08.376-07:00</updated><title type='text'>Kilasan Pasar Bahan Bakar Alternatif</title><content type='html'>Sumber : OPEC Market Report Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Konsumsi minyak diesel Cina mencapai 37% dari total produk bahan bakar yang digunakannya, oleh karena itu negeri ini berusaha memenuhi permintaan jenis bahan bakar yang meningkat ini melalui peningkatan produksi biodieselnya hingga menyamai produksi ethanolnya. Produk biodiesel ini hanya bisa berkembang melalui pendanaan dari Pemerintah sehingga tidak hanya mempengaruhi harga pangan namun juga berakibat pada lingkungan. Cina memiliki rencana jangka panjang dalam menambah produksi bahan bakar nabatinya untuk memenuhi 15% dari jumlah kebutuhan transportasinya pada tahun 2020. Meski demikian sasaran ini tidak hanya membutuhkan dana yang besar namun pula berakibat pada biaya lingkungan. Lebih jauh lagi Cina terus mendorong proyek produksi batubara cair/Coal to Liquid (CTL) dengan pemberian dana yang terus bertambah selama beberapa tahun ke depan. Proyek CTL tahap pertama menghasilkan kapasitas sebesar 22.000 bph dan akan bisa digunakan pada awal 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Harga minyak sawit telah meningkat sebesar 80% sejak 2005 dan hal ini mengakibatkan tekanan pada pabrik biodiesel di Asia. Pabrik biodiesel baru di Malaysia yang diperkirakan akan beroperasi pada akhir tahun ini tampaknya akan tertunda operasinya akibat tingginya harga bahan baku. Berdasarkan sejumlah ahli, usaha pengembangan biodiesel di Malaysia akan berjalan jika harga minyak mentah mencapai US$ 80/barel jika tidak mencapai harga sebesar itu maka proyek tersebut tampaknya menjadi tidak menguntungkan secara ekonomis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+          Meski studi terbaru yang dilakukan negara OECD yang menyatakan bahwa dukungan pengembangan bahan bakar nabati melalui subsidi yang tinggi tidaklah menguntungkan bagi negara yang mengembangkannya namun demikian AS tengah menjalankan rencana 5 tahun pengembangan bahan bakar selulosa dengan subsidi yang begitu besar. Dengan rencananya ini AS telah menjadikan subsidi tersebut sebagai subsidi termahal dari subsidi bahan bakar nabati yang telah ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1564327292964070341?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1564327292964070341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1564327292964070341' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1564327292964070341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1564327292964070341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/10/kilasan-pasar-bahan-bakar-alternatif.html' title='Kilasan Pasar Bahan Bakar Alternatif'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-3836914799201994904</id><published>2007-10-27T01:04:00.000-07:00</published><updated>2007-10-27T01:07:18.721-07:00</updated><title type='text'>BBMWATCH NEWS Edisi November 2007</title><content type='html'>+ Harga Motor Gasoline (Mogas) Singapore yang menjadi acuan harga Premium mengalami kenaikan cukup tinggi. Akibatnya harga Keekonomian Premium pada periode November 2007 naik 5,27% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 6.123/ Liter. Kenaikan yang cukup tinggi ini akibat harga minyak dunia yang terus mengalami kenaikan selama 1 minggu terakhir hingga menyentuh level US$ 90/barel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Harga Gasoil Singapore yang menjadi acuan harga Solar terus menguat. Harga keekonomian solar November 2007 naik 4,89% menjadi Rp. 6.662/ Liter. Sama halnya dengan Premium, maka beban subsidi solar (sektor transportasi) juga semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Hal yang sama juga terjadi pada harga kerosene Singapore sebagai acuan harga minyak tanah. Harga Keekonomian minyak tanah pada bulan November 2007 naik cukup besar yaitu 4,64% menjadi Rp. 6.682/ liter, akibatnya subsidi minyak tanah akan terus naik hingga mencapai diatas Rp. 4.600/ liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Berdasarkan perhitungan BBMwatch, harga Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina DEX (Solar Grade Tinggi) pada November 2007 nanti diperkirakan berturut-turut mencapai Rp. 6.323, Rp. 6.575 , dan Rp. 7.362 per Liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Untuk harga Bahan Bakar Nabati/ Biofuel sesuai dengan harga referensi Biodiesel dan Ethanol bulan Oktober-Desember 2007 diperkirakan berturut-turut mencapai angka Rp. 4.050/ liter (Ethanol/Bio-Premium) , dan Rp. 8.490 / liternya (Biodiesel/Biosolar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Harga LPG Saudi Aramco Contract Prices (Aramco CP) berdasar data akhir Oktober 2007 yang dapat menjadi acuan harga keekonomian LPG bulan November 2007 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 6.510/Kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ Harga Minyak Mentah BCI-13 (Rata-rata Harga Minyak Mentah dari 13 Negara Pilihan BBMwatch berdasarkan aspek sensitivitas geopolitik &amp;amp; konsistensi volume produksi) mencapai US$ 78.15/ Barel. Total produksi per Oktober 2007 dari negara BCI-13 mencapai 49.780.000 barel, sekitar 60% produksi dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-3836914799201994904?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/3836914799201994904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=3836914799201994904' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3836914799201994904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/3836914799201994904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/10/bbmwatch-news-edisi-november-2007.html' title='BBMWATCH NEWS Edisi November 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-8930164805887383646</id><published>2007-09-29T07:49:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T14:12:51.242-07:00</updated><title type='text'>Rumusan Penanggulangan Kelangkaan BBM</title><content type='html'>Rancangan &amp;amp; Usulan Bahan Rumusan Untuk Penyusunan Kebijakan Penanggulangan Kelangkaan BBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun Oleh :&lt;br /&gt;ARULAN HATTA&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif&lt;br /&gt;BBMWATCH Research Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EVALUASI PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BBM DALAM RANGKA PENANGGULANGAN KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POKOK BAHASAN&lt;br /&gt;1. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;2. FAKTOR-FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;3. DEFINISI KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;4. PEDOMAN UMUM PENCEGAHAN KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;5. TANGGAP DARURAT PENANGGULANGAN KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;6. OPTIMALISASI SISTEM PENGAWASAN BBM NASIONAL&lt;br /&gt;7. PENGATURAN ASPEK KELEMBAGAAN DAN SANKSI ADMINISTRATIF.&lt;br /&gt;8. OPTIMALISASI SISTEM DAN INFRASTRUKTUR PENYEDIAAN DAN PENDISTRIBUSIAN BBM&lt;br /&gt;- RE-EVALUASI MEKANISME PENETAPAN KUOTA-ALOKASI BBM, KHUSUSNYA MINYAK TANAH.&lt;br /&gt;- RE-EVALUASI DAN PENETAPAN SISTEM DISTRIBUSI MINYAK TANAH.&lt;br /&gt;- OPTIMALISASI POLA DISTRIBUSI BBM UNTUK DAERAH TERPENCIL&lt;br /&gt;- PENETAPAN POLA DISTRIBUSI BBM REGULER, ALTERNATIF, DAN EMERGENCY.&lt;br /&gt;- PROGRAM PENGAWASAN MINYAK MENTAH KPS&lt;br /&gt;- OPTIMALISASI DAN PENGEMBANGAN KILANG NASIONAL&lt;br /&gt;- OPTIMALISASI INFRASTRUKTUR PENGANGKUTAN BBM&lt;br /&gt;- OPTIMALISASI INFRATRUKTUR PENYIMPANAN BBM&lt;br /&gt;- PERENCANAAN CADANGAN BBM NASIONAL&lt;br /&gt;- PERENCANAAN CADANGAN MINYAK STRATEGIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasionalisasi&lt;br /&gt;- Salah satu penyebab utama kelangkaan BBM adalah karena belum optimalnya kebijakan yang ada.&lt;br /&gt;- Suatu pedoman/ peraturan diperlukan agar proses pengambilan keputusan memiliki suatu acuan dan arah yang standar, jelas, serta efektif.&lt;br /&gt;- Hingga kini, belum ada kebijakan yang mengatur secara khusus mengenai penanggulangan kelangkaan BBM di Indonesia sehingga penanganannya cenderung lamban dan terkesan ada saling lempar tanggung jawab antar stakeholder.&lt;br /&gt;- Rumusan kebijakan ini disusun berdasarkan analisis data lapangan, pengkajian peraturan/ perundang-undangan terkait, serta diskusi dengan beberapa stakeholder terkait dan menguasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dasar Hukum&lt;br /&gt;- Undang-Undang No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi&lt;br /&gt;- Peraturan Pemerintah No 36 tahun 2004 tentang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.&lt;br /&gt;- Peraturan Presiden No 71 tahun 2005 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bentuk Rumusan Kebijakan&lt;br /&gt;- Bahwa Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah representasi dari Pemerintah sebagai pembuat/ penyusun kebijakan makro.&lt;br /&gt;- Agar kebijakan nanti bisa juga teknis dalam menanggulangi kelangkaan BBM, maka bahan dari kajian ini dipersiapkan sebagai rumusan kebijakan dalam bentuk “Pedoman Umum” yang nantinya bisa ditetapkan dalam format Keputusan Dirjen/ Keputusan Menteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kegunaan &amp;amp; Status Pedoman&lt;br /&gt;- Tujuan pedoman umum ini adalah untuk memberikan gambaran umum mengenai penanggulangan kelangkaan BBM yang dapat digunakan sebagai acuan bagi Pemerintah beserta stakeholder yang lain. Sehingga akan diperoleh kesepahaman yang sama dalam penanggulangan kelangkaan BBM.&lt;br /&gt;- Selanjutnya untuk peningkatkan efektifitas dalam pelaksanaannya, Pemerintah senantiasa harus melakukan kajian dan penyempurnaan terhadap pedoman ini yang hasilnya diterbitkan secara berkala dan didiskusikan dengan stakeholder terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Beberapa Hal Krusial Yang Harus Diperhatikan Stakeholder&lt;br /&gt;- Perlu penangangan dan penaggulangan yang cepat dan tepat terhadap kelangkaan BBM. Di beberapa wilayah, yang mengalami kelangkaan BBM umumnya terjadi dalam rentang waktu yang lama (lebih dari 1 minggu);&lt;br /&gt;- Kelangkaan BBM di daerah terpencil umumnya disertai dengan lonjakan harga eceran yang sangat tinggi diatas kewajaran, padahal daerah terpencil ini umumnya memiliki rasio kemiskinan yang lebih besar.&lt;br /&gt;- Pemberitaan terhadap kelangkaan BBM di suatu wilayah umumnya tidak proporsional dengan kondisi yang sebenarnya, sehingga seolah memojokkan peran Pemerintah/ Badan Regulasi/ Pemerintah yang dianggap gagal dalam mendistribusikan BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perspektif Kebijakan&lt;br /&gt;- Dalam perspektif kebijakan, penanggulangan/ pencegahan kelangkaan BBM dapat dilakukan melalui 7 (tujuh) kegiatan utama:&lt;br /&gt;1. Merumuskan Definisi “Kelangkaan BBM”&lt;br /&gt;2. Merumuskan Langkah-Langkah Pencegahan Kelangkaan BBM&lt;br /&gt;3. Merumuskan Langkah Tanggap Darurat Penanggulangan Kelangkaan BBM;&lt;br /&gt;4. Optimalisasi Sistem Pengawasan Kelangkaan BBM&lt;br /&gt;5. Pengaturan fungsi koordinasi dan pelaporan lembaga dan penetapan sanksi administratif.&lt;br /&gt;6. Optimalisasi sistem dan pengembangan infrastruktur dalam penyediaan BBM;&lt;br /&gt;7. Optimalisasi sistem dan pengembangan infrastruktur dalam Pendistribusian BBM;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTOR-FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Klasifikasi Faktor Dominan&lt;br /&gt;Berdasarkan temuan lapangan serta penulusuran data sekunder maka ditemukan berbagai macam modus kelangkaan BBM. Pada prinsipnya faktor-faktor dominan penyebab kelangkaan BBM dapat diklasifikasikan dalam 4 kelompok besar:&lt;br /&gt;- Faktor Alam&lt;br /&gt;- Faktor Teknis&lt;br /&gt;- Faktor Ekonomis&lt;br /&gt;- Faktor Kebijakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 FAKTOR ALAM&lt;br /&gt;Kelangkaan BBM Karena Faktor Alam&lt;br /&gt;- Kelangkaan BBM Karena Faktor Alam adalah suatu kondisi dimana kelangkaan BBM terjadi karena kondisi alam yang tidak mendukung moda dan jalur transportasi sehingga distribusi BBM menjadi terganggu atau terhambat sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berdasarkan hasil survey dan penelusuran data, kelangkaan BBM yang disebabkan oleh faktor alam ini diantaranya:&lt;br /&gt;1. Gangguan cuaca&lt;br /&gt;2. Jalan/ jembatan rusak akibat gejala alam/ bencana&lt;br /&gt;3. Geografis (pegunungan, pedalaman) yang sulit&lt;br /&gt;4. Pendangkalan sungai/ laut/ Pelabuhan sehingga kapal yang mengangkut BBM menjadi tidak dapat/ terganggu dalam memasok BBM pada suatu Depo/ Instalasi/ terminal/ lembaga penyalur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 FAKTOR TEKNIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangkaan BBM Karena Faktor Teknis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kelangkaan BBM karena Faktor Teknis adalah suatu kondisi dimana kelangkaan BBM terjadi karena sisi pasokan (supply side) dalam hal ini sistem dan infrastruktur penyediaan dan pendistribusian yang terganggu atau kurang optimal, sehingga distribusi BBM menjadi terganggu atau terhambat sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dari temuan lapangan yang bisa masuk dalam kelangkaan yang disebabkan faktor teknis ini disebabkan oleh:&lt;br /&gt;+ Infrastruktur yang rusak/ perlu perawatan&lt;br /&gt;+ Jumlah/ kapasitas infratruktur penyimpanan dan pengangkutan yang kurang&lt;br /&gt;+ Kompleksitas tata niaga minyak tanah&lt;br /&gt;+ Penyebaran infrastruktur penyimpanan serta lembaga penyalur yang kurang merata&lt;br /&gt;+ Pola pengaturan pengisian di depo dari tangker yang kurang teratur (Antrian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 FAKTOR EKONOMIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangkaan BBM Karena Faktor Ekonomis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kelangkaan BBM Karena Faktor Ekonomis adalah suatu kondisi dimana kelangkaan BBM terjadi karena sisi permintaan (demand side) meningkat melebihi sisi pasokan sehingga terjadi ketidakseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dari kegiatan survey dan pengumpulan data sekunder maka umumnya kelangkaan BBM yang disebabkan karena faktor ekonomis ini terjadi karena beberapa hal diantaranya:&lt;br /&gt;+ Pertumbuhan Penduduk&lt;br /&gt;+ Pertumbuhan Ekonomi dan Industri&lt;br /&gt;+ Pertumbuhan Kendaraan Bermotor&lt;br /&gt;+ Kondisi musim tertentu (panen, lebaran, dll)&lt;br /&gt;+ Aspek psikologis (Panic buying)&lt;br /&gt;+ Disparitas Harga (Maraknya penyalahgunaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 FAKTOR KEBIJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelangkaan BBM Karena Faktor Kebijakan&lt;br /&gt;- Kelangkaan BBM karena Kebijakan adalah suatu kondisi dimana kelangkaan BBM terjadi karena adanya kebijakan pemerintah/ badan regulasi/ badan usaha/ pemerintah daerah/ lembaga penyalur yang kemudian mengakibatkan seimbangnya/ terganggunya pasokan BBM dibandingkan dengan permintaan/ kebutuhan yang ada.&lt;br /&gt;- Berdasarkan hasil survey dan pengumpulan data, kelangkaan BBM yang disebabkan oleh faktor kebijakan ini diantaranya:&lt;br /&gt;+ Penetapan kuota dan alokasi yang kurang tepat&lt;br /&gt;+ Pengawasan yang tidak optimal&lt;br /&gt;+ Pengaturan distribusi yang tidak baik.&lt;br /&gt;+ Koordinasi antar stakeholder yang tumpang tindih/ berjalan&lt;br /&gt;+ Maraknya penyalahgunaan karena tidak ada sanksi yang jelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan Lapangan&lt;br /&gt;Berdasarkan kegiatan survey dan pengumpulan informasi/ wawancara diperoleh:&lt;br /&gt;- Dari sisi waktu, kelangkaan BBM umumnya memiliki rentang waktu mulai dari 2 (dua) hari hingga 3 (tiga) bulan.&lt;br /&gt;- Umumnya kelangkaan BBM yang terjadi disertai dengan lonjakan harga eceran mulai dari 10% hingga diatas 100%.&lt;br /&gt;- Kelangkaan BBM umumnya ditunjukkan dengan kondisi visual terjadinya antrian orang membeli BBM yang diperkuat dengan adanya penjatahan BBM.&lt;br /&gt;- Kelangkaan BBM yang terjadi umumnya dipersepsikan sebagai tidak tersedianya BBM di titik penjualan (lembaga penyalur dan pengecer) dalam suatu wilayah mulai dari tingkat kelurahan-kabupaten/ kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Saat Ini&lt;br /&gt;Definisi umum soal kelangkaan BBM saat ini:&lt;br /&gt;- Bagi Media dan Publik, Kelangkaan BBM bisa didefinisikan: “Antrian Masyarakat Membawa Jerigen Minyak Tanah, atau Antrian Kendaraan Bermotor di SPBU yang ingin membeli premium dan Solar dan disertai dengan penjatahan”&lt;br /&gt;- Bagi Pertamina, kelangkaan BBM relatif tidak pernah terjadi, yang terjadi adalah terhambatnya pasokan BBM ke suatu lokasi, sedangkan stok BBM masih ada (status aman)&lt;br /&gt;- Bagi Pemerintah Daerah, bahwa kelangkaan BBM didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana masyarakat sulit mendapatkan BBM baik karena pasokan yang kurang, terhambat, ataupun karena kuota/ alokasi yang diberikan memang sudah tidak mencukupi.&lt;br /&gt;- Bagi BPH Migas, kelangkaan BBM hanya didefiniskan sebagai ketidaktersediaan BBM dalam kurunwaktu tertentu.&lt;br /&gt;Permasalahan&lt;br /&gt;- Antara stakeholder (Pemerintah, Badan Pengatur, badan Usaha, Pemerintah Daerah, lembaga penyalur, serta konsumen akhir) memiliki pemahaman yang berbeda soal kelangkaan karena kepentingan yang berbeda.&lt;br /&gt;- Hingga kini belum ada keseragaman dalam definisi dan kriteria-kriteria suatu daerah dikatakan mengalami kelangkaan BBM. Dari pemantauan di lapangan antara stakeholder terkait umumnya memiliki persepsi yang berbeda terhadap kelangkaan BBM.&lt;br /&gt;- Demikian juga halnya antara pemberitaan media dengan kejadian nyata (factual) di masyarakat. Akibatnya, dengan adanya perbedaan terhadap definisi ini telah menyebakan terjadinya mis-persepsi soal kelangkaan BBM.&lt;br /&gt;- Definisi kelangkaan umumnya tidak terlalu detail menjelaskan kriteria sehingga seringkali menimbulkan mis-persepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan Rumusan&lt;br /&gt;Rancangan Definisi Kelangkaan BBM:&lt;br /&gt;- Perlu ditetapkan oleh Pemerintah Definisi dan Kriteria suatu daerah dikatakan langka BBM agar lebih jelas dan standar sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran persepsi (mis-persepsi)&lt;br /&gt;- Sebagai kerangkanya, definisi/ kriteria kelangkaan BBM harus mencakup beberapa hal seperti:&lt;br /&gt;+ Berapa “batas psikologis” stok BBM pada saat kelangkaan?&lt;br /&gt;+ Berapa lama kejadian tersebut berlangsung?&lt;br /&gt;+ Di titik mana kelangkaan tersebut terjadi?&lt;br /&gt;+ Sampai wilayah adminitratif/ radius berapa kelangkaan terjadi?&lt;br /&gt;+ Seberapa besar lonjakan harga eceran?&lt;br /&gt;+ Hal-hal lain yang dianggap pendukung (Antrian/ penjatahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan Definisi (Minyak Tanah)&lt;br /&gt;Suatu kondisi bisa disebut “Kelangkaan Minyak Tanah” apabila memenuhi setidaknya 5 (lima) kriteria berikut:&lt;br /&gt;- Terjadi lonjakan harga eceran ditingkat penyalur resmi (Pangkalan) dan pengecer sebesar minimal 20% dari harga kondisi normal.&lt;br /&gt;- Minyak Tanah yang tersedia di Pangkalan dan pengecer kurang dari 10% dari kondisi normal selama kelangkaan terjadi.&lt;br /&gt;- Minyak Tanah tidak tersedia dalam radius minimum 10 km dari wilayah terindikasi langka atau dalam satu wilayah administratif setingkat kelurahan/ Desa.&lt;br /&gt;- Terjadi antrian warga pangkalan setidaknya 3 (tiga) hari berturut-turut.&lt;br /&gt;- Ada penjatahan maksimal 5 (lima) liter per Rumah Tangga selama 3 (tiga) hari berturut-turut.&lt;br /&gt;- Minyak Tanah yang tersedia di Depo penyuplai kurang dari 50% kondisi normal.&lt;br /&gt;- Terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 (tiga) hari berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan Definisi (Premium dan Solar di SPBU)&lt;br /&gt;Suatu kondisi bisa disebut “Kelangkaan Premium dan Solar” apabila memenuhi setidaknya 5 (lima) kriteria berikut:&lt;br /&gt;- Terjadi dalam kurun waktu lebih dari 3 (tiga) hari berturut-turut.&lt;br /&gt;- Terjadi lonjakan harga eceran ditingkat penyalur resmi (SPBU) dan pengecer sebesar minimal 10% dari harga kondisi normal.&lt;br /&gt;- Premium atau solar yang tersedia di tingkat penyalur resmi dan pengecer kurang dari 10% dari kondisi normal selama kelangkaan terjadi.&lt;br /&gt;- Premium atau solar tidak tersedia dalam radius minimum 15 km dari wilayah terindikasi langka atau dalam satu wilayah administratif setingkat kecamatan.&lt;br /&gt;- Terjadi antrian warga/ kendaraan di SPBU hingga keluar dari area SPBU setidaknya 3 (tiga) hari berturut-turut.&lt;br /&gt;- Ada penjatahan setidaknya 5 (lima) liter per kendaraan roda 4 setidaknya selama 3 (tiga) hari berturut-turut.&lt;br /&gt;- Premium atau solar yang tersedia di Depo penyuplai kurang dari 50% kondisi normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENCEGAHAN KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;Pencegahan terhadap kelangkaan BBM dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan:&lt;br /&gt;- Pengawasan intensif/ khusus pada daerah-daerah yang telah diklasifikasikan secara berkala sering mengalami kelangkaan.&lt;br /&gt;- Perbaikan dan pengembangan terhadap pola dan moda distribusi pada wilayah-wilayah yang seringkali mengalami kelangkaan BBM karena faktor alam.&lt;br /&gt;- Penggunaan Early Warning System terhadap neraca volume stok BBM yang ada di tingkat Depo (pengaturan stok optimal).&lt;br /&gt;- Penekanan dan sosialisasi kepada badan usaha/ lembaga penyalur akan adanya sanksi administrasi jika terjadi kelangkaan BBM di wilayah kerjanya.&lt;br /&gt;- Badan usaha wajib melaporkan/ mempresentasikan alokasi dan kesimbangan supply-demand BBM diwilayah kerjanya kepada Pemerintah setiap bulan sekali.&lt;br /&gt;- Lembaga penyalur wajib melaporkan volume, titik dan wilayah penyaluran BBM setiap bulan sekali kepada Pertamina dan Pemerintah Daerah.&lt;br /&gt;- Setiap bulan, Pemerintah Daerah wajib membuat laporan kepada Pertamina mengenai keseimbangan estimasi tingkat kebutuhan serta volume pasokan BBM diwilayahnya.&lt;br /&gt;- Perlu dilakukan “Audit Berkala Angka Penjualan” oleh Badan Usaha terhadap lembaga penyalur yang ada didaerahnya.&lt;br /&gt;- Sosialisasi kepada lembaga penyalur, badan usaha, Pemerintah Daerah mengenai beberapa kegiatan operasional yang dilarang di tingkat lembaga penyalur (sesuai UU dan Peraturan yang berlaku nasional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TANGGAP DARURAT PENANGGULANGAN KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;Kondisi Faktual di Lapangan&lt;br /&gt;Berdasarkan penelusuran data dan survey di lapangan diperoleh temuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Suatu kondisi kelangkaan umumnya tidak tertanggulangi dengan baik oleh badan usaha dimana dari survey yang dilakukan serta berdasarkan hasil analisis monitoring berita kelangkaan ternyata kondisi kelangkaan umumnya berjalan berlarut-larut hingga lebih dari 1 (satu) minggu. Ini membuktikan bahwa tanggap darurat (quick response) terhadap kelangkaan BBM masih berjalan belum dengan baik.&lt;br /&gt;- Keberadaan BPH Migas selama ini terhadap penanggulangan kelangkaan masih hanya sebatas melakukan kunjungan lapangan (site visit) secara sampling dan terbatas pada pengumpulan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Faktual di Lapangan&lt;br /&gt;- Selama ini Pertamina hanya fokus dalam penyiapan skenario pasokan, namun tidak utuk distribusi. Dari semua UPMS Pertamina yang didatangi dan dimintai data, mereka hanya bisa menunjukkan gambaran pola suplai untuk 3 (tiga) kondisi yaitu reguler, alternatif, dan emergency. Sedangkan untuk pola distribusi untuk kondisi yang sama belum tersedia. Apabila terjadi kelangkaan umumnya hanya melakukan Operasi Pasar.&lt;br /&gt;- Pada saat kelangkaan BBM terjadi, Pemerintah Daerah cenderung mendapat respon yang kurang cepat dari Pertamina. Belum lagi terkadang di beberapa daerah terjadi koordinasi yang kurang baik antara Pemerintah Daerah dan Pertamina dalam melaksanakan tanggap darurat penanggulangan kelangkaan BBM karena tidak ada pedoman umum yang disepakati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Tanggap Darurat&lt;br /&gt;- Yang dimaksud “tanggap darurat” adalah proses penyelenggaraan (intervensi) oleh badan usaha selambat-lambatnya pada hari ke-3 mulai kondisi kelangkaan dilaporkan/ diberitakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Tanggap Darurat:&lt;br /&gt;- Dalam kondisi darurat, Badan Usaha (Pertamina) dapat langsung melakukan operasi pasar (OP) tanpa harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan lembaga penyalur, untuk itu Badan Usaha wajib menyediakan angkutan khusus milik badan usaha.&lt;br /&gt;- Operasi Pasar akan terus dilakukan di lokasi terjadinya kelangkaan hingga kondisi pasokan BBM di wilayah tersebut tertangani dengan baik. Langkah ini juga dalam upaya stabilisasi harga eceran.&lt;br /&gt;- Pemerintah daerah (Tingkat II) pada lokasi terjadinya kelangkaan BBM, dapat langsung berkoordinasi dengan Pertamina (UPMS/ Cabang/ Depo) untuk penanggulangan kelangkaan BBM secara efektif dan efisien.&lt;br /&gt;- Sebagai pelaksana kebijakan teknis Pemerintah, BPH Migas harus melakukan Counter Issue (melalui mekanisme siaran pers) apabila kelangkaan ini diberitakan melalui media. Untuk itu harus ada koordinasi dan kerjasama antara BPH Migas dengan instansi terkait di daerah (Pertamina, Pemda, dan aparat lainnya).&lt;br /&gt;- Dalam kondisi tertentu dimana kelangkaan BBM terjadi secara meluas dan cenderung terjadi pada daerah yang “politis” maka, BPH Migas harus melakukan kunjungan lapangan (Site Visit) dan melakukan siaran pers untuk dilaporkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPTIMALISASI SISTEM PENGAWASAN TERHADAP KELANGKAAN BBM&lt;br /&gt;Fakta Lapangan&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil survey dan pengumpulan data:&lt;br /&gt;- Masih maraknya kelangkaan BBM yang disebabkan karena adanya penyalahgunaan BBM yang bukan peruntukkan semestinya. Ini membuktikan bahwa pengawasan yang ada saat ini masih sangat lemah.&lt;br /&gt;- Selama ini peristiwa kelangkaan BBM umumnya diketahui melalui pemberitaan media sehingga memberikan kesan Pemerintah dan Pertamina “kalah cepat” dalam mengidentifikasi adanya kelangkaan BBM. Ini membuktikan belum optimalnya sistem pengawasan terhadap kelangkaan BBM.&lt;br /&gt;- Peran pemerintah daerah dalam pengawasan distribusi BBM ternyata lebih terlihat dibandingkan lembaga-lembaga yang lain (Pertamina, BPH Migas, Hiswana).&lt;br /&gt;- Masih banyak ditemukan suatu kondisi dimana lembaga pengawas yang ada di lapangan bekerja tidak sistematis, seringkali terjadi benturan kepentingan di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan&lt;br /&gt;- Pemerintah sebenarnya telah menyusun suatu sistem dan organisasi pengawasan nasional. Secara konsep sudah nampak bagus, namun dalam implementasinya masih sangat kurang.&lt;br /&gt;- Sistem pengawasan BBM yang direncanakan selama ini belum berjalan optimal, dimana terlihat bahwa BPH Migas cenderung tidak akomodatif (koordinasi dan pelaporan) terhadap stakeholder yang lain serta cenderung berjalan sendiri.&lt;br /&gt;- Disamping itu belum adanya standar operasional dan prosedur/ pedoman umum terhadap penanggulangan kelangkaan BBM membuat pengawasan kelangkaan BBM di Lapangan menjadi tidak optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimalisasi dan Alternatif Kebijakan:&lt;br /&gt;- Pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM harys dilakukan secara kontinyu dan konsisten. Pengawasan yang baik akan menjadi “early warning system” yang baik.&lt;br /&gt;- Pengawasan dalam format investigasi harus dilakukan secara periodik dan random pada lembaga penyalur yang ada sehingga akan selalu diperoleh data yang akurat.&lt;br /&gt;- Dalam menjalankan pengawasan, Pemerintah dapat melibatkan publik sebagai subjek. Harus dibuat sebuah sistem pelaporan yang murah dan mudah digunakan (user friendly) oleh publik. Sistem ini juga hendaknya dibuat dalam sistem informasi yang terbuka.&lt;br /&gt;- BPH Migas sebagai badan pengawas independen bentukan Pemerintah agar lebih melibatkan peran stakeholder lain sesuai dengan organisasi pengawasan serta job description yang telah disepakati (Terlampir).&lt;br /&gt;- Perlu dibuat pengawasan khusus pada daerah-daerah yang sercara berkala mengalami kelangkaan, daerah terpencil, serta daerah yang memiliki nilai politis tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGATURAN KELEMBAGAAN DAN SANKSI ADMINISTRASI&lt;br /&gt;Kondisi Faktual Lapangan&lt;br /&gt;Berdasarkan analisis terhadap data survey:&lt;br /&gt;- Dalam konteks terjadinya kelangkaan BBM, maka masyarakat umumnya menyorotinya sebagai kesalahan Pemerintah/ Pertamina. Pertamina dinilai telah gagal dalam melakukan pendistribusian BBM, sehingga harus diberikan sanksi sebagai efek jerah dan lebih ada tanggung jawab.&lt;br /&gt;- Hal lain, masyarakat juga menilai bahwa antara Pemerintah Daerah, Pertamina, Lembaga Penyalur cenderung saling lempar tanggung jawab apabila kelangkaan BBM terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan&lt;br /&gt;- Pihak Pertamina belum bisa sepenuhnya memahami posisinya sebagai badan usaha yang “bekerja” untuk Pemerintah. Akibatnya Pertamina cenderung tidak memahami fungsi koordinasi dan pelaporan terhadap Pemerintah cq Ditjen Migas.&lt;br /&gt;- Selama ini hnya diatur secara tegas mengenai margin (keuntungan) Badan Usaha yang ditunjuk sebagai pelaksana/ penanggungjawab Public Service Obligation (PSO). Sedangkan mengenai sanksi bagi badan usaha apabila tidak dapat menjaga kondisi pasokan dan Pendistribusian BBM dari kelangkaan hingga kini belum diatur secara tegas. Kondisi ini telah menyebabkan Badan Usaha akan lebih berorientasi pada keuntungan perusahaan.&lt;br /&gt;- Hal lain adalah fungsi regulasi oleh badan pengatur seperti yang diamanahkan Peraturan/ perundang-undangan belum berjalan dengan baik. Perlu juga diatur sanksi administratif untuk badan regulasi serta lembaga penyalur hingga konsumen akhir yang secara langsung atau tidak mengakibatkan kelangkaan terjadi atau tidak teratasinya kondisi tersebut dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan Kebijakan Alternatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelembagaan &amp;amp; Sanksi Administrasi&lt;br /&gt;- Pemerintah cq Ditjen Migas adalah pemegang kekuasan tertinggi dalam struktur kelembagaan sektor hilir migas diatas fungsi regulator (BPH Migas), badan usaha, serta lembaga penyalur. Untuk itu perlu diatur suatu fungsi koordinasi dan pelaporan yang lebih jelas sesuai dengan peraturan/ perundangan yang berlaku.&lt;br /&gt;- Hal yang utama diatur adalah Badan Usaha yang ditunjuk sebagai pelaksana/ penanggungjawab Public Service Obligation (PSO) harus diterapkan secar tegas prinsip Reward and Punishment. Badan usaha disamping mendapatkan penggantian biaya dan margin, juga harus diberikan sanksi apabila tidak dapat menjaga kondisi pasokan dan Pendistribusian BBM dari kelangkaan;&lt;br /&gt;- Perlu juga diatur sanksi administratif untuk badan regulasi serta lembaga penyalur hingga konsumen akhir yang secara langsung atau tidak mengakibatkan kelangkaan terjadi atau tidak teratasinya kondisi tersebut dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-8930164805887383646?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/8930164805887383646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=8930164805887383646' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8930164805887383646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/8930164805887383646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/09/rumusan-penanggulangan-kelangkaan.html' title='Rumusan Penanggulangan Kelangkaan BBM'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-6994295991350372664</id><published>2007-09-28T16:56:00.000-07:00</published><updated>2007-09-28T16:57:23.696-07:00</updated><title type='text'>BBMWATCH NEWS Edisi Oktober 2007</title><content type='html'>+       Harga Motor Gasoline (Mogas) Singapore yang menjadi acuan harga Premium sedikit mengalami penurunan. Akibatnya harga Keekonomian Premium pada periode Oktober 2007 turun 2,16% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 5.816/ Liter. Meski mengalami penurunan, harga ini belum menyentuh harga jual bersubsidi dalam negeri yang mencapai Rp 4.500/liter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga Gasoil Singapore yang menjadi acuan harga Solar mengalami kenaikan tipis. Harga keekonomian solar Oktober 2007 naik 1,55% menjadi Rp. 6.351/ Liter. Sama halnya dengan Premium, maka beban subsidi solar (sektor transportasi) juga semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Hal yang sama juga terjadi pada harga kerosene Singapore sebagai acuan harga minyak Tanah. Harga Keekonomian Minyak tanah pada bulan Oktober 2007 naik tipis sebesar 0,25% menjadi Rp. 6.386/ liter, akibatnya subsidi minyak tanah akan sedikit naik hingga mencapai diatas Rp. 4.000/ liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Berdasarkan perhitungan BBMwatch, harga Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamina DEX (Solar Grade Tinggi) pada Oktober 2007 nanti diperkirakan berturut-turut mencapai Rp. 6.016, Rp. 6.240, dan Rp. 6.851 per Liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Untuk harga Bahan Bakar Nabati/ Biofuel sesuai dengan harga referensi Biodiesel dan Ethanol bulan Juli-September 2007 sedikit mengalami penurunan. Diperkirakan harga keekonomian Ethanol (Bio-Premium) dan Biodiesel (Bio-Solar) berturut-turut mencapai angka Rp. 4.470/ liter, dan Rp. 7.540 / Liternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga LPG Saudi Aramco Contract Prices (Aramco CP) berdasar data akhir September 2007 yang dapat menjadi acuan harga keekonomian LPG bulan Oktober 2007 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 5.850/Kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+       Harga Minyak Mentah BCI-13 (Rata-rata Harga Minyak Mentah dari 13 Negara Pilihan BBMwatch berdasarkan aspek sensitivitas geopolitik &amp;amp; konsistensi volume produksi) mencapai US$ 70.82/ Barel. Total produksi per September 2007 dari negara BCI-13 mencapai 50.290.000 barel, sekitar 60% produksi dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-6994295991350372664?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/6994295991350372664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=6994295991350372664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6994295991350372664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/6994295991350372664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/09/bbmwatch-news-edisi-oktober-2007.html' title='BBMWATCH NEWS Edisi Oktober 2007'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-1620883356121817318</id><published>2007-09-20T14:59:00.000-07:00</published><updated>2007-09-20T15:00:30.466-07:00</updated><title type='text'>Kontrak Pengusahaan Migas di Indonesia</title><content type='html'>Sampai tahun 2000, ada lima jenis kontrak yang dipakai dalam eksplorasi dan produksi minyak yaitu:&lt;br /&gt;(a)    Kontrak Karya&lt;br /&gt;(b)   Kontrak Production Sharing – KPS (Production Sharing Contract - PSC),&lt;br /&gt;(c)    Joint Operating Agreement (JOA atau Joint Operating Body –JOB,&lt;br /&gt;(d)   Tecnical Assistance Contract – TAC, dan&lt;br /&gt;(e)    Kontrak Enhance Oil Recovery –EOR Contract&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kelima jenis kontrak tersebut, hanya PSC yang diatur dengan undang-undang, yaitu UU No. 8 Tahun 1971. Model kontrak di luar PSC lebih merupakan kontrak operasional dengan Pertamina untuk membantu Pertamina mengerjakan wilayah kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak Karya&lt;br /&gt;Kontrak Karya ditandatangani oleh Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Negara dengan Kontraktor sesuai dengan ketentuan UU. No. 44 Prp Tahun 1960.&lt;br /&gt;Prinsip dari kontrak ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;-          Perusahaan Minyak Negara bertindak sebagai pemegang Kuasa Pertambangan, sedangkan perusahaan minyak swasta bertindak sebagai kontraktor.&lt;br /&gt;-          Seluruh manajemen dipegang oleh Kontraktor,&lt;br /&gt;-          Kontraktor menanggung semua risiko,&lt;br /&gt;-          Pembagian produksi dilakukan dalam bentuk uang dengan 60% untuk negara dan 40% untuk kontraktor dengan ketentuan bahwa penerimaan tahunan negara tidak boleh kurang dari 20% dari produksi.&lt;br /&gt;-          Masa kontrak 30 tahun untuk wilayah baru dan 20 tahun untuk wilayah lama.&lt;br /&gt;-           Kontraktor wajib mengembalikan sebagian wilayah kerjanya kepada perusahaan negara (relinguishment) dua atau tiga kali selama masa kontrak.&lt;br /&gt;-          Kontraktor wajib menyediakan minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negari (Domestic Market Obligation –DMO). Jumlah DMO ditetapkan berdasar prorata dengan kontraktor-kontraktor lain, tetapi tidak melebihi 25% dari produksi kontraktor yang bersangkutan. Harga minyak DMO ditetapkan US$0.20/Bbl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontark Karya dipakai hanya sampai tahun 1963, yaitu sejak diintroduksinya Kontrak PSC. Namun Kontrak Karya yang sudah ada itu tetap berlaku dan baru berakhir bulan November  tahun 1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrak Production Sharing – KPS (Production Sharing Contract - PSC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses Pada Wilayah Kerja&lt;br /&gt;Kontraktor mendapat wilayah kerja melalui lelang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal&lt;br /&gt;Kontraktor menyediakan modal untuk investasi dan untuk bekerja dari dana sendiri. Dana pinjaman dapat dilakukan namun tidak diakui oleh Pertamina, dengan implikasi bunga yang diakibatkan modal pinjaman tersebut tidak dapat diperhitungkan sebagai komponen biaya produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi&lt;br /&gt;Kontraktor membawa teknologinya sendiri, dengan implikasi bahwa jika dipakai teknologi pihak lain maka royalty atas teknologi sewaan tersebut tidak dapat dibebankan sebagai komponen biaya produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Management&lt;br /&gt;Pertamina memegang management dalam arti keputusan penting, harus mendapat persetujuan Pertamina. Jiwa dari ketentuan ini sebenarnya adalah untuk menjaga kepentingan negara dalam masalah yang strategis, misalnya investasi tidak dapat dilakukan untuk hal-hal yang tidak berkait erat dengan kegiatan eksplorasi dan produksi. Ketentuan mengenai manajemen tersebut pernah dilaksanakan secara melampaui batas, misalnya bahwa seluruh pegawai kontraktor harus menjadi anggota Korps Pegawai Republik Indonesia, sehingga harus menyalurkan aspirasi politiknya ke Golongan Karya. Pernah juga bahwa perjalanan dinas para eksekutif Kontraktor PSC ke luar negeri juga harus mendapat ijin Pertamina, yang dinilai banyak pihak sebagai melewati batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonus&lt;br /&gt;Kontraktor harus membayar bonus-bonus yaitu bonus data dan bonus produksi yang besarnya tergantung pada prospek wilayah yang bersangkutan. Setiap kontrak berbeda.&lt;br /&gt;Besarnya bonus data tergantung banyak sedikitnya informasi yang telah terkumpul pada saat kontrak ditandatangani. Makin banyak informasi yang sudah tersedia, makin mahal bonus data. Bonus produksi adalah semacam severance tax. Makin tinggi tingkat produksi makin tinggi pula bonus produksi yang harus dibayar. Bonus produksi pada awalnya ditetapkan berdasar tingkat produksi hari yang dicapai oleh kontraktor untuk masa tertentu, misalnya jika produksi mencapai 100 ribu barel per hari selama 3 bulan berturut turut, maka Kontraktor harus membayar bonus produksi sekian juta dolar. Namun sistem ini ternyata mengandung kelemahan yaitu kontraktor, dengan berbagai alasan yang “masuk akal”,  menurunkan kembali tingkat produksinya setelah hampir 3 bulan berturut-turut, sehingga ketentuan kontrak” selama 3 bulan berturut turut” tidak terpenuhi dan bonus tidak harus dibayar. Bonus produksi yang dirumuskan belakangan menyatakan bahwa jika produksi kumulatif mencapai sekian barel, maka kontraktor harus membayar bonus. Sistem produksi kumulatif sebagai dasar pengenaan bonus produski lebih efektif karena kontraktor tidak dapat lagi menghindar. Kontraktor hanya dapat menunda pembayaran tetapi dengan biaya yang besar baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Produksi&lt;br /&gt;Pada dasarnya, produksi dipakai pertama-tama untuk menutup biaya produksi. Sisanya dibagi sekian persen untuk Indonesia dan sekian persen untuk Kontraktor. Dengan cara pembagian seperti itu, menurut Pertamina, yang dibagi adalah produksi, sedangkan menurut banyak ahli ekonomi, sebenarnya yang dibagi adalah laba. Unsur-unsur biaya yang boleh dimasukkan dalam biaya produksi, termasuk perlakuan atas depresiasi dan amortisasi, diatur secara rinci dalam masing-masing kontrak, namun umumnya seragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga jenis pembagian yaitu:&lt;br /&gt;Pembagian Untuk Minyak&lt;br /&gt;Produksi (P) adalah nilai minyak yang diproduksi. C adalah biaya produksi. Equity to be split adalah P dikurangi C. Jumlah ini dibagi sedemikian rupa sehingga pada akhirnya Indonesia harus mendapat 85% dari ETS dan Kontraktor mendapat 15% dari ETS. Pajak dan Royalty sudah termasuk di dalam penerimaan Indonesia. Oleh sebab itu, dalam kontrak disebutkan bagian Indonesia dalah 73,21% dan bagian Kontraktor 26,79%. Bagian kontraktor tersebut dipajaki dengan tingkat 44% sehingga pajaknya adalah 0,44 x 26,79% = 11.79%. Dengan demikian bagian Kontraktor = 26,79% - 11,79% menjadi 15%. Sedangkan bagian Indonesia menjadi 73,21% + 11,79% = 85%. Perhitungan ini dikenal dengan perhitungan yang di gross-up. Pajak 44% sebenarnya terdiri dari dua bagian, yaitu PPh sebesar 30% dan Pajak atas Bunga Dividen dan Royalty sebesar 20%. Bunga atas Bunga, Dividen, dan Royalty sering juga disebut Witholding Tax. Dengan PPH sebesar 30% berarti Royalty untuk Kontraktor adalah 70% dan inilah yang dikenai witholding tax sebesar 20% atau 0,2 x 70% = 14%. Jadi pajak seluruhnya adalah 30% + 14% = 44%. Pada saat PPH ditetapkan 35% maka witholding tax = 0,2 X 65% = 13% sehingga pajak totalnya adalah 48%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Untuk Gas&lt;br /&gt;Sama dengan pembagian untuk minyak, kecuali bahwa pada akhirnya Kontraktor diberi 30% sedangkan Negara mendapat 70%. Perhitungan gross-upnya dapat dilihat pada Gambar xxx.&lt;br /&gt;Mengapa untuk gas Kontraktor diberi bagian yang lebih besar dibanding minyak, karena  memasarkan gas tidak semudah memasarkan minyak. Minyak dapat ditimbun jika jumlahnya kecil, tetapi gas tidak dapat ditimbun dalam jumlah yang besar. Infrastruktur pemasaran gas juga lebih mahal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-1620883356121817318?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/1620883356121817318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=1620883356121817318' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1620883356121817318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/1620883356121817318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/09/kontrak-pengusahaan-migas-di-indonesia.html' title='Kontrak Pengusahaan Migas di Indonesia'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-7897378341116500153</id><published>2007-09-20T02:32:00.000-07:00</published><updated>2007-09-20T02:33:59.597-07:00</updated><title type='text'>Kajian Perminyakan Global oleh KSEP ITB</title><content type='html'>KAJIAN PETA PERMINYAKAN GLOBAL&lt;br /&gt;(STUDI KASUS NEGARA INDONESIA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OLEH :&lt;br /&gt;KELOMPOK STUDI EKONOMI DAN PASAR MODAL ITB (KSEP-ITB)&lt;br /&gt;JANUARI 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;Kenaikan harga minyak dunia beberapa tahun terakhir dipicu oleh berbagai faktor yang mempengaruhi baik sisi permintaan maupun pasokan. Pertumbuhan ekonomi dunia yang membaik terutama di Cina sebagai konsumen energi terbesar kedua setelah Amerika, mempengaruhi volume permintaan minyak dunia. Sementara itu, kekhawatiran kelangsungan sisi pasokan minyak disebabkan oleh berbagai gejolak politik yang melanda Venezuela, Nigeria, Irak, skandal keuangan perusahaan minyak Yukos di Rusia, serta bencana badai topan yang menghancurkan kilang minyak di Teluk Meksiko.&lt;br /&gt;Dengan status Indonesia sebagai produsen minyak mentah dan anggota OPEC, seharusnya Indonesia dapat merasakan windfall profit yang terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia. Tapi yang terjadi adalah pukulan keras terhadap anggaran pemerintah khususnya pos subsidi bahan bakar minyak (BBM). Hal ini terjadi karena nilai impor minyak Indonesia membengkak akibat konsumsi BBM domestik yang meningkat namun tidak disertai peningkatan volume produksi minyak Indonesia yang justru mengalami penurunan sebagai akibat dari lambatnya investasi baru dan faktor usia sumur minyak yang semakin tua. Tingkat produksi minyak mentah per hari dalam 2004 mengalami penurunan menjadi 1,09 juta barel per hari (bph) dari 1,14 juta bph pada tahun 2003, jauh di bawah batas kuota produksi minyak OPEC untuk Indonesia sebesar 1,4 juta bph. Jika kondisi ini terus berlanjut maka Indonesia yang hanya memiliki cadangan 0,4% minyak terbukti dunia akan menjadi net importer oil (sebenarnya sudah pada tahun 2004) lebih dini.&lt;br /&gt;            Persoalan utamanya adalah bagaimana menciptakan iklim investasi yang kondusif khususnya untuk sektor migas. Diperlukan adanya kestabilan makro ekonomi, politik, serta kepastian dan konsistensi implementasi regulasi yang berlaku (UU Migas No 22 Tahun 2001 beserta peraturan pendukungnya) untuk mendapatkan kepercayaan investor. Pemerintah diharapkan juga untuk menawarkan keunggulan kompetitif lainnya seperti insentif fiskal serta tingkat bagi hasil yang menarik khususnya untuk lapangan-lapangan marjinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Energi berperan penting dalam pembangunan suatu negara. Salah satu bentuk energi yang paling penting dewasa ini adalah minyak bumi. Sumber energi ini terbukti sangat berkaitan dengan perkembangan politik masing-masing negara di dunia, terutama dikawasan Timur-Tengah. Sampai saat ini, minyak bumi masih sulit disubstitusi dengan bentuk energi lain seperti; gas bumi, batubara dan nuklir. Telah dikembangkan dan digunakan berbagai energi alternatif pengganti minyak, namun karena kendala teknologi untuk energi lain yang belum begitu berkembang, membuat minyak masih tetap lebih unggul. Minyak bumi sangat vital bagi negara-negara maju, namun hampir dua per tiga atau sekitar 70% cadangan minyak dunia berada di kawasan Timur Tengah. Negara-negara industri maju dapat dikatakan tidak memiliki cadangan atau jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Oleh karena itu, minyak menjadi barang yang sangat strategis, baik bagi negara maju maupun negara produsen minyak.&lt;br /&gt;Minyak berperan vital dalam industrialisasi di negara maju dan sumber pemasukan penting bagi negara produsen minyak. Kepentingan negara industri maju yang bertemu dengan kepentingan negara produsen minyak, menyebabkan politik ikut berperan dalam permintaan dan penawaran dunia. Permintaan dan penawaran minyak cenderung tidak berlaku semestinya, disebabkan oleh intervensi politik. Hal tersebut makin menunjukkan betapa minyak memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan politik dan ekonomi suatu negara.&lt;br /&gt;   Dilatarbelakangi hal tersebut, maka makalah ini disusun guna mengkaji peta perminyakan global, mendeskripsikan dan menganalisis data-data faktual perminyakan, serta memberikan gambaran posisi Indonesia dalam peta percaturan perminyakan dunia. Kesemua ini dirasakan relevan terutama jika dikaitkan dengan akan ditinggalkannya pasar monopoli BBM sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Makalah ini terutama akan membahas mengenai :&lt;br /&gt;Profil negara-negara produsen OPEC dan negara konsumen OECD, meliputi cadangan minyak terbukti, produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan kapasitas kilang minyak.&lt;br /&gt;Gambaran secara umum dan regional mengenai peta perminyakan global.&lt;br /&gt;Gambaran dan profil perminyakan hulu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIL SINGKAT KELOMPOK NEGARA PRODUSEN DAN KONSUMEN MINYAK DUNIA&lt;br /&gt;Beberapa pihak yang memiliki peran penting dalam industri perminyakan global antara lain Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), Non-OPEC, dan Organization of Economics Cooperation Development (OECD). Untuk mempermudah pemahaman, mereka bisa disebut sebagai produsen (OPEC dan Non-OPEC) dan konsumen (OECD), bahkan terkadang peranan mereka saling beririsan, artinya sebagai produsen dan konsumen yang signifikan pula. Berikut akan dipaparkan lebih jauh mengenai profil dan karakteristik perminyakan mereka agar didapatkan gambaran perminyakan global dengan lebih objektif lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries)&lt;br /&gt;OPEC merupakan organisasi kartel yang didirikan di Baghdad, Irak pada bulan September 1960. OPEC didirikan sebagai upaya untuk menyatukan dan mengkoordinasi kebijakan perminyakan angotanya. Agenda utama para Menteri Perminyakan anggota OPEC adalah bertemu secara berkala membahas harga dan produksi minyak yang sejak 1982 ditetapkan kuotanya. Anggota OPEC pada awal pendirian adalah Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. Antara tahun 1960-1975 keanggotaannya terus bertambah dengan masuknya Qatar (1961), Indonesia (1962), Libya (1962), Uni Emirat Arab (1967), Aljazair (1969), dan Nigeria (1971). Equador dan Gabon ikut bergabung namun kemudian keluar pada Desember 1992 dan Januari 1995. EIA (Energy Information Administration) memperkirakan bahwa sebelas anggota OPEC saat ini menguasai 40% produksi minyak dunia dan 77% cadangan terbukti minyak dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NON OPEC&lt;br /&gt;            Karakteristik Non-OPEC dimiliki oleh negara-negara, sebagai berikut :&lt;br /&gt;q             Kebanyakan dari negara Non-OPEC pengimpor minyak yang sekaligus pula mempunyai cadangan minyak. Ada sekitar 204 negara, Non-OPEC dan wilayah independen, menurut data dari EIA (Energy Information Agency), sekitar 85% diantaranya atau sekitar 173 negara adalah negara yang meskipun memiliki kapasitas produksi yang signifikan, namun kebutuhan pemakaian yang sangat tinggi menyebabkan tetap harus mengimpor minyak. Tidak berarti negara penghasil minyak terbesar bukanlah pengimpor minyak terbesar pula.&lt;br /&gt;q             Kebanyakan dari anggota Non-OPEC adalah negara yang memiliki sektor perminyakan yang dikelola oleh sektor swasta (pengecualian bagi Meksiko), dan terdapat kontrol yang lemah akan tingkat produksinya. Perusahaan-perusahaan hanya bereaksi pada harga pasar tingkat internasional, dimana biaya eksplorasi dan pengeboran yang tinggi dilakukan ketika harga minyak dunia mahal dan begitu pula sebaliknya, jika harga jatuh maka memfokuskan pada penekanan biaya yang serendah-rendah untuk eksplorasi dan pengeboran.&lt;br /&gt;q             Perusahaan swasta tidak memperoleh keuntungan produksi dan mengelola selisih tingkat kapasitas produksi yang sedikit.&lt;br /&gt;q             Biaya produksi negara Non-OPEC cenderung mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan biaya angkut (negara OPEC), yang mengakibatkan produksi negara Non-OPEC mudah terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasok minyak dunia datang dari beragam sumber. Sementara kawasan Timur-Tengah (pemasok terbesar OPEC) adalah pemasok terbesar diantara kawasan lainnya di tahun 2004, dengan total produksi dunia sebesar 29%, Amerika Utara 19% sedangkan sisanya 52% tersebar di seluruh dunia.&lt;br /&gt;Dari 14 negara yang memproduksi lebih dari 2 juta bph pada tahun 2004, 7 negara diantaranya merupakan anggota OPEC. Dan 7 negara lainnya adalah anggota Non-OPEC, termasuk: AS (pemasok ketiga terbesar dunia), Rusia, Meksiko, Cina, Kanada, Norwegia, dan Inggris. Perlu diketahui bahwa keuntungan dari total produksi AS yang meningkat dilatarbelakangi oleh kilang yang besar-mencapai lebih dari 1 juta bph di tahun 2004.&lt;br /&gt;OPEC sebagai eksportir terbesar di dunia diwakili oleh negara-negara anggota OPEC. Dari 14 negara pengekspor terbesar, 10 negara diantaranya mempunyai kapasitas produksi lebih dari 1 juta bph dari total (selisih bersih) di tahun 2004 adalah anggota OPEC. Rusia, Norwegia, Meksiko dan Kazakhstan adalah anggota Non-OPEC dengan kapasitas ekspornya yang besar. AS adalah negara pengimpor terbesar di dunia, disusul oleh Cina, sedangkan Kanada dan Inggris negara pengekspor terkecil.&lt;br /&gt;Produksi minyak Non-OPEC diperkirakan akan mengalami kenaikan dalam 2 tahun mendatang, meskipun tidak berdasarkan standar dari total kenaikan permintaan akan minyak bumi dunia. Kenaikan terbesar akan produksi minyak, diperkirakan akan dihasilkan oleh wilayah federasi Uni Soviet, termasuk Rusia, negara bagian Laut Kaspia (Asia Tengah) dan pemasok non-OECD lainnya, khususnya Angola dan Brazil yang diharapkan dapat menjadi eksportir dalam 2 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OECD (Organization for Economics Cooperation and Development)&lt;br /&gt;OECD adalah suatu organisasi internasional yang didirikan tahun 1961 untuk mengoordinasikan kebijakan ekonomi dari negara-negara industri maju. OECD memiliki 29 negara anggota termasuk AS, Kanada, Jepang, Jerman, Perancis, Inggris, Korsel, dan Australia.&lt;br /&gt;            Sebagai reaksi terhadap usaha OPEC mengatur harga minyak dunia tahun 1973, OECD membentuk organisasi International Energy Agency (IEA). IEA berfungsi guna mengoordinasikan usaha-usaha pencadangan minyak nasional, mempromosikan konservasi energi, pengembangan sumber daya energi terbarukan, mengumpulkan data pasar energi internasional, serta mengintervensi pasar dunia untuk menstabilkan harga minyak dan energi lainnya. Kesinambungan pasokan minyak dan sumber daya energi lainnya bagi negara-negara industri maju adalah sesuatu yang sangat vital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIL PERMINYAKAN INDONESIA&lt;br /&gt;Energi memegang peranan sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa, baik sebagai salah satu komponen penggerak roda kehidupan masyarakat pada umunya maupun sebagai masukan utama bagi pembangunan industri dan perekonomian. Oleh kerenanya ketersediaan dan keberlanjutan pasokan energi merupakan hal yang krusial. Dari perjalanan sejarah bangsa-bangsa kita mendapat pelajaran, dan saat ini pun kita menyaksikan, tentang pentingnya energi sehingga segala daya dan upaya dikerahkan demi menjamin pasokan energi.&lt;br /&gt;Indonesia dikenal sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang diberkahi dengan cadangan sumber daya minyak dan gas, serta merupakan salah satu anggota dari OPEC semenjak tahun 1962. Dengan pandangan ini, sangatlah beralasan untuk mengasumsikan bahwa Indonesia mendapat keuntungan dari kenaikan harga minyak yang terjadi baru-baru ini. Namun sangat disayangkan, bahwa situasi ini tidak terjadi di tahun 2004. Kenaikan harga minyak yang terjadi pada tahun 2004 bertepatan dengan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia menjadi negara importir minyak.&lt;br /&gt;Sepuluh tahun yang lalu, produksi minyak Indonesia mencapai puncaknya, dan mengalam penurunan sejak itu. Di akhir tahun 2004, produksi minyak bertengger di level perkiraan sekitar 1,1 juta bph, level terendah dalam tiga dekade terakhir. Standar kuota yang ditetapkan OPEC adalah 1,4 juta bph, namun Indonesia belum mampu untuk memenuhi kuota tersebut dalam waktu belakangan ini.&lt;br /&gt;Sebagai negara yang memiliki ketergantungan pendapatan akan industri gas dan minyak hulu untuk membiayai program pembangunannya, serta sebagai negara yang juga mengatasi persediaan minyak dengan mengeluarkan kebijakan penyediaan subsidi BBM, maka penurunan produksi minyak memiliki dampak bagi ekonomi makro yang sangat signifikan. Seiring dengan penurunan produksi minyak, maka pendapatan pemerintah pun sama-sama mengalami penurunan.&lt;br /&gt;            Meskipun skenario penyusutan subsidi harga BBM secara berangsur-angsur dalam beberapa tahun belakangan dan tindakan penaikan harga BBM pada bulan Maret dan Oktober 2005 sebagai bentuk realisasi telah dilakukan, namun kenaikan harga minyak mentah dunia yang terjadi tetap membentuk jurang pemisah antara windfall profit dengan banyaknya dollar yang harus dikeluarkan lagi oleh pemerintah. Dengan status Indonesia sebagai negara penghasil minyak mentah, seharusnya Indonesia dapat merasakan windfall profit (keuntungan mendadak) yang terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia. Tapi yang terjadi adalah pukulan keras terhadap anggaran pemerintah.&lt;br /&gt;Usaha yang dilakukan pemerintah ini sebagai cara untuk mengurangi dampak negatif  dari kenaikan harga minyak mentah dunia terhadap defisit anggaran dan mendorong pembentukan harga oleh kekuatan pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS PERMINYAKAN GLOBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan&lt;br /&gt;      Potensi cadangan  dalam industri minyak dan gas (migas) mempunyai  peranan  yang sangat penting, hal  ini jelas terlihat kaitannya dalam  jumlah produksi, jumlah ekspor hingga penentuan harga minyak itu sendiri.&lt;br /&gt;      Cadangan berdasarkan tingkat keyakinan terbagi menjadi tiga , yaitu :&lt;br /&gt;·         Cadangan Terbukti (Proven Reserves) &lt;br /&gt;·         Cadangan Mungkin (Probable Reserves)&lt;br /&gt;·         Cadangan Harapan  (Possible Reserves)&lt;br /&gt;            Cadangan terbukti merupakan besarnya jumlah minyak yang dapat diperoleh dimasa yang akan datang dari suatu reservoir, dalam hal ini diindikasikan oleh informasi geologi dan juga informasi teknik lainnya dengan tingkat keyakinan yang logis serta mempertimbangkan kondisi operasional dan  ekonomi saat ini. Untuk selanjutnya penggunaan istilah cadangan ini akan merujuk pada cadangan kategori terbukti.&lt;br /&gt;Dari Data BP Statistical Review of World Energy 2005 dapat dilihat bahwa cadangan minyak terbesar terletak pada kawasan Timur Tengah. Lebih dari 60% cadangan minyak terbukti berada di kawasan ini. Negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, Irak, UEA, dan Kuwait berkontribusi terhadap besarnya cadangan di kawasan ini. Keberadaan negara-negara bekas Uni Soviet memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah cadangan minyak di kawasan Eropa dan Eurasia. Hal ini dibuktikan dengan posisi kawasan tersebut yang berada pada urutan kedua setelah Timur Tengah dalam hal jumlah cadangan.&lt;br /&gt;       Kawasan Afrika menempati cadangan ketiga terbesar di dunia. Beberapa negara seperti Aljazair, Libya, dan Nigeria merupakan kontributor utama cadangan minyak di kawasan ini. Sedangkan kawasan dengan jumlah cadangan terkecil adalah kawasan Asia Pasifik, di mana Indonesia termasuk di dalamnya. Di kawasan Asia Pasifik ini negara dengan cadangan terbukti terbesar adalah Republik Rakyat Cina (RRC), sisanya tidak menunjukkan cadangan yang signifikan.&lt;br /&gt;            Dari tahun 2003 ke 2004 tidak terjadi perubahan jumlah cadangan yang signifikan. Tercatat hanya ada terjadi perubahan jumlah cadangan dunia sebesar 0,02% secara keseluruhan.    &lt;br /&gt;Data tersebut memperlihatkan bahwa jumlah produksi minyak terbesar dihasilkan kawasan Timur Tengah, sedangkan kawasan Asia Pasifik menghasilkan produksi minyak yang paling sedikit. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada korelasi positif antara jumlah cadangan dengan dengan tingkat produksi minyak pada suatu kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi      &lt;br /&gt;Produksi terbesar masih ditempati kawasan Timur Tengah dengan sekitar 30% produksi dunia. Kawasan terbesar produksinya kedua masih ditempati Eropa dan Eurasia dengan kontribusi negara-negara bekas Uni Soviet yang signifikan. Terdapat korelasi antara jumlah cadangan dengan tingkat produksi setidaknya untuk kasus kawasan Timur Tengah serta Eropa dan Eurasia. Yang perlu mendapat perhatian adalah posisi kawasan Amerika Utara yang menempati urutan ketiga padahal cadangannya lebih sedikit dari Afrika (posisi keempat). Hal ini menunjukkan negara-negara di kawasan Amerika Utara cukup masif memproduksi minyaknya. Hal yang berbeda diperlihatkan kawasan Amerika tengah dan Selatan yang menjadi kawasan yang terkecil produksinya padahal cadangannya menempati urutan keempat. Kawasan tersebut tampaknya belum memproduksi minyaknya secara optimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi&lt;br /&gt;             Terdapat perubahan yang signifikan pada peta konsumsi jika dibandingkan dengan peta cadangan. Distribusi konsumsi menunjukkan tingkat industrialisasi yang terjadi dalam suatu kawasan. Secara garis besar ada tiga kawasan di dunia yang memiliki tingkat konsumsi yang signifikan. Kawasan dengan jumlah konsumsi terbesar adalah Amerika Utara (hampir 30% konsumsi dunia), menyusul Asia Pasifik (sekitar 29%), dan di bawahnya adalah Eropa dan Eurasia (sekitar 25%).&lt;br /&gt;            Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada merupakan negara-negara industri G-8 terkemuka di kawasan Amerika Utara. Sedangkan di Asia Pasifik, negara seperti Australia, Jepang, Korea Selatan (Korsel), Taiwan, serta bintang baru RRC merupakan motor industrialisasi di kawasan itu. Rusia sebagai anggota baru G-8 menjadi kontributor signifikan konsumsi minyak di kawasan Eropa dan Eurasia di samping negara-negara industri yang sudah mapan di kawasan tersebut seperti Inggris, Jerman, Perancis, dan Italia. Kawasan Afrika menjadi konsumen minyak terkecil di dunia. Hal tersebut dapat dipahami mengingat kawasan tersebut masih tergolong miskin dan terbelakang tingkat ekonominya (pengecualian Afrika Selatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio Cadangan  terhadap Produksi (Rasio R/P)&lt;br /&gt;   Rasio  cadangan  terhadap produksi (Rasio R/P)  adalah cadangan sisa akhir tahun dibagi terhadap tingkat produksi tahun tersebut, yang mana hasilnya adalah jangka waktu habisnya cadangan sisa tersebut jika diasumsikan tingkat produksi berada pada level yang sama.&lt;br /&gt;       Data BP Statistical Review of World Energy 2005 menyajikan rasio cadangan  terhadap produksi (Rasio R/P)  beberapa kawasan seperti Amerika Utara, Amerika Tengah dan Selatan, Eropa dan Eurasia, Timur Tengah, Afrika dan Asia Pasifik.          &lt;br /&gt;Dari data tersebut terlihat bahwa satu dekade terakhir rasio R/P relatif stabil di sekitar angka 40 tahun. Artinya jika diasumsikan tidak ada penemuan-penemuan cadangan baru lagi di seluruh dunia, maka cadangan minyak yang ada hanya cukup untuk 40 tahun lagi, dengan asumsi tingkat produksi yang sama (stagnan) untuk tiap kawasan. Padahal kecenderungan konsumsi minyak dunia cenderung naik. Hal ini dapat dilihat pada konsumsi tahun 2004 yang mengalami kenaikan sebesar 3,4% dibandingkan 2003. Sehingga dengan asumsi tidak ada penemuan sumber minyak lagi, dunia akan kehabisan minyak dalam waktu kurang dari 40 tahun lagi. &lt;br /&gt;   Apabila dilihat per kawasan, rasio R/P tertinggi (sekitar 80 tahun) ditunjukkan oleh kawasan Timur Tengah sebagai akibat cadangannya yang begitu besar. Sedangkan kawasan Amerika Utara memiliki rasio R/P yang paling kecil (kurang dari 20 tahun). Hal tersebut disebabkan oleh tingkat produksi minyak yang cukup tinggi namun tidak diimbangi oleh cadangannya. Mengingat kawasan ini adalah konsumen minyak terbesar di dunia, maka kesinambungan suplai minyak merupakan hal yang sangat esensial bagi kawasan Amerika Utara.&lt;br /&gt;   Apabila dilihat per kawasan, rasio R/P tertinggi (sekitar 80 tahun) ditunjukkan oleh kawasan Timur Tengah sebagai akibat cadangannya yang begitu besar. Sedangkan kawasan Amerika Utara memiliki rasio R/P yang paling kecil (kurang dari 20 tahun). Hal tersebut disebabkan oleh tingkat produksi minyak yang cukup tinggi namun tidak diimbangi oleh cadangannya. Mengingat kawasan ini adalah konsumen minyak terbesar di dunia, maka kesinambungan suplai minyak merupakan hal yang sangat esensial bagi kawasan Amerika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS KONDISI PERMINYAKAN INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Perminyakan Hulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan Minyak&lt;br /&gt;            Dapat dikatakan Indonesia tidak kaya cadangan minyak lagi. Hal itu terlihat dari beberapa publikasi cadangan minyak terbukti yang menunjukkan posisi cadangan Indonesia yang semakin menunjukkan penurunan konstan. Seperti terlihat pada Diagram 3.1, berdasarkan dua sumber yang berbeda, yaitu Central Intelligent Agency (CIA) dan British Petroleum (BP), posisi cadangan terbukti Indonesia merupakan yang paling kecil di dalam kelompok negara-negara OPEC.  Cadangan Indonesia kurang dari 1% cadangan OPEC (tepatnya sekitar 0,5-0,6%) atau sekitar seperlimapuluh (1/50) besar cadangan Arab Saudi yang merupakan negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. &lt;br /&gt;Dengan menggunakan data dari BP, diketahui bahwa cadangan minyak terbukti Indonesia hanya sekitar 0,4% dari cadangan dunia. Bahkan di antara negara-negara Non-OPEC seperti Kanada, Meksiko, Angola, atau pun AS, Indonesia masih yang terkecil cadangan minyak terbuktinya.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Ditjen Migas, kecenderungan penurunan cadangan minyak Indonesia terus berlanjut terutama pada periode 2000-2004. Dalam jangka waktu empat tahun, cadangan minyak terbukti Indonesia berkurang sebesar 16% menjadi 4,3 miliar barel.&lt;br /&gt;Jika tidak adanya penemuan-penemuan sumber minyak baru yang signifikan, berdasarkan rasio cadangan terhadap produksi (rasio R/P), maka cadangan minyak Indonesia akan habis dalam jangka waktu 10-20 tahun ke depan, bergantung tingkat produksi serta asumsi tingkat konsumsi minyak dalam negeri tidak mengalami kenaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi Minyak&lt;br /&gt;            Produksi harian minyak Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara OPEC lain masih merupakan terkecil kecuali terhadap Qatar yang selisih tipis beberapa puluh ribu barel per hari. Terhadap produksi negara-negara Non-OPEC pun Indonesia masih merupakan peringkat bawah negara produsen minyak dengan produksi sekitar 1,1 juta barel per hari.&lt;br /&gt;Data Ditjen Migas yang ada memperlihatkan kecenderungan penurunan produksi minyak harian Indonesia sudah terjadi sejak periode lima tahun terakhir dari sekitar 1,4 juta barel per hari menjadi kurang dari 1,1 juta barel per hari. Diperkirakan lapangan-lapangan yang ada mengalami penurunan produksi minyak di samping tidak adanya penemuan-penemuan yang signifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspor-Impor Minyak&lt;br /&gt;            Data Ditjen Migas 2004 menunjukkan perkembangan ekspor-impor minyak Indonesia selama lima tahun terakhir. Ekspor minyak terus mengalami penurunan sedangkan impor minyak secara konsisten mengalami kenaikan. Ekspor minyak Indonesia terdiri dari minyak mentah, kondensat, dan produk kilang, sedangkan impor minyak berupa minyak mentah dan produk kilang.&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah pada tahun 2004 sebenarnya Indonesia telah menjadi pengimpor bersih minyak (net importer oil), ketika impor minyak (dalam berbagai bentuk produk) telah melebihi ekspor. Kondisi ini terjadi akibat produksi minyak Indonesia yang terus mengalami penurunan selama 5 tahun terakhir sedangkan konsumsi minyak domestik secara konstan mengalami pertumbuhan. Status ini merupakan pukulan yang berat bagi Indonesia yang masih menjadi anggota OPEC. Keberadaan Indonesia dalam OPEC sendiri perlu dipertanyakan, masih relevan kah.&lt;br /&gt;Dari Data Departemen Keuangan dan Petrominer dapat dilihat penurunan kontribusi sektor migas terhadap penerimaan pemerintah dari sebesar Rp 90 triliun pada tahun 2001 turun 40% menjadi Rp 54 pada tahun 2004. Berarti rata-rata per tahun mengalami penurunan 10%. Jumlah tersebut merupakan hal yang sangat signifikan bagi Indonesia. Walau pemerintah telah bertekad untuk tidak menggantungkan lagi penerimaannya hanya pada sektor migas, namun penurunan yang sangat drastis ini sangat mengkhawatirkan mengingat akan kebutuhan pembiayaan anggaran rutin dan non rutin pemerintah.&lt;br /&gt; Kontribusi minyak terhadap ekspor juga masih cukup strategis. Untuk tahun 2004 saja, di tengah penurunan produksi minyak yang konsisten, sektor migas masih menjadi komponen ekspor yang signifikan dengan proporsi sebesar lebih dari seperlima (23%) dari nilai ekspor Indonesia.&lt;br /&gt;Kondisi ekspor-impor minyak Indonesia yang memprihatinkan ini harus segera menjadi perhatian pemerintah agar status net importer oil kita tidak permanen atau setidaknya dapat kita tunda datangnya. Peningkatan produksi minyak dari lapangan-lapangan yang telah ada, perbaikan iklim investasi hulu perminyakan, serta eksplorasi minyak daerah-daerah potensial merupakan langkah-langkah yang harus segera dilakukan pemerintah. Apalagi mengingat Indonesia mempunyai target meningkatkan produksinya hingga 1,3 juta barel per hari pada tahun 2009. Target yang strategis yang memang harus dicapai Indonesia untuk kepentingannya sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi Minyak&lt;br /&gt;            Konsumen minyak domestik dapat dikelompokkan menjadi empat sektor, yaitu sektor industri, transportasi, listrik, dan rumah tangga. Secara umum, dari periode 2000-2004 konsumsi minyak semua sektor mengalami kenaikan. Hal ini berkaitan dengan mulai membaiknya keadaan ekonomi Indonesia yang membutuhkan pasokan bahan bakar minyak tambahan. Geliat ekonomi ini didukung dengan rendahnya suku bunga pinjaman sehingga sektor konsumsi menjadi motor pertumbuhan PDB Indonesia.&lt;br /&gt;            Sektor industri pada tahun 2004 terjadi kenaikan konsumsi bahan bakar sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini merupakan kenaikan konsumsi bahan bakar tertinggi dibanding sektor lain. Sektor transportasi juga mengalami kenaikan cukup signifikan pada tahun 2004 sebesar 9% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Tampaknya penjualan otomotif yang hampir mencapai kembali angka 600 ribu unit memicu  kenaikan konsumsi bahan bakar.&lt;br /&gt;            Konsumsi bahan bakar minyak domestik secara konsisten mengalami pertumbuhan. Pada akhir tahun 2004 konsumsi bahan bakar minyak domestik sudah mencapai kurang lebih 65 juta kiloliter, pertumbuhan yang impresif dibandingkan kondisi pada tahun ’70-an yang hanya mengkonsumsi sekitar jutaan kiloliter saja. Kondisi ini bisa mengancam kestabilan pasokan energi nasional apabila Indonesia tidak berhasil menaikkan jumlah produksi minyaknya mengikuti kecepatan pertumbuhan konsumsi. Jika tidak maka Indonesia akan segera menjadi net importer oil selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi&lt;br /&gt;            Kondisi penurunan produksi minyak Indonesia yang disertai peningkatan konsumsi domestik telah menjadikan Indonesia sebagai importir minyak untuk pertama kalinya dalam sejarah, setidaknya tahun 2004. Alih-alih meningkatkan produksinya untuk memenuhi konsumsi minyak yang meningkat, malah sebaliknya yang terjadi, penurunan produksi yang konsisten. Jika ditarik pangkal masalahnya, maka kondisi ini tidak akan terjadi apabila mekanisme penggantian (replacement) cadangan dan lapangan-lapangan minyak yang lama berlangsung dengan baik. Supaya hal itu terjadi maka perlu adanya penemuan-penemuan (discoveries) cadangan minyak baru yang signifikan. Untuk adanya penemuan-penemuan tersebut dibutuhkan adanya kegiatan eksplorasi, sedangkan eksplorasi membutuhkan biaya yang sangat besar. Biaya itu merupakan pos pengeluaran investasi di sisi perusahaan.&lt;br /&gt;            Jadi permasalahan utamanya adalah tidak cukup besarnya investasi yang masuk ke dalam industri perminyakan hulu Indonesia, baik investasi dalam negeri maupun investasi langsung asing (foreign direct investment). Investor tidak cukup dibuat tertarik untuk menanamkan modalnya di industri ini.&lt;br /&gt;Data Ditjen Migas 2004 memperlihatkan pengeluaran operasional sektor migas jika dilihat dari kategorinya. Pengeluaran eksplorasi meningkat namun dengan nilai yang sangat kecil. Semua pengeluaran tahapan lain juga mengalami hal yang sama, bahkan pengeluaran tahapan produksi mengalami penurunan sebesar 9,2%. Hal ini dapat dipahami mengingat secara keseluruhan kegiatan produksi minyak nasional memang mengalami penurunan.  Pengeluaran administrasi yang meningkat tidak mengindikasikan apa pun.&lt;br /&gt;            Sekarang pertanyaannya adalah, dimana posisi investasi migas di Indonesia dibandingkan total investasi migas di seluruh dunia. Hal tersebut penting untuk melihat antusiasme investor terhadap industri perminyakan hulu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;   Energi memegang peranan sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa, baik sebagai salah satu komponen penggerak roda kehidupan masyarakat pada umunya maupun sebagai masukan utama bagi pembangunan industri dan perekonomian. Oleh kerenanya ketersediaan dan keberlanjutan pasokan energi merupakan hal yang krusial. Dari perjalanan sejarah bangsa-bangsa kita mendapat pelajaran, dan saat ini pun kita menyaksikan, tentang pentingnya energi sehingga segala daya dan upaya dikerahkan demi menjamin pasokan energi.&lt;br /&gt;Minyak sebagai suatu komoditas energi yang paling vital saat ini memiliki posisi yang strategis di bidang politik dan ekonomi baik bagi produsen maupun konsumennya. EIA (Energy Information Administration) memperkirakan bahwa sebelas anggota OPEC saat ini menguasai 40% produksi minyak dunia dan 77% cadangan terbukti minyak dunia. Kawasan Timur Tengah sendiri (khususnya Arab Saudi, Iran, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Libya) terbukti masih menjadi sumber utama minyak dunia dengan menguasai sekitar 50% lebih produksi OPEC.&lt;br /&gt;Keberadaan negara-negara Non-OPEC tidak bisa dipandang sebelah mata dalam perminyakan global. Negara-negara seperti Rusia, Norwegia, dan Kanada merupakan negara-negara produsen minyak terkemuka dunia yang memiliki potensi cadangan minyak yang besar yang menunggu untuk dieksplorasi lebih lanjut. Bahkan kecenderungan Rusia yang tingkat produksi minyaknya tumbuh signifikan dapat menjadi ancaman terutama bagi Arab Saudi sebagai negara produsen dan pengekspor minyak terkemuka dunia.&lt;br /&gt;Posisi Indonesia dalam perminyakan global saat ini mengalami kemunduran yang cukup signifikan. Penurunan tingkat produksi minyaknya bahkan menjadikan Indonesia tidak mampu memenuhi kuota OPEC (sekitar 1,32 juta barel per hari-efektif Juli 2004). Cadangan minyak bumi terbukti Indonesia hanya berkisar 5 miliar barel. Dengan tingkat produksi 1 juta barel per hari maka cadangan tersebut akan habis dalam waktu 12 tahun, itu pun jika tingkat konsumsinya tidak mengalami kenaikan (yang kenyataannya tidak menunjukkan hal tersebut). Saat ini Indonesia bahkan telah mengimpor baik minyak mentah untuk diolah dalam kilang BBM dalam negeri, maupun BBM jadi guna memenuhi kebutuhan konsumsinya sekitar 1, 1 juta barel per hari. Jika keadaan ini berlangsung terus, maka sebentar lagi Indonesia akan menjadi Net Oil Importer (walau konon saat ini sudah).  &lt;br /&gt;Berbeda dengan nilai ekspor minyak Indonesia yang mengalami peningkatan akibat kenaikan harga minyak mentah dunia, volume ekspor minyak Indonesia justru menurun sebagai akibat dari lambatnya investasi baru dan faktor usia sumur minyak yang semakin tua sehingga tingkat produktivitasnya cenderung turun dari tahun ke tahun. Tingkat produksi minyak mentah per hari dalam 2004 mengalami penurunan menjadi 1,09 juta berrel dari 1,14 barel per hari pada tahun 2003, jauh di bawah batas kuota produksi minyak dari OPEC untuk Indonesia. Di samping itu, tingginya kenaikan konsumsi BBM domestik yang terjadi seiring dengan membaiknya kegiatan ekonomi di dalam negeri, pada gilirannya mengurangi pasokan minyak untuk ekspor.&lt;br /&gt;Kecenderungan penurunan produksi minyak di tengah-tengah konsumsi BBM domestik yang terus meningkat tersebut perlu dicermati lebih lanjut untuk menjaga kelangsungan pendapatan ekspor minyak di samping kecukupan konsumsi BBM domestik itu sendiri. Kondisi naiknya konsumsi BBM domestik di tengah produksi minyak yang menurun menyebabkan volume impor mengalami peningkatan baik dalam bentuk minyak mentah maupun produk minyak (BBM). Beban pembayran impor semakin bertambah tinggi dengan kenaikan harga minyak di pasar internasional, khusunya pada harga impor BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARAN   &lt;br /&gt;Bagi Perminyakan Indonesia&lt;br /&gt;·         Pemerintah hendaknya menciptakan iklim investasi yang kondusif terutama bidang kepastian hukum dan politik. Hal ini diperlukan untuk menarik investasi asing masuk pada kegiatan eksplorasi sumber-sumber minyak baru, sehingga dapat menambah kestabilan cadangan minyak terbukti nasional.&lt;br /&gt;·         Pemerintah diharapkan memiliki political will dalam mengembangkan kebijakan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada minyak. Sumber energi alternatif fosil seperti gas dan batubara ataupun non-fosil seperti panas bumi, air, surya, biodiesel, bioetanol menunggu untuk diolah lebih serius oleh pemerintah.&lt;br /&gt;·         Selain dua hal di atas, yang perlu mendapat perhatian adalah mengenai pentingnya mensosialisasikan segala sesuatunya, dalam hal ini keadaan perminyakan Indonesia sebenarnya, kepada masyarakat. Sehingga masyarakat paham dan dapat memberikan pengertiannya pada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan perminyakan tadi, terutama harga BBM yang diberlakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-7897378341116500153?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/7897378341116500153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=7897378341116500153' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7897378341116500153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/7897378341116500153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/09/kajian-perminyakan-global-oleh-ksep-itb.html' title='Kajian Perminyakan Global oleh KSEP ITB'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-2493904468894833599</id><published>2007-09-20T02:31:00.000-07:00</published><updated>2007-09-20T02:32:32.993-07:00</updated><title type='text'>Penanggulangan Kelangkaan BBM di Bangka Belitung</title><content type='html'>PENANGGULANGAN KELANGKAAN BBM DI PROVINSI BANGKA BELITUNG, GUNA MENINGKATKAN KEAMANAN PASOKAN JANGKA PANJANG&lt;br /&gt;(Kajian Aspek Strategis Energi- BBM)&lt;br /&gt;Oleh : Prof Hardi Prasetyo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBIJAKAN DAN STRATEGI TERPADU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstrain Peningkatan Infrastruktur&lt;br /&gt;Peningkatan infrastruktur Depot Pertamina di Bangka harus sangat memperhatikan bahwa kelangkaan bersifat temporal dan bermusim (seasonal) yang dipicu oleh kondisi global meningkatnya harga komoditas timah di pasar internasional. Dalam kaitan ini pada skenario harga timah menurun, maka data histori menunjukkan penurunan kegiatan pertambangan timah rakyat dan smelter, yang akan menurunkan permintaan BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan&lt;br /&gt;Meningkatkan keamanan pasokan BBM di Provinsi Bangka Belitung melalui pengendalian permintaan BBM khususnya minyak solar untuk sektor pertambangan rakyat alokasi Usaha Kecil dan industri smelter alokasi industri timah, memperbesar kapasitas depot BBM di Bangka dan mekanisme distribusi pool konsumen (UK), serta melakukan penegakkan hukum terhadap penyalahgunaan BBM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi&lt;br /&gt;Menetapkan fenoma kelangkaan BBM di Provinsi Babel sebagai suatu yang khusus atau tidak biasanya, dengan meningkatkan koordinasi secara terpadu antara pihak- pihak Pemerintah Pusat antara lain Departemen Energi (Ditjen Migas, Ditjen GSM), Departemen Perindustrian, Departemen Kehakiman/ HAM, Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan, BPH Migas, PT Pertamina, PT Timah, Timdu BBM; maupun di tingkat Pemda Babel (Bapeda, Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan) guna mencari solusi jangka pendek, menengah dan panjang terhadap kelangkaan BBM bersubsidi di Babel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UPAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen Regulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPR RI:&lt;br /&gt;Menyempurnakan substansi Undang- undang terkait dengan APBN tahun terkait substansi pengeluaran Subsidi BBM dan alokasi Volume BBM (59, 9 juta kilo liter), dan Undang- undang No. 9 tahun 1990 tentang Usaha Kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen Kebijakan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Energi dan SDM:&lt;br /&gt;Meningkatkan Sosialisasi Good Mining Practice, Good Corporate Governance terkait kepatuhan perusahaan tambang termasuk TI dan Smelter timah dalam menggunakan sumber energi BBM yang sesuai peruntukkannya.&lt;br /&gt;Meningkatkan Penanggulangan Pertambangan Tanpa Izin (PETI), yang disinyalir masih sangat marak;&lt;br /&gt;Memperjelas ketentuan tentang peruntukan BBM untuk Usaha Kecil yang tersurat pada Peraturan Presiden No. 22 tahun 2005, diselaraskan dengan UU No. 9 tahun 1990 tentang Usaha Kecil;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Perdagangan:&lt;br /&gt;Mengawasi perizinan ekspor timah batangan terutama yang dihasilkan oleh industri smelter yang disinyalir dicukongi dari investor luar negeri (terutama Singapura, maraknya smelter pada akhirnya telah memicu peningkatan permintaan BBM);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Perindustrian:&lt;br /&gt;Mengawasi pertumbuhan yang sangat cepat dari industri tambang rakyat dan smelter timah, sehingga memicu kelebihan permintaan (net demand) dari yang dialokasikan di Provinsi Babel.&lt;br /&gt;Melakukan klasifikasi usaha pertambangan rakyat dan semelter yang dapat dikategorikan sebagai usaha kecil, agar terhindar pemodal asing menikmati subsidi BBM;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Keuangan:&lt;br /&gt;Ditjen Bea Cukai mengawasi ekspor illegal dari komoditas Timah, yang memicu maraknya pertambangan timah rakyat (illegal) dan industri smelter;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Dalam Negeri:&lt;br /&gt;Gubernur dan jajarannya mengawasi maraknya pertambangan timah rakyat dan smelter serta secara khusus melalui jajarannya mempertegas Usaha Kecil pertambangan timah rakyat untuk mengambil BBM melalui mekanisme Pool Konsumen, dan mempertegas ketentuan pengaturan UK yang dapat mengambil BBM di SPBU setelah mendapatkan rekomendasi dari Deperin;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POLRI:&lt;br /&gt;Melakukan penegakkan hukum terhadap maraknya Pertambangan Tanpa Izin;&lt;br /&gt;Membantu Pertamina dalam menertipkan distribusi BBM di tingkat SPBU, karena disinyalir di beberapa SPBU di Pangkal Pinang dan Mentok dikuasi para “preman” atau “sindikat Mafia BBM”;&lt;br /&gt;Berkoordinasi dengan Timdu BBM melaksanakan Penegakkan Hukum terhadap penyalahgunaan BBM terutama alokasi BBM bersubsidi di SPBU dan pool konsumen untuk kepentingan industri smelter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen Pengaturan Migas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas):&lt;br /&gt;BPH Migas, menyempurnakan hal- hal terkait Wilayah Niaga dan Stok Operasional di wilayah tertentu (Provinsi Babel), di mana permintaan BBM dapat meningkat secara seasonal dipicu oleh kondisi eksternal, yaitu naiknya secara signifikan kegiatan industri (dalam hal ini tambang rakyat dan smelter timah). Hal ini dapat dianalogikan kenaikan permintaan minyak tanah pada musim panen tembakau di berbagai daerah tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen Pengadaan, Distribusi dan Tata Niaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Pertamina&lt;br /&gt;Berkoordinasi dengan DESDM untuk menyempurnakan ketentuan peruntukan BBM untuk Usaha Kecil sebagaimana dipayungi oleh Peraturan Presiden No 22 tahun 2005, di mana saat ini sebagian besarpertambangan rakyat dan semelter timah cenderung masih mengambil BBM dari SPBU;&lt;br /&gt;Meningkatkan kapasitas Depot Bangka atau pengamanan pasokan BBM dari Transit Terminal Tanjung Gurem, Banten sehingga lonjakan permintaan premium dan solar untuk usaha kecil dan industri smelter dapat diakomodasikan, tanpa mengganggu kepentingan pokok sektor transportasi umum dan mobil pribadi di SPBU;&lt;br /&gt;Memastikan bahwa industri smelter timah harus mengambil BBM langsung dari Pertamina dengan harga industri sebagaimana ketentuan yang tersurat pada Perpres 22/ 2005 (bekerjasama dengan Dinas Pertambangan dan Dinas Perindustrian);&lt;br /&gt;Mengaktualisasikan mekanisme pool konsumen khusus untuk UK dari sektor pertambangan timah rakyat (bekerjasama dengan Pemda dan Dinas Perindustrian);&lt;br /&gt;Menyempurnakan Protap keamanan dan ketertiban distribusi BBM di SPBU dari intervensi para “provokator” atau “mafia BBM” (berkoordinasi dengan pihak Polri dan Pemda);&lt;br /&gt;Mengambil langkah- langkah antisipatif agar Minyak Tanah untuk Rumah Tangga dan UK dapat diamankan dari skenario terburuk, dimana ia juga akan digunakan untuk sektor pertambangan serta industri smelter timah (berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Polri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen pembinaan masyarakat industri dan Pengembangan Masyarakat (Community Development)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Timah sebagai BUMN&lt;br /&gt;Sebagai price serta market leader komoditas timah serta mineral ikutannya di Provinsi Babel pada khususnya dan Indonesia pada umumnya memainkan peran untuk solusi kelangkaan BBM di Babel pada jangka panjang;&lt;br /&gt;Di sisi hulu melakukan pengembangan masyarakat antara lain melalui program kemitraan strategis (strategic partnership),diantaranya terbangun komitmen pertambangan timah rakyat menggunakan energi BBM dari sumber pool konsumen, dan mengurangi Pertambangan tanpa Izin tidak menerapkan kaidah good mining practice serta merusak lingkungan hidup;&lt;br /&gt;Di sisi hilir kesamaan persepsi terhadap kaidah good cooperate governance di kalangan industri smelter timah di Babel, sehingga diharapkan dapat meningkatkan komitmen industri smelter untuk menggunakan sumber energi BBM non- subsidi;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen Penanggulangan Penyalahgunaan BBM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timdu BBM&lt;br /&gt;Timdu BBM yang berada di bawah Kementrian Polhukkam dimana telah eksis kembali bulan April 2005 dapat menempatkan Fenomena Kelangkaan BBM di Provinsi Babel sebagai prioritas program kerja tahun 2005;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan pemantauan, pengawasan dan evaluasi Penyalahgunaan BBM di Babel Timdu BBM berkoordinasi dengan pihak Pertamina, Pemda dan Departemen terkait.;&lt;br /&gt;Sesuai dengan ketentuan yang digariskan oleh Menko Polhukam, dalam memasuki wilayah Penegakan Hukum (Gakkum) Timdu BBM mengedepankan pihak Polri dan Kejaksaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instrumen Sosialisasi Subsidi Harga BBM:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Sosialisasi Subsidi Harga BBM DESDM&lt;br /&gt;Secara proaktif melakukan pencerahan Subsidi Harga BBM (Minyak Tanah, Solar dan Premium) yang tepat sasaran dan berkeadilan, untuk menggelorakan kepedulian khususnya dari kelompok industri pertambangan rakyat dan industri smelter, serta seluruh komponen masyarakat;&lt;br /&gt;Agenda sosialisasi harus khusus dirancang sebagai bagian menyeluruh untuk mencari solusi yang komprehensif dan integral terhadap fenomena kelangkaan BBM dipicu oleh meningkatnya permintaan yang sangat signifikan dari kelompok industri pertambangan, namun terjadi distorsi karena mendistorsi tata niaga BBM bersubsidi di SPBU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fenomena Kelangkaan BBM di Babel yang terjadi April sampai awal Mei 2005 telah dikendalikan oleh semakin maraknya Tambang Inkonvensional dan industri Smelter Timah yang menggunakan BBM terutama jenis solar dengan jumlah yang signifikan, sehingga telah menimbulkan defisit pasokan. Hal ini pada akhirnya SPBU untuk solar bersubsidi mengalami serangan terutama dari TI, sehingga menimbulkan kelangkaan, yang memicu terjadinya gangguan ketertiban dan keamanan;&lt;br /&gt;2. Penyelesaian jangka pendek tanggal 6 Mei yang dilakukan dengan menyediakan pasokan secara berlebihan pada TI dan Smelter dikhawatirkan akan menimbulkan over alokasi BBM di Babel yang harus ditanggung Pertamina, sedangkan masalah mendasar tidak dituntaskan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyelesaian jangka menegnah- panjang harus ditempuh dengan pendekatan integral yaitu menertipkan keberadaan TI dan PETI timah secara umum, dan secara khusus memastikan bahwa Smelter dan TI mendapatkan BBM melalui mekanisme pool konsumen;&lt;br /&gt;4. Ketentuan yang membolehkan UK secara besar- besaran walaupun menggunakan alat bantu jerigen yang terbatas volumenya dengan membeli BBM dari SPBU, bila terus berlanjut walaupun dengan pengawasan, menimbulkan inkonsistensi peraturan;&lt;br /&gt;5. Pengalihan dari SPBU ke pool konsumen bagi TI pada masa transisi akan menimbulkan gejolak, yaitu hilangnya pekerjaan dari para pengecer dan “preman BBM”, sehingga harus disiapkan kontijensi. S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SARAN KEBIJAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fenomena Kelangkaan BBM di Babel beserta alternatif solusi dapat digunakan sebagai proto tipe pada daerah- daerah lainnya dengan kondisi pengendali mekanisme (driving force mechanism) yang sama, yaitu meningkatnya permintaan BBM secara temporal (seasonal) yang dalam hal ini dipicu oleh maraknya pertambangan timah rakyat dan industri smelter timah, pada kondisi harga timah di pasar Internasional tinggi. Untuk itu disarankan untuk dapat dibentuk tim pemantau di Jakarta di bawah koordinasi Ditjen Migas dengan anggota BPH Migas, Pertamina;&lt;br /&gt;2. Penyelesaian Fenomena Babel jangka pendek juga digunakan untuk meredam serangan terhadap Pemerintah di DPR maupun publik dikaitkan dengan saat pembahasan APBN- 2005, pasca kenaikan harga BBM 1 Maret 2005 di bawah Peraturan Presiden No. 22/ 2005;&lt;br /&gt;3. Pelajaran yang dapat dipetik dalam kaitan dengan perlunya melakukan respon cepat terhadap fenomena kelangkaan BBM adalah mengoptimalkan “Crisis Centre BBM” yang pada eskalasi yang bermakna perlu segera memetakan anatomi dan pengendali mekanisme di lapangan beserta alternatif solusi jangka pendek. Hal ini dapat disetarakan dengan Inpres tentang Task Force (Pasukan Gerak Cepat) dengan didukung oleh pelaksana yang professional, bereaksi cepat tanpa hambatan birokrasi, langsung melapor ke MESDM, dan disediakan dukungan logistik yang memadai. Elemen awal dari Tim Reaksi Cepat ini keberadaannya sudah ada di BPH Migas dan PT Pertamina, sehingga DESDM hanya perlu untuk mengintegrasikan dan mendinamisasikannya;&lt;br /&gt;4. Beban cukup berat dalam pengadaan BBM tambahan untuk menerapkan mekanisme pool konsumen baik bagi pertambangan timah rakyat maupun industri smelter timah, dapat diperingan dengan mengajak pihak swasta lainnya untuk bermitra dalam usaha pengangkutan dan penyimpanan BBM di Babel, merupakan paradigma baru dibukanya pasar BBM di Indonesia pasca UU Migas tahun 2001.&lt;br /&gt;5. Fenomena kelangkaan BBM di Babel beserta solusinya juga dapat digunakan sebagai suatu learning process khususnya bagi BPH Migas, untuk mengantisipasi amanah Undang- undanga Migas Tahun 2001 dimana memberikan amanat bahwa PT Pertamina mengakhiri tugas Public Service Obligation dalam mengadakan dan mendistribusikan BBM secara monopoli di Indonesia sampai 24 November 2005.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8928325929472469724-2493904468894833599?l=bbmwatch.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bbmwatch.blogspot.com/feeds/2493904468894833599/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8928325929472469724&amp;postID=2493904468894833599' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2493904468894833599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8928325929472469724/posts/default/2493904468894833599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbmwatch.blogspot.com/2007/09/penanggulangan-kelangkaan-bbm-di-bangka.html' title='Penanggulangan Kelangkaan BBM di Bangka Belitung'/><author><name>bbmwatch team</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08820126625350667990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8928325929472469724.post-2289860777428445470</id><published>2007-09-20T02:30:00.000-07:00</published><updated>2007-09-20T02:31:28.571-07:00</updated><title type='text'>Resume Survei Minyak Tanah Di DKI Jaya April 2005</title><content type='html'>Survei Dilakukan oleh BBMWATCH Research Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANG TERHADAP KEJAHATAN MINYAK TANAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah point penting yang bisa dikemukakan dari hasil pemantauan dan survei minyak tanah rakyat di wilayah DKI Jaya yang meliputi 120 pangkalan yang dipilih secara random pada bulan April – Mei yang lalu,  berikut adalah ulasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan Pasokan Minyak Tanah Di Tingkat Pangkalan&lt;br /&gt;Secara umum dari kegiatan pemantauan di lapangan Indikasi kasus kelangkaan minyak tanah di tingkat pangkalan masih relatif kecil. Indikasi kelangkaan yang ditunjukkan dengan adanya antrian masyarakat sangat kecil di 12 (dua belas) wilayah pengamatan pada 120 (seratus dua puluh) pangkalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, didapati 84% pangkalan minyak tanah tidak mengalami antrian. Sedangkan sekitar 16% lainnya justru mengalami antrian pembeli minyak Tanah dimana kadar antrian terbagi atas 8% tingkat antrian relatif panjang, sedangkan 9% pangkalan lainnya juga mengalami antrian yang relatif tidak terlalu panjang. Adanya antrian memang tidak mengindikasikan adanya kelangkaan. Namun, adanya antrian menunjukkan bahwa tingkat permintaan yang semakin tinggi namun jika tidak didukung dengan jaminan keamanan pasokan dari Pertamina, akan berdampak pada kondisi krisis, kritis, bahkan kelangkaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keamanan Pasokan Minyak Tanah Dari Sisi Kelurahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, 84% pihak kelurahan tempat pangkalan minyak tanah berdomisili menyatakan wilayahnya tidak mengalami antrian masyarakat membeli minyak tanah. Hanya sekitar 10% saja dari Kelurahan yang dipantau menyatakan bahwa di daerahnya terkadang mengalami kekurangan minyak tanah yang ditunjukkan dengan adanya antrian warga membeli minyak Tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran&lt;br /&gt;Selain melakukan pemantauan dan survei terhadap pangkalan minyak Tanah, tim juga menemukan beberapa kegiatan yang secara tidak langsung terkait dengan pangkalan atau kelurahan yang dipantau. Hasil dari temuan-temuan ini, khususnya yang terkait dengan pelanggaran terhadap UU No. 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi hendaknya dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum jenis pelanggaran yang berhasil dipantau dapat dibagi dalam 3 (tiga) kategori yaitu:&lt;br /&gt;(1)     Pelanggaran terhadap UU No. 22 Tahun 2001.&lt;br /&gt;(2)     Pelanggaran terhadap Peraturan Pertamina UPMS III.&lt;br /&gt;(3)     Pelanggaran yang tidak termasuk (1) dan (2) namun berpotensi untuk menyalahgunakan peruntukan minyak Tanah bersubsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran terhadap UU No. 22 Tahun 2001&lt;br /&gt;Dalam kegiatan yang dilakukan diperoleh 5 (lima) potensi kasus besar yang diindikasikan bertentangan dengan UU No. 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjualan BBM bersubsidi (minyak tanah rumah tangga) kepada sektor lain yang bukan peruntukannya (industri besar).&lt;br /&gt;      Tim pemantauan dan survei wilayah Kebayoran Lama menemukan sebuah pangkalan yang diindikasikan menjual minyak tanahnya ke sektor industri dengan menggunakan drum-drum. Hingga kini Tim terus mengembangkan aspek investigasi untuk mengetahui kebenaran dari laporan relawan yang ada di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menurut laporan yang diperoleh dari pihak-pihak terkait di wilayah tersebut, pangkalan tersebut sering kali menjual sebagian minyak tanahnya untuk keperluan bahan bakar perusahaan roti (Holland Bakery) dan usaha laundry yang semestinya memang tidak diperbolehkan membeli minyak Tanah rumah tangga dan usaha kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampungan BBM bersubsidi (minyak tanah rumah tangga) untuk kemudian disalurkan ke sektor lain yang bukan peruntukannya.&lt;br /&gt;      Tim pemantauan wilayah Pulogadung menemukan sebuah lokasi/ tempat yang bertindak sebagai tempat penampungan/ penadah minyak tanah bersubsidi yang dibeli melalui pangkalan-pangkalan resmi. Umumnya minyak Tanah yang dibeli diangkut menggunakan gerobak-gerobak dorong untuk kemudian disalurkan ke sektor-sektor yang bukan peruntukannya.  &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Pangkalan Resmi Dengan Agen Dari Koperasi TNI, Kegiatan Penyalurannya Tidak Jelas.&lt;br /&gt
